Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERI PAKAN : Pekerja saat memberikan pakan dan air hewan di Madani Jaya Qurban yang berada di kawasan Grand Depok City, kemarin.

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di sejumlah lapak hewan kurban. Terhitung pada 6 hingga 21 Agustus, petugas sudah keliling dan memberikan tanda pin dinyatakan sehat.

“Hewan yang dinyatakan sehat diberikan pin sehat. Tapi, kalau hewan kurban yang sakit disarankan tidak untuk dijual,” kata Kelapa Bidang Perternakan DKPPP Depok, Dede Zuraidah, kepada Harian Radar Depok, Senin (13/8).

Lapak penjual hewan kurban yang sudah diperiksa oleh tim diberikan sertifikat untuk menandakan sudah dilakukan pemeriksaan. “Kami harap warga Depok cerdas membeli hewan kurban, yang layak untuk dijadikan kurban pada waktunya,” terang Dede menyarankan.

Sejauh ini, sambugnnya jumlah hewan kurban belum didata keseluruhan. Karena masih dalam tahapan pemeriksan hingga H+3. “Masih tahap pemeriksan belum direkap semua? nanti setelah H+3 kami akan publis,” katanya.

Sementara, sebanyak 151 petugas pemeriksa hewan kurban resmi dilepas Walikota Depok, Mohammad Idris. Total 151 petugas tersebut antara lain, 28 petugas DKPPP Kota Depok, 100 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan 23 dokter hewan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Idris mengatakan, petugas pemeriksa hewan kurban akan membantu para Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) melakukan pemeriksaan, sebelum maupun sesudah dilakukan pemotongan hewan. “Lurah dan camat juga kami imbau untuk mendampingi petugas di lapangan,” ujar Idris.

Hewan yang akan dikurbankan harus dipilih dan disembelih sesuai dengan syariat Islam, karena hal tersebut untuk kepentingan umat Islam yang merayakan Idul Adha. “Penting sekali untuk memilih dan menyembelih hewan kurban sesuai syariat Islam, karena nanti dagingnya pun akan dikonsumsi masyarakat luas. Jadi, hal ini harus betul-betul diperhatikan,” ucapnya.

Kepala DKPPP Kota Depok, Farah Mulyati mengatakan, pada H-15 Idul Adha akan dilakukan pemeriksaan lapak oleh petugas dinas. Kemudian pada H-1 dan hari H pemeriksaan antemortem dan postmortem, dilakukan oleh petugas di titik pemotongan yang dilakukan warga atau DKM.

Untuk kegiatan itu, pihaknya dibantu mahasiswa dan dosen pendamping serta petugas Keswan Kementerian Pertanian. Rencananya hingga H+3 masih terus dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti hewan kurban harus memenuhi persyaratan syariat Islam. Jika tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka harus dikembalikan atau disarankan tidak dijual untuk keperluan kurban,” jelas Farah.

Dia berharap, petugas pelaksana pemotongan hewan kurban di setiap lokasi, mampu memperhatikan kebersihan dan kehigienisan sanitasi kandang, agar meminimalisir tersebarnya penyakit dari hewan ke manusia. “Semoga pelaksanaan pemotongan hewan kurban berjalan lancar dan sesuai rencana tahun ini,” harapnya.(irw)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu