PKL GDC Ontog Balaikota Depok

In Metropolis
IST FOR RADARDEPOK
DITERTIBKAN : Korps penegak perda bersama tim terpadu menertibkan ratusan PKL GDC, Minggu (15/7).

DEPOK – Hari ini puluhan pedagang kaki lima (PKL) Grand Depok City, melawat ke Balaikota Kota Depok. Kedatangannya tak lain dan tak bukan, untuk bertemu pejabat dan mencari solusi atas pembongkaran paksa Korps Penegak Perda, Minggu (15/7).

Salah satu pedagang, Z Kasim menyebutkan, setelah berunding untuk menghasilkan kesepakatan. Akhirnya 80 PKL GDC akan menemui pejabat daerah Depok untuk mencari solusinya. “Jadi, pedagang yang sudah melakukan perjanjian bisa hadir,” terangnya.

Menurutnya, ketika berbicara dengan Satpol PP pedagang GDC hari minggu sudah mencapai 2.000 pedagang. Ribuan pedagang itu dari kantor DPRD, Damkar, PLN GDC sampai ujung Pasar Pucung. Akibat banyaknya pedagang, akhirnya sampah selalu berserakan sampai sore. “Satu lapak dikenakan Rp500 ribu sampai Rp1 juta, mungkin ada yang Rp2 juta. Iuran itu dipungut oleh ormas,” tuturnya.

Terpisah, Kasatpol PP Kota Depok, Yayan Arianto mengatakan, sedikitnya ada 625 lapak PKL GDC yang dibongkar paksa.

“Setelah kami hitung dari jumlah tenda lapak yang kami sita serta titik lapak yang ada di 4 titik di kawasan GDC, ada sekitar 625 lapak PKL yang kami tertibkan hari ini,” kata.

Menurutnya, lapak tenda dan kios yang dibongkar paksa ada di empat titik lokasi. Mulai dari di jembatan GDC, depan Waterboom Aladin, di sekitar Kantor Damkar Depok sampai depan BPN Depok hingga di Sektor Melati.

Sebagian besar lapak yang dibongkar katanya adalah mereka yang biasa membuka warung tendanya setiap hari Minggu pagi.

Sebab sejak Minggu dinihari, para pedagang kaki lima (PKL) liar ini sudah mulai mempersiapkan dagangan dan membuka tenda lapaknya.

Selain itu kata Yayan, di bekas lokasi lapak yang dibongkar di pasang plang pemberitahuan bahwa tidak boleh berjualan di sana karena akan dianggap melanggar Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Yayan menuturkan, pembongkaran paksa dilakukan karena para pedagang kaki lima di sana menggunakan sisi jalan dan fasilitas umum serta fasilitas sosial untuk berjualan.

“Mereka berada di jalur hijau dan taman kota. Selain itu, mereka berjualan bukan di tempat yang semestinya, sehingga mengganggu ketertiban umum karena membuat kawasan GDC kerap macet, setiap hari Minggu,” tuturnya.

Dalam penertiban ini pihaknya menyita puluhan tenda kios, beberapa tabung gas serta tungku bakar sosis. “Ada sekitar 181 personel gabungan yang kami turunkan dalam penertiban kali ini,” tandasnya.(rub)

You may also read!

Polresta, Kejari, Mandek… Kejari Menunggu Pengembalian Berkas Korupsi

DEPOK – Sepertinya Polresta Depok bisa leluasa melengkapi berkas perkara korupsi Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari)

Read More...

Gara-gara Naavagreen Nyamuk Saja Jatuh, Grand Opening Hari Ini

DEPOK – Kebutuhan perawatan kulit wajah dan tubuh, sudah menjadi perhatian penting bagi perempuan maupun laki-laki. Apalagi di zaman

Read More...

Soal Limbah Situ Rawa Kalong, Pemkot Depok Tunggu Hasil BBWSCC

DEPOK – Tercemarnya Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug,  Cimanggis sudah tak terbendung. Saat ini, Pemkot Depok tengah menunggu

Read More...

Mobile Sliding Menu