Akhir Agustus Uji Coba Ganjil-Genap di Depok

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKAN SEGERA RAMPUNG : Sejumlah kendaraan saat melintas di kawasan Jalan Margonda Raya. Rencana ganjil genap di Jalan Margonda. Dinas Perhubungan (Dishub) Depok tengah dalam tahapan kajian dan akan rampung dalam dua minggu.

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Depok, betul-betul serius memecahkan kemacetan di Jalan Margonda Raya. Ini dibuktikan, dari target dua pekan lagi hasil finalisasi penerapan sistem ganjil-genap saat weekend, rampung.

“Sekarang ini kan kajian ganjil-genap lagi finalisasi. Kajian seluruh aspek kami pertimbangkan mulai dari aspek teknis, hingga data kapasitas kendaraan di Margonda ketika sabtu dan minggu,” ucap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Depok, Dadang Wihana kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dadang mengatakan, tahap finalisasi selesai di dua minggu ini. Dia akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan pimpinan Polresta Depok. Lalu setelah rapat internal, akan buat focus group discussion (FGD) bersama stakeholders, perwakilan warga, perwakilan komunitas, dan publik.

Menurutnya, Margonda saat sabtu dan minggu ini kapasitas volume kendaraannya menyentuh 0.9. Artinya lalu lintas disitu sudah tersendat, bahkan cenderung stuck. “Jadi data ini kami olah pakai rumus volume kendaraan per kapasitas di Jalan Margonda,“ ucap Dadang.

Menurutnya, kapasitas Jalan Margonda tidak bisa diperlebar. Jadi, salah satu alternatif manajemen rekayasa dari banyaknya alternatif yang sedang dikaji saat ini ganjil genap.

Dadang mengakui, tidak adanya jalan pendamping di Jalan Margonda. Mertimbangkan dan mengkaji terkait jalanan Margonda mana saja yang akan terkena ganjil-genap.

“Pertimbangan ini belum final tapi ya, yang kita pertimbangkan untuk ganjil genap. Pilihannya dari segmen 2 dari Universitas Indonesia ke Kelapa Dua,” ucap Dadang.

Lalu segmen 3, titiknya lampu merah Ramadan ke Universitas Indonesia dan segmen 1 lampu merah Ramadan, Jalan Arif Rahman ke depan Polres Depok.

“Yang dipikirkan itu saat ini yang terkena ganil-genap antara Margonda keseluruhan atau segmen 2 dan 3.

“Karena segmen satu apabila kita lakukan ganjil-genap membuka akses Barat dan Timur dari Margonda,” ucap Dadang.

Kasi Lalin Dishub Depok, Ari Manggala menuturkan, volume kendaraan sabtu-minggu cukup padat. Terutama pada jam tertentu yakni pukul 16:00 WIB hingga 20:00 WIB. “Karena banyak pusat belanja dan rumah makan,” kata Ari.

Ganjil-genap yang akan diterapkan di Jalan Margonda, akan dikaji terlebih dahulu untuk mengurai kemacetan. Pernah ada wacana Jalan Margonda berbayar tapi itu tidak efektif. Namun, kata dia, ganjil-genap ini efektif mengurai kemacetan di Jalan Margonda pada Sabtu-Minggu.

Berdasarkan data volume kendaraan Jalan Margonda Raya mencapai 3.662,6 smp/jam. Dengan indikator v/c rasio 0,95 dan kecepatan kendaraan 21,4 km perjam. “Puncak kemacetan Jalan Margonda Raya pukul 17:00-20:00 WIB. Di Weekend,” kata dia.

Sebenarnya, kata dia, ganjil-genap ini masih dalam kajian pihak Dishub Depok belum dapat memberikan komentar banyak.

“Tapi pembatasan Traffic Demand Management (TDM) ada beberapa alternatif, diantaranya dengan yangg sudah kami terapkan Sistem Satu Arah dan lain-lain,” kata dia. (irw)

You may also read!

Awas Korupsi Nangka Berujung SP3

DEPOK – Berkas dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Kecamatan tapos, milik Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto tak ada

Read More...

MR-ORI Depok di Bawah Target Kemenkes

DEPOK– Cakupan imunisasi measle-rubella (MR) dan outbreak response imunization (ORI) difteri 3 di Kota Depok, masih di bawah target

Read More...

Sehat Dimulai dari Cuci Tangan

DEPOK – Memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS). Selasa (16/10), Walikota Depok Mohammad Idris, Dinas Kesehatan (Dinkes)

Read More...

Mobile Sliding Menu