SMP Citra Negara Depok Mulai Tes Potensi Akademik

In Pendidikan
IST FOR RADARDEPOK
POTENSI SISWA: Calon siswa menjalani tes potensi akademik di SMP Citra Negara, kemarin.

DEPOK – Guna melihat kemampuan calon siswa, kemarin SMP Citra Negara (CN) melaksanakan tes potensi akademik (TPA). Sebanyak 253 anak mengikuti tes yang terdiri dari mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, dan ilmu pengetahuan alam (IPA).

Ketua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Nurida Puspita Sari mengatakan, tes tersebut bertujuan untuk melihat potensi siswa untuk dipetakan dan disebar ke masing-masing kelas saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (16/7).

“Nanti saat MPLS ada tes kemampuan dasar lanjutan lagi, berdasarkan akademis dan sikap masing-masing siswa,” kata Sari kepada Radar Depok, saat ditemui di sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Tanah Baru, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji.

Dari 253 calon siswa yang menjalankan tes akademik, 33 anak merupakan calon siswa limpahan yang tidak lolos masuk SMP Negeri melalui jalur Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Rencananya, SMP Citra Negara akan menampung 36 siswa bagi pendaftar menggunakan surat tersebut.

“Kami masih menerima siswa limpahan sampai Sabtu (14/7), dan kita juga sudah membuka booth di beberapa SMP Negeri untuk menjaring siswa,” ungkap Sari.

Hal tersebut dilakukan mengacu pada imbauan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok yang mengatakan bahwa sekolah swasta yang menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBD wajib menampung siswa miskin yang tidak tertampung di sekolah negeri dikarenakan melampaui kuota penerimaan.

Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan untuk jumlah dana BOS APBD yang dialokasikan untuk siswa miskin di sekolah swasta sebesar Rp3 juta per siswa setiap tahun. Dana tersebut akan di transfer ke sekolah setiap semester sebesar Rp1,5 juta.

“Untuk pencairannya menunggu APBD Perubahan Kota Depok. Kemudian, bagi sekolah swasta yang tidak menerima siswa miskin, maka sekolah tersebut tidak mendapatkan dana BOS APBD dan bantuan Kesejahteraam Rakyat (Kesra) untuk guru swasta,” jelasnya.

Thamrin menuturkan, dengan daya tampung dan jumlah sekolah negeri yang terbatas, Disdik pun menentukan kuota penerimaan siswa miskin hanya sebesar 20 persen. Sedangkan, untuk jumlah sekolah negeri yang ada di Depok ada 272 SDN dan 26 SMPN.

“Jadi bukan penolakan oleh sekolah negeri terhadap siswa miskin, tetapi karena daya tampung yang terbatas, sehingga kami membatasi penerimaan siswa miskin sebesar 20 persen di setiap sekolah negeri. Misalnya, daya tampungnya 300 siswa maka siswa miskin yang diterima hanya 60 siswa. Sementara yang mendaftar sekitar 200 siswa miskin di sekolah negeri,” tutup Thamrin. (san)

You may also read!

3.200 Guru Honor di Depok Mogok Ngajar

DEPOK – Pagi ini, ratusan guru honorer si-Kota Depok ontrog gedung DPRD Kota Depok, di Jalan Boulevard, Grand Depok

Read More...

18 Lagu Slank Rockin Fest

DEPOK – Sukses menghentak rangkaian tour Sumatera Agustus lalu. SUPERMUSIC kembali mempersembahkan event bertajuk Rockin Fest. Menariknya, Supermusic kali

Read More...

2020 Pemprov Jabar Tata Situ Depok

DEPOK – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, berencana menjadikan Depok sebagai destinasi wisata situ atau danau. Alasannya, Depok memiliki

Read More...

Mobile Sliding Menu