Berangkat Haji, Wakil Walikota Depok: Saya Ingin Fokus Ibadah

In Metropolis
DOK PRIBADI
SEMOGA MABRUR: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersama istri, Martha Catur Wurihandini, saat menjalankan rangkaian ibadah haji 2018.

DEPOK – Lebih dari satu bulan, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna akan cuti dari pekerjaannya di Balaikota Depok. Karena saat ini, ia bersama sang istri, Martha Catur Wurihandini tengah menjalankan ibadah haji.

Diketahui bila Pradi mengambil jalur haji reguler dan tergabung di Kloter 94, yang merupakan kloter terakhir jamaah haji Depok, dengan jumlah 266 jamaah. Angka tersebut belum termasuk jamaah asal Kabupaten Cianjur yang turut serta.

Kloter 94 dilepas dari Balaikota Depok awal pekan ini, Senin (13/8). Kepada Radar Depok lewat sambungan ponsel, Pradi menceritakan jika dirinya ditempatkan satu kamar dengan beberapa jamaah lain. Mereka antara lain, Kasdi dari Kelurahan Grogol, Limo, Iskandar dari Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, dan terakhir Abdul Hamid asal Cirebon yang sebetulnya dari Kloter 92.

“Cuma dia (Abdul Hamid) tertinggal. Akhirnya bergabung dengan kami,” ujarnya.

Pradi mengatakan bila saat ini ia sudah berada di Mekah. Ia menginap di Sektor 5 Wilayah Mahbas Jin Hotel, 503 Jiwar alnur Tower. “Sesampainya di tanah suci, saya langsung melaksanakan umrah wajib. Sebelumnya melakukan tawaf, sai, dan tahalul,” ungkapnya.

Disinggung soal haji reguler, ia mengaku nyaman. Selain karena mendapat kerabat baru sesama jamaah haji, juga disebabkan lantaran pelayanan dari Kementerian Agama yang memuaskan, baik dari segi penginapan dan makanannya.

“Menunya khas kita (Indonesia). Seperti tadi saya makan ikan serta lalapan. Jam makan juga tepat waktu,” jelasnya.

Pelayanan lainnya, tambah Pradi, yakni soal pemeriksaan paspor, visa haji, atau geometrik. Kini tidak lagi dilakukan di Jedah, melainkan cukup di Embarkasi Bekasi. “Petugas imigrasi Saudi datang ke Indonesia. Sangat puas,” tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya juga merasa senang karena sejenak lepas dari protokoler pejabat daerah. Kini semua kegiatan ia lakukan sendiri bersama istri. Tak dibantu rekan kerja (ADC). “Rasanya lepas betul. Benar-benar (haji tahun ini) saya manfaatkan untuk ibadah,” katanya.

Pradi mengaku ada cerita menarik selama beberapa hari berada di Mekah. Salah satunya disebabkan oleh ulah teman sekamarnya, Kasdi. Jadi saat tawaf, pria berusia 76 tahun ini sempat menghilang.

Tentu saja, katanya, hal tersebut membuat panik. Dicari-cari sampai proses ibadah selesai, siang hari, tak kunjung ketemu. “Tidak tahunya, dia sudah betada di asrama penginapan. Itu sedikit cerita dari keluarga baru,” bebernya.

Ia menambah, tentu akan ada doa-doa khusus yang akan ia panjatkan di rumah Allah SWT.  Selain doa yang bersifat pribadi, Pradi yang notabene pemimpin Kota Sejuta Maulid ini, barang tentu akan pula mendoakan kota tercintanya.

“Khusus doa buat masyarakat dan kota. Tentu agar Depok semakin maju dan rakyatnya sehat, sejahtera. Amin,” tandasnya. (jun)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu