Naik Level

In Utama
Fahmi Akbar, Redaktur Pelaksana Radar Depok

Sewindu. Tahun ini, 15 Juli 2018 Harian Radar Depok alhamdulillah sudah beranjak usia ke delapan. Perjalanan panjang dilalui dari berbagai sandungan dan jalan yang terjal. Tak mudah mempertahankan brand Koran Depok Sesungguhnya di Kota Depok. Berbagai upaya dikucurkan armada Radar Depok, untuk tetap menjadi nomor satu. Kami ingat betul era digital mulai menjajah informasi di milenial ini. Ditambah dengan edannya media sosial (Medsos), yang dalam hitungan detik dapat tersebar ke khalayak luas. Tapi, kami tidak diam dan bermalas-malasan, dengan kehadiran virus yang kebenarannya masih ambigu itu.

Awal 2018, akun facebook Radar Depok disulap menjadi Radar Depok Update. Kalau mau bergabung bisa nimbrung di akun baru kami, kita ramaikan. Insya Allah setiap ada masalah dan aduan pasti ditindaklanjuti. Tak hanya facebook, kami juga memiliki instagram (IG) resmi yang selalu memposting pdf terbaru Harian Radar Depok, informasi dan tingkah laku seputar Depok. Terhitung empat bulan followers Radar Depok sudah 4.531. Acap kali mengupload ada saja warga Depok yang nyeletuk, nyinyir dan memberikan solusi terhadap problematika di kota yang dulu disebut Sejuta Belimbing.

Get up stand up, sampai disitu kami belum puas. Kami membangun media online. Coba buka www.radardepok.com. Website yang sudah membumi di Depok ini, menawarkan ragam berita yang disajikan. Tidak melulu berita bad news disukai. Di web kami kegiatan kemasyarakatan dapat dilihat berulang kali sampai bosen. Bukti dari hidupnya media dapat dilihat dari pariwaranya. Berdasarkan Alexa, traffic www.radardepok.com terus naik. Dalam analisis Alexa ada seribu lebih setiap harinya yang membuka dan membaca www.radardepok.com. Jika tidak percaya coba buktikan sendiri. Adanya peningkatan itu kami puas?, tidak sama sekali.

Seperti lagu Perfect yang disenandungkan Ed Sheeran. Ketika cinta harus menyelaminya dan dituntut kejelasannya. Radar Depok mengikuti aturan Dewan pers. Hujan besar tak mematahkan saya bersama Muhammad Agung HR, ke Gedung Dewan Pers Lantai 7-8 Jalan Kebon Sirih No.32-34 Jakarta, 18 Januari 2018. Kedatangan kami disambut Mas Aldo bagian pendataan Dewan Pers. Saat itu kami menanyakan data Radar Depok yang belum diverifikasi. Apakah ada kekurangan. Benar saja, dalam administrasi ada yang kurang.       “Alamat percetakan dan penanggung jawab dalam boks redaksi tidak ada pak. Jadi harus dilengkapi. Dan kalau sudah tolong dikirim ke Dewan Pers tiga edisi secara berturut-turut,” ucap Mas Aldo.

Dengan membawa data kekurangan kami pun kembali pulang. Atas permintaan Dewan Pers akhirnya semuanya dilengkapi. Lama menunggu dan kerap mengecek website Dewan Pers, nama Radar Depok belum juga terverifikasi. Galau, resah dan gelisah bercampur. Ada apakah dengan ini. Akhirnya, untuk yang kesekian kalinya kembali ke Dewan Pers memastikan kelengkapan data, saat itu tanggal 19 Februari 2018. Maklum, di 2017 semua admisnitrasi merasa sudah lengkap. Cuaca pun lagi-lagi tidak bersahabat. Hujan deras sekelibat jatuh dari langit ketika saya bersama Agung menyusuri Jalan Kebon Sirih. Sedikit berlari, agar tidak basah kuyup, sampai juga diparkiran gedung berkelir biru itu.

Di lantai teratas gedung sangat sepi. Kami bertemu dengan pak Budi. Karena dia bukan dari dewan pers, akhirnya kami diminta menghubungi ibu Lestari alias Uci. Hampa dan kosong iya, karena kami tidak dapat informasi apa-apa disana. “Ini mas nomor kontak mba Uci,” kata bapak kemeja putih itu. Kami berdua pun langsung mencoba konfirmasi. Hingga beberapa menit tak ada tanggapan, kami pun pulang.

16 Maret 2018, tiba-tiba nama Radar Depok sudah tertera dengan jajaran media yang sudah terverifikasi. Kabar itu langsung diberi tahu mba Uci. Dengan bangganya kami pun senang bukan kepalang. Bayangkan, di Kota Depok baru Radar Depok koran lokal yang sudah terverifikasi. Kenapa ini penting buat kami, ya jelas ini penting. Selain amanat Undang-undang dan aturan, data ini juga sebagai bahan apakah Radar Depok ilegal atau legal. Sah, akhirnya kami legal. Apalagi, belum lama tepatnya 10 Juli 2018, dewan pers ke base camp Radar Depok memastikan verifikasi faktual.

Secara institusi Radar Depok sudah full mengikuti aturan. Ditambah lagi, beberapa perajuritnya sudah diakui berkompeten. 11-12 April 2018 saksinya. Perwakilan Harian Radar Depok menakar diri ilmu jurnalistik, yang sudah diselami selama hampir delapan tahun. Redaktur Pelaksana Radar Depok, saya bersama Muhammad Agung HR dan reporter Radar Depok M Irwan, menjajalnya. Di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Diskarpus) Kota Depok, terselenggara Uji Kopetensi wartawan (UKW) Angkatan XVIII PWI Jawa Barat.

Selama dua hari memang sedikit was-was, gara-garanya kalau tidak lulus dinyatakan tidak berkompeten. Masa iya selama bertahun-tahun menimba ilmu tidak lulus. Tingkat Utama dalam UKW merupakan jenjang yang tertinggi. Saya bersama Agung bisa melawatinya tanpa ada sedikit kendala. Begitu juga dengan Irwan yang mengikuti UKW jenjang muda. Dari jenjang Utama, Madya dan Muda terdapat sembilan kuli tinta yang dinyatakan tidak berkompeten. Sementara sisanya 38 junalis dinyatakan “alus pisan” oleh panitia.

Sejumlah fakta ini, tandanya kami tidak main-main dalam memberikan informasi. Apalagi sampai ada unsur like and this like. Profesionalisme dan berimbang selalu dijaga Radar Depok. Bila ada yang merasa dirugikan dan memang ada yang salah, jangan segan-segan somasi kami. Sejumlah kritikan, keluhan dan gertakan membuat kami terpecut. Kini, 15 Juli 2018 kami sudah berusia delapan tahun. Sejak pertama kali mengudara 15 Juli 2010, selalu komitmen menyajikan berita tidak pernah putus. Ini bukti Radar Depok memanjakan para pembaca, nara sumber, relasi dan khalayak Kota Depok. Kami besar, baik, padu dan tersebar berkat dukungan seluruh pihak. Tolong bantu untuk tetap berfaedah.(*)

You may also read!

Mediasi Aruba Gagal

DEPOK – Kisruh di perumahan Aruba Residence di Jalan Pemuda Pancoranmas, antara warga dan pengembang hingga saat ini masih

Read More...

Ribuan Santri Depok Long March Lima Kilometer

DEPOK – Ribuan santri Kota Depok mengikuti kirab santri dan melakukan long march sejauh lima kilometer, di Jalan Raya

Read More...

Walikota Depok Ajak Warga Sayangi Jantung

DEPOK – Salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia ialah jantung, yang menjadi pusatnya kehidupan. Untuk itu, Wali Kota

Read More...

Mobile Sliding Menu