Banding Bos First Travel Ditolak

In Utama

DEPOK – Pengadilan Tinggi Bandung menolak banding bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, pada kasus pencucian uang jamaah umrah. Keduanya tetap divonis 20 tahun dan 18 tahun penjara dalam kasus First Travel.

“Menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Depok No 83/Pid.B/2018/PN.Dpk, tanggal 30 Mei 2018, yang dimintakan banding tersebut,” demikian lansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (27/8).

Duduk sebagai ketua majelis Arief Supratman, dengan anggota Ade Komarudin dan Abdul Fattah. Vonis itu diketok pada 15 Agustus 2018 dengan nomor perkara 195/PID/2018/PT.BDG. Andika-Anniesa juga dihukum membayar denda masing-masing Rp10 miliar subsider 3 bulan kurungan. Dalam kasus itu, Siti Nuraida alias Kiki Hasibuan dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar subsider 5 bulan kurungan. Kiki dan jaksa menerima putusan dan tidak mengajukan banding. Kiki merupakan adik Anniesa.

Sebagaimana diketahui, korban tipu-tipu First Travel mencapai 63.310 orang dengan nilai kerugian dari uang setoran korban mencapai Rp905 miliar. Aset First Travel dirampas negara.

Penolakan banding tersebut dibenarkan Humas Pengadilan Negeri Depok Teguh Arifiano, “Ya mas, dikuatkan putusannya sama Pengadilan Tinggi Bandung,” kata Teguh kepada wartawan.

Keduanya mengajukan banding sejak 6 Juli 2018 setelah majelis hakim PN Negeri Depok memvonis keduanya. Mereka menganggap hukuman tersebut tak pantas diberikan lantaran fakta yang tertuang dalam berkas tak sesuai dengan fakta sesungguhnya.

Saat ditanya soal surat keputusan banding bos First Travel, Teguh mengaku hanya mengetahui melalui Sistem Informasi Penelusuran perkara (SIPP) PN Depok.

“Belum turun berkas dari PT Bandungnya mas, saya hanya liat di SIPP PN Depok. Intinya PT bandung menguatkan putusan PN Depok untuk semua terdakwa,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah menjalani rangkaian persidangan yang cukup panjang, sidang First Travel akhirnya memasuki babak akhir. Majelis hakim PN Depok akhirnya memvonis direktur First Travel Andika dan Anniesa Hasibuan dengan hukuman selama 20 tahun dan 18 tahun dengan denda 10 miliar subsider 1 tahun 8 bulan.

Bos biro perjalanan umrah First Travel yang juga menjadi pasangan suami istri tersebut, terbukti bersalah melakukan Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan penipuan terhadap calon jemaah umrah. Selain itu mereka pun diwajibkan membayar denda 10 miliar subsider 1 tahun 8 bulan kurungan.

“Menyatakan Andika dan Annisa Hasibuan bersalah melakukan penipuan dan pencucian uang. Majlis hakim menjatuhkan 20 tahun untuk Andika dan 18 tahun untuk Annisa Hasibuan dengan denda 10 miliar subsider 1 tahun 4 bulan,” ucap Ketua Majlis Hakim Sobandi.

Sobandi menjelaskan, kedua terdakwa terbukati melakukan unsur mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa keluar negeri, mengubah bentuk menukarkan uang dan surat berharga serta perbuatan lainya.

“Kami memvonis terdakwa dengan pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 3 Undang – Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang,” imbuhnya.

Dengan putusan tersebut, Andika dan Anniesa tetap divonis selama 20 dan 18 tahun penjara. Keduanya juga tetap harus membayar denda Rp10 miliar subsidair 8 bulan penjara.

Keduanya telah melakukan tindak pidana dengan melakukan penipuan dengan cara membelanjakan, dan mengubah bentuk, serta membawa ke luar negeri yang semuanya berasal dari aliran dana calon jemaah. Tak hanya itu, keduanya juga dinilai terbukti melakukan pencucian uang yang berasal dari uang hasil penipuan tersebut. (okz/kmp/**)

You may also read!

Harga Tiket Bus Gila-gilaan

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemudik Depok tahun ini pasti bakal kebingungan pulang kampung halaman naik transportasi apa. Selain tiket pesawat yang sudah

Read More...

Pembalap Depok Jatuh Lagi

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pembalap Indonesia asal Kota Depok Dimas Ekky Pratama gagal finis pada balapan Moto2 Prancis 2019 di Sirkuit Le

Read More...

Pemkot Buka Posko Pengaduan THR

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seperti yang sudah-sudah. Perusahaan yang memiliki karyawan di Kota Depok, jangan sampai telat memberikan Tunjangan Hari

Read More...

Mobile Sliding Menu