Pengawas Warning PT SPI

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
GERUDUK PEMKOT DEPOK : Sejumlah buruh PT SPI saat bernegoisasi dengan petugas keamanan sebelum melakukan pertemunan dengan perwakilan pemerintah kota mengenai gaji dan thr yang belum dibayar oleh perusahaan di Kantor Balaikota Depok, Selasa (26/6).

DEPOK – UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor, bakal mengeluarkan nota 2 ke  PT Sinar Prima Indonesia (SPI). Surat peringatan itu dilayangkan menyusul pabrik di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kelurahan Kedaung, Sawangan belum jugamembayar upah dan THR yang menjadi hak pekerja SPI.

“Jika masih tetap tidak mematuhi akan dikeluarkan Nota 2. Nota 2 ini sebetulnya menegaskan kembali dari isi Nota 1, jika tidak dipatuhi akan dilakukan penyidikan,” tegas Kepala UPTD Wasnaker Wil I Bogor, Mamun Rizal, kepada Harian Radar Depok, Kamis (12/6).

Usai diberikan Nota 1 kepada pihak PT SPI, kata dia, pihak perusahaan menjanjikan akan membayarkan, jika karyawan bekerja dulu. Tapi kenyataannya, sampai saat ini belum dibayar. Ini kata dia, sangat memprihatinkan sekali.

“Sebetulnya kewenangan kami adalah memeriksa apabila upah tidak sesuai UMK. Jika upah belum dibayar itu harus dimediasi oleh mediator dari Disnaker Kota Depok,” beber dia menjelaskan.

Kata dia, penanganan kasus ini pihaknya sudah sesuai SOP dalam hal pengawas sudah melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan, yaitu dengan mengeluarkan Nota 1, yang isi agar Pengusaha segera membayar upah dan THR yang menjadi hak pekerja. “Kami masih menunggu realisasi yang sedang dilakukan pengusaha. Sebetulnya, untuk masalah pembayaran upah, dimediasi oleh mediator dari Disnaker Kota Depok,” kata dia.

Terpisah, Pelaksana Tata Naskah UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor, Yoyo Sunaryo menuturkan, dalam mediasi  disaksikan Disnaker Depok, Polresta Depok, pengawas tenagakerja, perwakilan pihak perusahaan dan karyawan. Dalam mediasi manajemen PT. SPI tidak bisa membayarkan gaji dan THR karena tidak ada uang.

“Untuk tupoksi UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor telah memfasilitasi tenagakerja  dan pengusaha, alhasil sama jawabannya. Pihak perusahaan tidak ada uang untuk membayarkan hak mereka (karyawan),” tuturnya.

Sebelumnya, pekerja PT SPI kembali berdusta. Gaji dua bulan dan tujangan hari raya (THR), sejauh ini baru dibayarkan Rp500 ribu kepada pekerja.

Salah Satu pekerja R Adhe mengatakan, Rabu (4/7) pekerja baru dibayar Rp500 ribu. Masih jauh dari kata 50 persen, apalagi 80 persen seperti janji yang diberikan. Jumat ini PT SPI janji mau bayar lagi, entah berapa masih belum jelas. Parahnya, kata dia Sabtu disuruh kerja lagi, kalau tidak kerja THR tidak turun. “Berarti Jumat nanti gak mungkin semua gaji bisa dilunasi. Dan kalau yang mengajukan resign gajinya semua hangus,” terangnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, gaji dua bulan dan gaji sejauh ini baru dibayarkan Rp500 ribu. Tapi pegawai diminta kerja. Jika, jumat nanti tidak ada kejalasan semua pekerja akan kembalai mogok kerja. “Jumat aksi karyawan kumpul lagi,” tegasnya.(irw)

 

 

You may also read!

Dorong Raperda LGBT

DEPOK – Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Depok mendukung pembuatan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender

Read More...

Mural Obat Jenuh Macet Juanda Depok

DEPOK – Dengan diadakannya perhelatan Depok Mural Competition (DMC) yang diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kota

Read More...

Ikadi Depok Bekali Kader DKM di UI

DEPOK – Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Depok menggelar pelatihan khatib Jumat untuk membekali 102 kader Dewan Kemakmuran Masjid

Read More...

Mobile Sliding Menu