Disdik Depok Terapkan Absensi Kartu ke Siswa

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
DISIPLIN: Humas SMP Negeri 3 Depok, Irawadi sedang mengilustrasikan absensi menggunakan kartu yang kini diterapkan kepada siswa.

DEPOK – Guna meminimalisir jumlah pelajar yang membolos di hari masuk sekolah. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok terus melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan penerapan absensi melalui kartu di SD dan SMP.

Kepala Disdik Kota Depok, Mohamad Thamrin mengatakan, penerapan absensi ini baru dimulai di dua sekolah, yakni SMP Negeri 2 Depok dan SMP Negeri 3 Depok. Melalui absensi tersebut, para orang tua bisa mengecek kehadiran anak-anaknya di sekolah melalui ponsel berbasis aplikasi Artenov.

“Sifatnya seperti buku penghubung, hanya ini versi digital. Orang tua bukan hanya bisa mengetahui anaknya sudah masuk kelas atau belum, tapi juga perkembangan nilai anak-anaknya,” kata Thamrin kepada Radar Depok.

Penerapan absen dengan kartu sifatnya tidak memaksa, sebab penggunaannya dikenakan biaya. Dengan pembuatan (aktivasi) kartu sebesar Rp 25 ribu, dan biaya operasional rutin sebesar Rp7 ribu per bulan.

Saat dipantau di SMP Negeri 3, Irawadi selaku Humas mengatakan, penggunaan absensi kartu di sekolahnya sudah memasuki tahun kedua. Berkat peralihan absensi dari kertas menjadi teknologi, membuat pihak sekolah mudah memantau kehadiran siswa.

“Kami punya dua mesin absensi kartu untuk pelajar. Jadi pagi-pagi sebelum masuk kelas siswa absen dulu dengan menempelkan kartu ke mesin. Kalau ada yang belum datang, bisa langsung konfirmasi ke orang tuanya. Jadi komunikasinya juga dialogis. Begitupun saat mau pulang,” bebernya.

Sementara itu, di lokasi yang berbeda, Wakil Kepala SMPN 2 Bidang Kesiswaan, Arif Setiawan mengatakan, untuk di tahun ajaran baru 2018-2019 sementara tidak menggunakan absensi kartu tersebut. Lantaran sedang dilakukan evaluasi.

“Kami masih mengkaji kembali apakah dapat diteruskan atau tidak absensi menggunakan kartu tersebut,” pungkas Arif. (san)

You may also read!

Bos First Travel Tak Hadir, Sidang Ditunda Jamaah Kecewa

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Puluhan jamaah korban First Travel kecewa, setelah Pengadilan Negeri (PN) Depok menunda sidang gugatan jamaah First

Read More...

Sehari 20 Pasutri Cerai Periode Januari-Februari 596 Kasus

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Pasangan suami istri (Pasutri) di Kota Depok, sangat mudahnya bilang cerai. Terbukti kemarin, baru medio Januari-Februari 2019 sudah

Read More...

350 PJU Dikendalikan Dari Jauh

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, terus membenahi fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan protokol. Tidak sekedar PJU,

Read More...

Mobile Sliding Menu