Sah! Meiyadi Jabat Ketua Askot PSSI Depok

In Depok Sport, Metropolis
IMMAWAN/RADAR DEPOK
Hasil KLB: Ketum Askot PSSI Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi (tengah) memberi sambutan setelah terpilih pada KLB yang dilaksanakan di Kota Bandung, Sabtu (21/7).

DEPOK – Meiyadi Rakasiwi secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Depok periode 2018-2022, melalui Kongres Luas Biasa (KLB) yang digelar di Sekretariat Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Barat, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Sabtu (21/7).

“Dia (Meiyadi, red) terpilih secara aklamasi, lantaran calon ketua yang lain tidak hadir saat KLB,” ujar Ketua Pelaksana KLB Askot PSSI Kota Depok, Mahjudin kepada Radar Depok, kemarin.

Selain Meiyadi, KLB juga memilih Wakil Ketua dan Executife Committee (Exco) Askot PSSI Kota Depok untuk empat tahun kedepan.

“Wakil Ketuanya Raden Gandara Budiana. Sedangkan Exco Hendra Dimun, Nur Abdullah, dan Safrudin,” kata Mahjudin.

Dari 51 klub (voters) yang memiliki hak suara, lanjut Mahjudin, hanya 31 yang hadir.

Meski begitu, Komite Adhoc Normalisasi (KAN) Askot PSSI Kota Depok memutuskan untuk tetap melaksanakan KLB sesuai rencana.

”Hasil KLB pun ditetapkan langsung oleh KAN,” tandas Mahjudin yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Sekolah Sepak Bola Depok (ASSBD).

Ketua Askot PSSI Kota Depok terpilih, Meiyadi Rakasiwi memberikan apresiasi kepada voters dan khalayak sepak bola yang telah memberinya amanah untuk memimipin Askot PSSI.

”Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dan jajaran yang terpilih untuk memimpin Askot empat tahun kedepan,” kata Meiyadi.

Dia berharap dukungan dan doa dari seluruh pihak agar diberikan kekuatan untuk menjalankan program kerja dan roda organisasi Askot PSSI dengan baik.

”Mohon doa dan dukungan baik sebelum pelantikan, setelah dan terus kedepannya,” pungkas Meiyadi.

Sementara itu, calon Exco Askot PSSI Kota Depok, Aprizal Akbar mewakili kelompok voters yang menolak hadir pada pelaksanaan KLB, mengaku menolak keputusan yang dihasilkan oleh KLB.

”KLB ini sudah banyak melanggar aturan. Itu terlihat dari sejumlah kejanggalan yang ada. Mulai dari pelaksanaan KLB di Bandung, undangan yang mendadak diterima voters, dan inervensi Asprov terhadap KP dan KBP,” tegas Aprizal.

Dia menilai pelaksanaan KLB telah dicampuri terlalu banyak kepentingan dan cenderung memaksakan kehendak dari salah satu kelompok. ”Sehingga banyak aturan yang ditabrak,” kata Aprizal. (mg2)

You may also read!

Berangkat Haji, Wakil Walikota Depok: Saya Ingin Fokus Ibadah

DEPOK – Lebih dari satu bulan, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna akan cuti dari pekerjaannya di Balaikota Depok. Karena

Read More...

Analis Sebut Ganjil-Genap Bagus

DEPOK – Ganjil-genap di Jalan Margonda Raya saat sabtu dan minggu, dianggap sangat tepat. Adanya penerapan sistem tersebut akan

Read More...

Siluet Presiden Bertebaran di Kampung Lio Depok

DEPOK – Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mungkin itu pesan yang disampaikan warga Kampung Limo, via gambar siluet. Menyambut hari

Read More...

Mobile Sliding Menu