Ojol di Jalan Kartini, Kota Depok Ditertibkan

In Satelit Depok, Wilayah Depok
IMMAWAN/RADAR DEPOK
PEMBAHASAN: Dishub Kota Depok mengadakan jajak pendapat dengan pengemudi ojol, berkaitan dengan banyaknya pengemudi ojol yang mangkal di bahu jalan.

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok menggelar jajak pendapat dengan pengemudi ojek online (ojol) di Aula Kantor Kecamatan Pancoranmas,Jalan Kartini Nomor 9, Kelurahan Depok pada Selasa (17/7).

Jajak pendapat dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah aplikator penyedia jasa transportasi online, komunitas pengemudi ojol, dan perwakilan warga sekitar kawasan Stasiun Depok Lama.

Kepala Dishub Kota Depok, Dadang Wihana menerangkan, jajak pendapat dilaksanakan untuk mencari solusi atas kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Kartini, tepatnya di depan jalan masuk ke Stasiun Depok Lama (stadela).

“Salah satu penyebabnya adalah, banyak pengemudi ojol yang banyak di bahu jalan dan melawan arus,” terang Dadang kepada Radar Depok, kemarin.

Menurut Dadang, aturan yang berlaku telah dengan tegas mengatakan, ojol tidak memiliki dasar hukum sebagai moda transportasi umum. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran ojol amat membantu masyarakat.

“Karena ini isu sensitif, kita perlu mencari solusi yang komprehensif dan menyeluruh,” ujar Mantan Lurah Depok Jaya tersebut.

Setelah berdiskusi, lanjut Dia, jajak pendapat menghasilkan beberapa poin yang diharapkan dapat mengatasi pesoalan yang terjadi.

”Solusi terbagi menjadi solusi jangka pendek dan jangka panjang,” imbuhnya.

Sebagai solusi jangka pendek, kata Dadang, komunitas pengemudi ojol yang hadir pada jajak pendapat akan memberi pengertian kepada pengemudi ojol lain untuk tidak menunggu penumpang di bahu jalan.

”Aparat akan menertibkan pengemudi yang menolak untuk bekerja sama dan tetap mangkal di bahu jalan,” katanya.

Kemudian, Dia melanjutkan, tim lapangan yang terdiri dari perwakilan warga dan pengemudi ojol akan dikerahkan untuk mencari titik-titik lahan di sekitar stadela, yang sekiranya dapat dijadikan lokasi shelter.

”Pendirian shelter dan base camp besar adalah solusi jangka panjangnya,” kata Dadang.

Selain itu, Dadang dan peserta jajak pendapat sepakat untuk mendorong aplikator ikut serta dan bertanggung jawab mengatasi persoalan ini.

”Aplikator memegang peranan penting, dan ini merupakan tanggung jawab bersama. Jangan sampai aplikator hanya mau untungnya saja,” tuturnya.

Dadang berharap, dengan upaya yang dilakukan ini, dapat terbangun ketertiban di lingkungan stadela. Yaitu, lalu lintas yang lancar, tidak ada kendaraan sembarangan parkir di bahu jalan dan semua tertata dengan manusiawi.

”Intinya, harus ada penataan. Semoga ada solusi. Mungkin akan sulit untuk memuaskan semua pihak, minimal sudah ada upaya mencari solusi,” tandasnya.(mg2)

You may also read!

Jalan Santai Isi HUT RI di Depok

DEPOK – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia, warga RT08/10, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, menggelar kegiatan

Read More...

Brigif 17 Upacara Bareng Warga depok

DEPOK – Brigif Para Raider 17/1 Kostrad menggelar upacara kemerdekaan bersama ratusan masyarakat dan Muspika Kecamatan Cimanggis dan Polri.

Read More...

Junjung Nilai Perjuangan dengan Lomba

DEPOK – Menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan para pahlawan dapat dilakukan dengan bermacam cara. Warga RT05/01, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, melakukannya

Read More...

Mobile Sliding Menu