Morula IVf Margonda Gelar Fertility Sharing

In Ekbis
Febrina/Radar Depok
INFORMATIF : Salah satu pemberi materi pada seminar Fertility Sharing yaitu Profesor Arief Boediono,PhD menjelaskan kepada peserta yang hadir.

DEPOK – Klinik bayi tabung Morula IVf Margonda yang berlokasi di Rumah Sakit Bunda Margonda menggelar seminar Fertility Sharing dengan tema Never Give Up and Catch Your Hope. Hadir sebagai pembicara dr. Huthia Andriyana, SpOG, dr. Merry Amelya, SpOG, dan Profesor Arief Boediono,PhD di Auditorium Atlanta Residence (8/7). Seminar ini digelar guna memberikan informasi terkait infertilitas, dengan narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Membahas seputar penyebab dan masalah-masalah infertility, penanganan infertility, dan peranan laboratorium pada Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB).

“Kami hadirkan informasi yang memang dibutuhkan untuk pasangan yang ingin punya keturunan, lebih cepat maka lebih baik,” ujar Profesor Arief Boediono,PhD kepada Radar Depok.

Profesor Arief Boediono,PhD menjelaskan, salah satu teknologi reproduksi berbantu yakni In Vitro Fertilization (IVF), atau biasa dikenal bayi tabung, yang merupakan proses pembuahan sel telur dengan sperma yang terjadi di luar tubuh wanita. Program bayi tabung merupakan proses yang efektif dalam penanganan gangguan kesuburan seperti kualitas/kuantitas sperma yang buruk, adanya penghalang antara telur dan sperma, masalah ovulasi, dan masalah interaksi sel telur dan sperma.

“Namun tentunya sebelum menjatuhkan pilihan ke bayi tabung, pasangan suami istri terlebih dahulu dicek sehingga bisa dilakukan tindakan sesuai kondisi mereka,” ungkapnya.

Profesor Arief Boediono,PhD menuturkan, Morula IVF Indonesia telah terdaftar sebagai klinik fertilitas pertama dan satu-satunya yang mendapat sertifikat “Reproductive Technology Accreditation Commiittee Code of Practice (RTAC), dari The Joint Accreditation System of Australia and New Zealand (JAS-ANZ). Hingga saat ini telah berhasil melahirkan ribuan bayi, dan mewujudkan impian banyak pasangan untuk memiliki buah hati. Bahkan bisa ditreathment untuk pembentukan kromoson jenis kelamin anak menggunakan teknologi.

“Disini dengan kecanggihan teknologi, maka proses pembekuan embrio bisa dilakukan dan ditransfer sehingga memudahkan pasangan suami istri meski ada jarak misal dalam pekerjaan,” tegasnya.

dr. Huthia Andriyana, SpOG menambahkan, sebaiknya memang pasangan suami istri yang sudah menikah selama setahun dan rutin berhubungan intim namun belum memiliki keturunan sebaiknya memeriksakan diri. Semakin cepat diperiksa maka semakin cepat mendapat penanganan sesuai permasalahan yang dihadapi. Karena usia wanita diatas 35 tahun, cadangan sel telurnya mulai berkurang, sehingga dapat mengurangi keberhasilan kehamilan. Permasalahan dalam keterlambatan memiliki keturunan banyak sekali, baik dari perempuan, laki-laki, keduanya.

“Semakin cepat diperiksa tentunya penanganannya yang tepat akan lebih cepat diberikan,” tutup Huthia.(ina)

 

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu