Pimpinan BPJS Kesehatan Depok Turun Gunung Melayani

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERI PELAYANAN : Direksi Bidang Perencanaan dan Evaluasi Organisasi BPJS Kesehatan Arief Witjaksono saat memberi pelayanan terhadap warga di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Depok, Ruko Saladin Square, kemarin

DEPOK – Ada pemandangan yang tak biasa, di Kantor Badan Penyelengaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Depok, Kamis (12/6). Direksi BPJS Kesehatan langsung melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Aksi tersebut disajikan demi merayakan hari jadi ke-50 BPJS Kesehatan pada 15 Juli.

Deputi Direksi Bidang Perencanaan dan Evaluasi Organisasi BPJS Kesehatan, Arief Witjaksono menjelaskan, pelayanan BPJS Kesehatan langsung ke masyarakat dalam rangka kegiatan HUT ke-50 BPJS Kesehatan.

Para Direksi dan senior leader badan jaminan kesehatan nasional ini, mengantikan sementara tugas frontliner untuk melakukan layanan langsung kepada peserta JKN-KIS yang mendatangi kantor Cabang BPJS Kesehatan.

“Berinteraksi dan melayani peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di kantor cabang BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” kata Arief, kepada Harian Radar Depok, Kamis (12/6).

Menurut dia, penerapan sistem jaminan sosial jika dibandingkan negara lain. Indonesia pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan terbilang amat pesat. Dalam waktu 4 tahun, sambungnya, program JKN-KIS telah mengover  hampir 80 persen dari total penduduk di negeri ini.

Sedangkan jika dibandingan negara lain, Jerman yang sudah  menjalankan jaminan kesehatan selama 120 tahun baru mengover 85 persen dari populasi penduduknya.

Austria menjalankan selama 79 tahun dan mengover 99 persen populasi.

“Lalu Jepang memerlukan waktu selama 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 persen populasi penduduk,” bebernya.

Program JKN-KIS telah menjadi program kesehatan terbesar di dunia. Jika melihat jumlah kepesertaan yang telah melampaui 198,8 juta jiwa dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution.

“Jumlah dilastikan akan terus bertambah hingga tercapai Cakupan Kesehatan Semesta. Sehingga nanti seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan,” bebernya.

Dia menambahkan, dalam memberikan pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22. 247 Fasilitas Kesehatan Tingkata Pertama (FKTP) yang terdiri dari 9.881 Puskesmas, 5.023 dokter praktik perorangan, 5.437 klinik non rawat inap, 643 klinik rawat inap, 20 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 dokter gigi.

“Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kezehatan telah bermitra dengan 2.397 rumah sakit dan klinik utama, 1607 Apotik, dan 1.079 Optik,” bebernya.

Sementara, Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Depok, Maya Febriyanti Purwandari menuturkan, pelayanan kesehatan untuk para peserta JKN-KIS telah bekerjasama dengan 127 FKTP yang terdiri 32 Puskesmas, 12 dokter praktik perorangan, 80 klinik pratama, dan 3 dokter gigi praktek perorangam. “Untuk FKRTL, BPJS Kesehatan telah berminat dengan 19 rumah sakit dan 8 klinik utama, serta 16 apotek dan 7 optik,” kata Maya. (irw)

You may also read!

SMPIT NF Depok Berkibar di HKIMO 2018

DEPOK – Empat siswa SMPIT Nurul Fikri (NF) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Kali ini dipersembahkan dari

Read More...

30 Taruna Diberi Penghargaan Bintang Teladan

DEPOK – Sebanyak 30 taruna SMK Nasional Depok kelas XI dan XII meraih penghargaan Bintang Teladan dari pihak sekolah

Read More...

Porseni SMAN 3 Depok Rayakan HUT ke-28

DEPOK – Dalam rangka merayakan HUT ke-28 SMAN 3 Depok, digelar kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Kegiatan yang

Read More...

Mobile Sliding Menu