15 PSK Digaruk Satpol PP Kota Depok, Enam Ketahuan Pemadat, Dua Sifilis

In Metropolis
RUBIAKTO/RADARDEPOK
TERJARING : PSK dan PMKS yang terjaring operasi Satpol PP Depok bersama Tim Penertiban Terpadu di Depok, Sabtu sampai Minggu dini hari.

DEPOK – Tim Penertiban Terpadu Kota Depok, menjaring 44 orang dalam operasi penyakit masyarakat di sejumlah wilayah selama dua hari. Menariknya dalam razia tersebut, terdapat 15 pekerja seks komersil (PSK) yang diamankan. Delapan PSK diantaranya positif narkoba dan terkena Sifilis reaktif.

Kasatpol PP Kota Depok, Yayan Arianto menegaskan, dari 15 wanita PSK yang diamankan pihakya dari panti pijat dan apartemen di Depok, diketahui enam diantaranya positif narkoba dan dua orang terkena sifilis reaktif.

Hal itu diketahui setelah melakukan tes urine dan darah serta HIV kepada 44 orang yang terjaring operasi pekat. 44 orang ini  dari hasil razia dari Sabtu (11/8) malam sampai Minggu (12/8) dinihari. “Delapan orang yang positif narkoba dan sifilis itu, semuanya ada wanita pekerja seks komersil,” terang Yayan kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Yayan merincikan, untuk enam PSK yang positif narkoba diketahui mereka tidak mengonsumsi narkoba saat itu. Tapi beberapa hari yang lalu. “Hasil medisnya demikian,” kata Yayan.

Menurutnya, dari 15 PSK yang terjaring, enam perempuan beroperasi di beberapa panti pijat di Jalan Raya Bogor dan Jalan Tole Iskandar. Sementara sembilan PSK lainnya dijaring saat beroperasi di apartemen Margonda Residence (Mares) IV di Jalan Margonda.

Selain menjaring para wanita pekerja seks, pihaknya juga memberi peringatan keras, terhadap pengelola panti pijat dan pengelola apartemen Mares IV.

“Supaya mereka tidak membiarkan praktek prostitusi terselubung terjadi di tempat mereka dan turut menjaga tempat usaha mereka agar bebas prostitusi,” tegas Yayan.

Yayan mengatakan, para PSK dan semua orang yang terjaring termasuk PMKS dan pemasang spanduk liar, semuanya diamankan ke Kantor Satpol PP Depok.

Sementara, Kepala Bidang Transmas, Tibum dan Pamwal Satpol PP Kota Depok, Kusumo mengatakan, selain wajib menjalani tes urine dan tes kesehatan, mereka yang terjaring razia juga didata dan akan dilakukan pembinaan kepada mereka dengan berkordinasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok.

“Ini agar penanganan terhadap mereka terutama PMKS dan WPS atau wanita pekerja seks, dilakukan menyeluruh,” tandas Kusumo.(rub)

You may also read!

Katar Sukamaju Depok Adakan Jalan Santai Diikuti Seluruh Warga, Jadi Agenda Tahunan

Untuk memperingati Hari kemerdekaan ke-73 RI, warga RW22, Kelurahan Sukamaju, membaut kegiatan jalan santai dan sepedah santai yang diikuti

Read More...

Jalan Santai Isi HUT RI di Depok

DEPOK – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia, warga RT08/10, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, menggelar kegiatan

Read More...

Brigif 17 Upacara Bareng Warga depok

DEPOK – Brigif Para Raider 17/1 Kostrad menggelar upacara kemerdekaan bersama ratusan masyarakat dan Muspika Kecamatan Cimanggis dan Polri.

Read More...

Mobile Sliding Menu