36 Ribu Jamaah Dirawat Jalan

In Utama
KEMENKES VIA JAWAPOS
DALAM PEARAWATAN: Jamaah haji di Tanah Suci dirawat dan ditangani oleh petugas kesehatan.

ARAB SAUDI – Sampai dengan hari ke-17 penyelenggaraan haji di Arab Saudi, para jamaah sudah mulai terlihat kelelahan dan sakit. Sejumlah keluhan seperti letih dan flu dialami jamaah haji bahkan harus dirawat jalan.

Catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah jamaah haji yang dirawat jalan sebanyak 36.502 orang. Mereka terdiri dari 36.304 jamaah rawat jalan di Kloter oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan 198 jamaah dirawat jalan di Bandara oleh tim mobile.

Pelayanan kesehatan, selain diberikan oleh TKHI dan Tim Mobile, juga dilakukan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) baik di Madinah maupun di Mekah. KKHI Madinah telah menerima 181 rujukan, dan saat ini sedang merawat inap 26 jamaah. Sementara KKHI Mekah telah menerima 67 rujukan, dengan 43 jamaah di antaranya masih dirawat di KKHI.

Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi, Melzan Dharmayuli mengingatkan agar jamaah selalu memperhatikan kesehatannya. Salah satunya jangan sampai terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan.

“Banyak minum, cukup istirahat, dan hubungi TKHI di kloter masing-masing untuk rutin memeriksa kesehatan,” katanya.

Para jamaah juga diberikan penyuluhan. Para jamaah harus gunakan penutup kepala seperti payung, topi atau sorban untuk mengurangi paparan sinar matahari, memakai masker saat beraktivitas di luar pondokan, banyak minum, rajin makan buah dan sayur, dan gunakan alas kaki. Jamaah juga diingatkan untuk rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta dari toilet. Serta diingatkan untuk tidak jajan sembarangan.

Melzan mengingatkan kepada jamaah gelombang 2 yang baru datang agar menjaga kesehatannya. “Mereka sedang semangat-semangatnya. Fisik masih bugar, jadi selalu kita ingatkan haji masih lama. Mereka harus ke Arafah dan lanjut ke Madinah untuk Arbain. Tetap jaga kesehatan. Jangan karena baru, sangat semangat sampai melalaikan kesehatannya,” pesan Melzan.

Melzan menyebutkan untuk jamaah haji yang wafat saat ini jumlahnya sebanyak 21 jamaah. Penyebab wafat terbanyak adalah kardiovaskular sebanyak 13 orang. Lokasi wafat terbanyak di pondokan/hotel sebanyak delapan orang.

Jamaah haji Indonesia terus berdatangan di Mekah. Baik dari Indonesia melalui Jeddah (gelombang 2) ataupun jamaah gelombang 1 dari Madinah. Sampai dengan 2 Agustus pukul 17.00 Waktu Arab Saudi tercatat sudah tiba 278 kloter (111.918 jamaah), di mana 66,96 persen atau 74.938 adalah jamaah dengan risiko tinggi (Risti) kesehatan.

PPIH Bentuk Tim Khusus

Tidak sedikit calon jamaah haji (CJH) Indonesia yang menjadi korban penipuan di Tanah Suci. Untuk mengatasi hal itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk tim khusus untuk melakukan operasi senyap. Tim tersebut akan memburu para penipu yang rata-rata justru warga Indonesia sendiri.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Endang Jumali menjelaskan, pihaknya telah menerima beberapa laporan kasus penipuan. Modus paling sering adalah berpura-pura menawarkan bantuan jasa kepada calon jamaah haji. Agar calon korban percaya, sebagian pelaku memakai seragam petugas haji.

“Padahal itu seragam tahun-tahun sebelumnya,’” katanya.    Karena itu, PPIH Arab Saudi mengganti seragam petugas haji setiap tahun. Pada baju seragam terbaru selalu ada tulisan tahun penugasan. Selain itu, setiap petugas selalu mendapat ID Card yang harus dikenakan selama bertugas.

Endang menjelaskan, ada pula penipu yang mengenakan gelang haji bikinan tahun-tahun lalu. Dengan modal gelang tersebut, penipu bisa mendekati calon korban dengan mengaku sebagai sesama jamaah haji. “Karena itu, sosialisasi ke jamaah sangat penting. Jamaah harus mengenali ciri-ciri petugas yang legal dan tidak,” terangnya.

Nah, untuk mengantisipasi masalah tersebut, PPIH menempatkan petugas haji di setiap hotel yang ditempati jamaah haji. Selain membantu jamaah, petugas tersebut bertugas mencegah masuknya penyusup ke hotel. Biasanya, penyusup tersebut mengaku-ngaku sebagai kerabat jamaah haji. “Kedua, kami adakan operasi senyap untuk menangkap para pelaku,” tuturnya.

Tim yang masuk dalam operasi senyap akan bergerak di sekitar Masjidilharam. “Tim itu akan melakukan investigasi,” katanya.

Mereka mengincar orang-orang yang menyaru sebagai petugas haji. Jika ditemukan petugas haji gadungan, tim akan mengikuti dan memburu mereka secara diam-diam. “Kalau operasi dilakukan secara terang-terangan, mereka malah kabur,” katanya. Ketika saatnya tepat, tim akan membekuk petugas haji gadungan itu dan memproses mereka di kantor daker.

Dia mengakui, kasus-kasus penipuan selalu ada setiap tahun. PPIH Arab Saudi sudah mewanti-wanti kepada petugas di sektor khusus (seksus) agar menerapkan strategi perlindungan jamaah yang efektif. Penipuan calon jamaah haji tidak hanya marak di Mekkah. Di Madinah, sudah ada beberapa orang yang menjadi korban. Para pelaku biasanya menggunakan bahasa daerah yang sama dengan CJH. (ika/oni/jpk/jpc)

You may also read!

Ketua RW Pemain Timnas Perempuan : Segudang Prestasi Diraih di Lingkungan

BERSANDING : Henny Kuncorowati (paling kiri) berdiri tepat samping Walikota Depok Muhammad Idris saat lomba

Read More...

Giat Lurah Abu di Luar Kantor

  PANEN BAUNG : Lurah Tugu, Abdul Mutolib sedang menunjukan ikan baung hasil tangkapan pemancing di

Read More...

Depok United Seri Main di Kandang

  Sepak Bola: Depok United mampu ditahan imbang oleh kesebelasan dari Kabupaten Bogor, Persebam. FOTO :

Read More...

Mobile Sliding Menu