Himbauan Panwaslu, Parpol Depok Diminta Daftarkan Medsosnya

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
KERJA: Ketua Panwaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana, Komisioner Panwaslu Kota Depok, Andriansyah dan staf sekretariat sedang menginput data indeks kerawanan Pemilu di Ruang Sentra Gakkumdu, Sekretariat Panwaslu Kota Depok, Graha Kartini Jalan Raya Citayam No. 45 Kelurahan Ratujaya, Cipayung, Senin (13/8).

DEPOK – Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Panwaslu Kota Depok mengimbau kepada seluruh Parpol yang ada di Kota Sejuta Maulid untuk segera mendaftarkan akun resmi media sosial (medsos) mereka ke KPU Kota Depok, dan KPU pun diminta segera menyosialisasikan hal tersebut.

Seperti yang disampaikan Ketua Panwaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana. Kata dia, hal ini sebagaimana yang dimaksud dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2018, Pasal 35 dan 36.

Ia menjelaskan, pada butir pertama pasal 35, peserta Pemilu dapat melakukan kampanye melalui medsos sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat 1. Kemudian, point keduanya, akun medsos sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibuat paling banyak 10 untuk setiap jenis aplikasi.

Pada ayat ketiga dijabarkan, desain dan materi pada medsos sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat visi, misi dan program peserta Pemilu.

“Sedangkan pada ayat ke empat, desai dan materi dalam medsos yang dimaksud pada ayat dua itu berupa tulisan, suara, gambar atau gabunga antara tulisan. Suara dan gambar yang bersifat naratif, grafis, karakter, interaktif atau tidak interaktif, dan yang dapat diterima melalui perangkat penerima pesan,” kata Dede kepada Radar Depok, Senin (13/8).

Selanjutknya, kata Dede, pada pasal 36, mencantumkan setiap pelaksana kampanye wajib mendaftarkan akun resmi medsos sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat 2. isinya, lanjut Dede, seperti mencantumkan paling lambat satu hari sebelum masa kampanye, kemudian mengisi formulir di KPU, menyampaikan ke Bawaslu sesuai dengan tingkatannya dan akun media sosial wajib ditutup pada hari terakhir masa kampanye.

“Lebih jelasnya ada di PKPU, kami pun sudah menyurati KPU untuk melakukan sosialisasi, karena mereka yang nanti sosialisasi ke Parpol. Jangan sampai mereka tidak didaftarkan, karena

Partai juga harus paham, karena aturan Pemilu sekarang berbeda, tidak seperti dulu,” terangnya.

Jika nanti pakai medsos di luar yang didaftarkan, sambung Dede, nanti ada bagian Gakkumdu yang akan menganalisa apakah itu melanggar atau tidak.

“Menjelang DCT nanti, kami pun akan mengirimkan surat ke Parpol,” tuntasnya.

Sementara, Komisioner Panwaslu Kota Depok, Andriansyah menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan ke Parpol ketika rapat pengumuman DCS. Untuk itu, mulai saat ini seluruh Parpol harus segera mempersiapkan tim kampanye parpol yang akan didaftarkan ke KPU, atau pihak lain yang ditunjuk Parpol, maupun relawan.

“Parpol harus memahami betul aturan yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Kami pun mendorong peserta Pemilu dan masyarakat untukk bersama-sama mengawal jalannya Pemilu,” ucap Andriansyah.
Mengingat jadwal telah disusun sebelumnya dan menjelang penetapan DPT, ia meminta Parpol mempersiapkan segala sesuatunya dari awal dan jangan sampai batas akhir di jadwal yang telah ditetapkan.

“Jangan sampai hari H, Parpol baru mendaftarkan, lebih baik di awal,” pungkas Andriansyah. (cky)

You may also read!

Pedagang dan Pemkot Depok Lawan Petamburan

DEPOK – Akhirnya pedagang dan Pemkot Depok bersatu melawan PT Petamburan Jaya Raya (PJR). Selasa (18/9), sejumlah pedagang Pasar

Read More...

Satu ASN Depok Akan Dipecat

DEPOK – Menindaklanjuti kesepakatan bersama menteri, yang tertuang dalam surat Nomor 182/6597/SJ, Nomor 15 Tahun 2018, dan Nomor 153/KEP/2018.

Read More...

PLN TJBB Depok Diontrog Karyawan Kontrak

DEPOK – Ratusan pegawai kontrak tiba-tiba ingin merangsek masuk kantor PT PLN (persero) Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB), Kelurahan

Read More...

Mobile Sliding Menu