Polisi Usut Begal Payudara di Depok

In Metropolis
IST FOR RADARDEPOK
DIUSUT : Olah Tempat Kejadian perkara di Jalan Jengkol, Gang Swadaya II, Selasa (17/7)

DEPOK – Mahasiswi berinisial SN, melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya ke Polresta Depok pukul 14:00 WIB, Selasa (17/7).  SN dijemput pihak kepolisian untuk melaporkan tindakan kasus pelecehan tersebut. Alhasil, di hari yang bersamaan Polresta Depok langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Jengkol, Gang Swadaya II RT2/5 Kelurahan Tugu, Cimanggis.

Perempuan berusia 21 tahun itu dibawa ke TKP dan diberikan masker untuk menutupi identitasnya. Kemudian pihak kepolisian meminta SN memberikan keterangan dengan jelas kronologi peristiwa tersebut dengan detail.

Kepada Harian Radar Depok, SN (21) meminta pelaku pelecehan seksual dihukum berat. Termasuk proses persidangan pelaku begal payudara yang sebelumnya terjadi di Jalan Jalan Kuningan Datuk, Beji yang hanya dituntut empat bulan penjara.
Dengan demikian, dia mengkhawatirkan dengan nasib yang menimpanya. Dia mengaku sangat kecewa masih rendahnya perhatian hukum terhadap tuntutan bagi pelaku pelecehan seksual di Kota Depok.
Ia menilai tuntutan yang dijatuhkan JPU Putri Dwi Astrini kepada Ilham Sinna Tanjung (29), pelaku pelecehan seksual terjadi sebelumnya sangat rendah dan tidak sesuai.

“Saya enggak terima sama tuntutannya. Kalau korban yang ada bukti rekaman CCTV saja hanya dituntut hukuman empat bulan penjara, apalagi saya yang di lokasi kejadian enggak ada CCTV. Sudah begitu dia juga enggak ditahan,” kata SN kepada wartawan.

Selain menyayangkan rendahnya tuntutan, ia merasa heran dengan sikap JPU yang merupakan perempuan. Menurutnya, seorang perempuan sepatutnya dapat mengerti bagaimana memposisikan sebagai korban kekerasan seksual. Pasalnya, di ranah publik perempuan lebih rentan menjadi korban kekerasan seksual tanpa memandang penampilan dan status korbannya. “Saya juga mengenakan hijab, sama seperti mba RA. Jadi kekerasan seksual itu bukan masalah penampilan korban. Memang pelakunya saja yang salah. Waktu pas kejadian saya pakai jilbab yang panjangnya sampai tangan dan celana training. Tapi kan tetap saja jadi korban,” katanya.

SN mengaku, mendukung Ilham divonis berat lantaran khawatir rendahnya hukuman tidak akan membuat jera pelaku kejahatan seksual.

Selain SN, polisi juga meminta keterangan dari beberapa saksi mata, seperti E (54) dan dua pria yang sempat mengejar pelaku. Kepada polisi, E menjelaskan, ciri-ciri pelaku yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap SN.

“Badannya berisi, rambut agak ikal, pakai jaket hitam ada kupluknya, celana hitam, dan menggunakan motor Mio hitam,” kata E, di lokasi, Selasa (17/7/2018).

Olah TKP ini, membuat warga sekitar ikut menonton dan mendekati lokasi. Setelah olah TKP selesai, korban bersama pihak kepolisian kembali ke Polresta Depok.

Secara terpisah, Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin juga menyayangkan rendahnya tuntutan JPU.

Ia menuturkan penegak hukum sepatunya memiliki perspektif gender dalam menangani kasus kekerasan seksual. “Harusnya kesadaran penegak hukum dalam keadilan untuk perempuan lebih tinggi. Ini memang PR yang terus dikerjakan gerakan perempuan bertahun-tahun. Sudah ada unit PPA saja perjuangannya panjang,” ujar Mariana.

Sebelumnya, sekira pukul 06:30 WIB, ketika SN berkeliling menjajakan makanan ringan di Gang Swadaya II RT2/5 Kelurahan Tugu, Cimanggis. Ada seorang pria yang tidak dikenal sekelibat melakukan asusila.

Kepada Harian Radar Depok, SN menuturkan, baru sekitar 15 menit berkeliling setelah mengambil makanan ringan, yang hendak dijualnya dari seorang warga sekitar. Tiba-tiba, seorang pria datang dari arah berlawanan. Karena jalannya cuman muat satu motor, akhirnya dia yang membawa box isi makanan berhenti. “Saya berhenti agar bisa lewat,” tutur SN kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Beberapa meter sebelum mendekati SN, pria dengan tinggi sekira 170 centimeter (Cm), sedikit gemuk, mengenakan jaket hitam, dan celana panjang hitam itu menatap tajam ke arahnya. Dengan tetap menatap SN, pria tidak dikenal itu sontak langsung meraba payudara SN tepat di depan dua kontrakan Gang Swadaya II.

“Dia ngelihatin saya terus. Pas dia sampai di depan saya, berhenti kemudian meraba payudara saya. Saya enggak bisa melawan, karena takut dan kedua tangan saya masih membawa makanan yang cukup berat karena baru keluar untuk dagang,” katanya.

Akibat ketakutan, SN hanya bisa diam terpaku melihat pelaku kabur ke arah Jalan Taman Indah 1. Setelah mengendalikan rasa takutnya, dia melanjutkan berkeliling menjajakan donat, panada, risol, dan tahu isi dagangannya.

Namun, sekira tiga meter berjalan pria tidak dikenal tadi memutar arah kembali masuk ke Gang Swadaya II. Ia menghampiri SN dan berpura-pura menanyakan harga makanan ringan yang dijajakan. “Saya sebenarnya takut, tapi saya coba kendalikan rasa takut saya. Apalagi ini makanan punya orang, saya cuman jualin saja. Pas dia nanya harga itu dia kembali meraba dada saya lagi. Di situ saya baru berani melawan,” lanjutnya.

SN kemudian membentak pria tidak dikenal itu, agar berhenti melakukan pelecehan seksual kepadanya. Namun, keberanian SN justru memancing emosi pelaku hingga berani berbuat lebih jauh. “Saya bentak ‘kakak jangan kayak gitu’. Tapi dia malah bilang ‘Enggak apa sebentar saja’. Habis itu dia turun dari motor dan mengeluarkan alat vitalnya yang sudah ereksi. Saya ketakutan dan langsung kabur,” kata SN.

Mendapat perlawanan, pelaku justru kian kalap dan melakukan kekerasan fisik dan melontarkan ancaman kepada SN. Dia nempeleng kepala SN yang hendak lari dan mengancam akan membunuh SN. “Dia bilang ‘Aku bunuh kamu!’ sambil tempeleng kepala saya ke bawah sampai saya mau jatuh, mungkin karena saya mau lari makannya dia memukul kepala saya,” bebernya.

Takut diancam dibunuh, SN berteriak kencang meminta pertolongan kepada warga sekitar. Sayang kala itu tidak ada warga yang sedang beraktivitas di Gang Swadaya II, sehingga pelaku berhasil meloloskan diri.

“Waktu kejadian sepi, enggak kayak biasa saya dagang. Tapi ada Ibu Enci yang mendengar teriakan saya dan langsung melongok ke jalan. Teman kampus saya yang ngontrak di sana juga sempat mengejar pelaku, tapi enggak tertangkap,” tuturnya.(rub)

You may also read!

Katar Sukamaju Depok Adakan Jalan Santai Diikuti Seluruh Warga, Jadi Agenda Tahunan

Untuk memperingati Hari kemerdekaan ke-73 RI, warga RW22, Kelurahan Sukamaju, membaut kegiatan jalan santai dan sepedah santai yang diikuti

Read More...

Jalan Santai Isi HUT RI di Depok

DEPOK – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia, warga RT08/10, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, menggelar kegiatan

Read More...

Brigif 17 Upacara Bareng Warga depok

DEPOK – Brigif Para Raider 17/1 Kostrad menggelar upacara kemerdekaan bersama ratusan masyarakat dan Muspika Kecamatan Cimanggis dan Polri.

Read More...

Mobile Sliding Menu