Hilangkan Trauma, Santri Diliburkan

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MELIHAT YANG TERSISA : Salah satu santri sedang berada di salah satu ruangan Pesantren Assa’adah, Jalan Rawa Indah, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, yang sebelumnya habis dilahap si jago merah, Jumat (10/8).

DEPOK – Pascaterbakarnya asrama Pondok Pesantren Assa’adah di Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, pihak ponpes meliburkan santrinya hingga tiga hari ke depan. Dan mulai aktif kembali dalam kegiatan belajar mengajar, Senin (13/8).

Pantauan Radar Depok, puing-puing gedung di asrama santri laki-laki yang terbakar masih berserakan di lantai, kasur, lemari, baju, dan buku santri habis terbakar.

“Semua santri dipulangkan ke rumahnya, kegiatan belajar mengajar diliburkan dulu. Ada juga santri yang dijemput orang tua saat kejadian,” tutur Kepala Ponpes Assa’adah, Muhammad Abdul Mujib kepada Radar Depok, kemarin (10/8).

Diliburkannya para santri lanjut Mujib, guna menghilangkan rasa traumatik santri setelah kejadian. Dan ia berharap Senin (13/8) mendatang KBM akan kembali normal.

Diketahui, jumlah santri di Ponpes Assa’adah mencapai 250 santri. Untuk sementara, nantinya mereka akan menggunakan ruangan di lantai satu gedung. Sedangkan, selama lantai dua belum bisa dipakai, tempat tinggal bakal memakai gedung Madrasah Aliyah.

“Santri Tsanawiyah sementara akan tinggal bersama santri Aliyah. Saat ini gedung yang terbakar masih dalam pantauan kepolisian,” terang Mujib.

Mujib menegaskan, belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran yang dialami ponpesnya. Dugaan masih tertuju pada arus pendek listrik yang menyambar kasur santri.

“Kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” tutur Mujib.

Sementara itu, siswa Kelas IX Tsanawiyah Ponpes Assa’adah, Syarif (15) mengaku trauma atas kebakaran yang menimpa asrama di ponpes tersebut. Kasur dan sejumlah barang miliknya hangus terbakar.

“Saya ke sini coba melihat kasur saya yang terbakar. Saya tahu ada kejadian ini dari santri lain, bilang ada asap di asrama,” kata Syarif kepada Radar Depok.

Syarif mengatakan, posisinya saat kejadian sedang ada di dalam kelas mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“26 santri dalam satu kelas asrama laki-laki, itu hanya kelas IX. Trauma pastinya, karena barang gak ada yang tersisa. Kita semua sementara nanti tinggal di Aliyah, dan belajar lagi Senin,” pungkasnya. (cr1)

You may also read!

Polresta, Kejari, Mandek… Kejari Menunggu Pengembalian Berkas Korupsi

DEPOK – Sepertinya Polresta Depok bisa leluasa melengkapi berkas perkara korupsi Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari)

Read More...

Gara-gara Naavagreen Nyamuk Saja Jatuh, Grand Opening Hari Ini

DEPOK – Kebutuhan perawatan kulit wajah dan tubuh, sudah menjadi perhatian penting bagi perempuan maupun laki-laki. Apalagi di zaman

Read More...

Soal Limbah Situ Rawa Kalong, Pemkot Depok Tunggu Hasil BBWSCC

DEPOK – Tercemarnya Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug,  Cimanggis sudah tak terbendung. Saat ini, Pemkot Depok tengah menunggu

Read More...

Mobile Sliding Menu