Menaker: Butuh Teladan Orangtua

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DIBUKA: (dari kanan) Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di dampingi Dewan Pertimbangan Presiden Jenderal Tni (Purn) Agum Gumelar, Walikota Depok Mohammad Idris, dan Ketua Yayasan SD Karakter Genius Islamic High School Susanto saat membuka Seminar Nasional dengan tema Penguatan Karakter Anak di Era Digital di Gedung SD Karakter Genius Islamic High School, Jalan SMP Segar, Sidamukti, Kecamatan Cilodong, Rabu (18/7).

DEPOK – Membentuk karakter anak di era digital dianggap sebagian orangtua cukup sulit dibanding eranya dahulu. Karena, anak-anak generasi milenials sudah terpengaruh dengan perkembangan gadget, hingga sebagian orangtua menilai hal tersebut dapat membawa unsur negatif terhadap perkembangan anaknya.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan, dalam mendidik anak di era serba digital dibutuhkan keteladanan dari orangtua. Karena salah satu faktor utama membentuk karakter anak dimulai dari lingkungan di sekitarnya.

            Lingkungan ada dua yakni lingkungan kecil (rumah, Red) dan lingkungan besar. Jadi jika ingin membentuk karakter anak harus dari orangtuanya terlebih dahulu baru ke lingkungan sekitar, kata Hanif dalam acara Seminar Nasional di SD Karakter Genius Islamic School, Kelurahan Sidamukti, Kecamatan Cilodong, kemarin (18/7).

Hanif menjelaskan, orangtua diharapkan dapat mengajarkan sikap dan perilaku yang baik kepada anak. Karena dengan melihat perilaku orangtua, akan dijadikan contoh dan direkam di dalam otak sang anak sampai dirinya dewasa.

“Keteladanan itu mahal jadi sebagai orangtua harusnya tahu bahwa anak belajar dari contoh yang diberikan orangtua kepada mereka. Jadi perbanyak contoh yang baik untuk penguatan karakter anak,” jelasnya.

Selain orangtua, Hanif juga mengatakan bahwa lingkungan sekitar anak-anak seperti teman bermainnya juga turut diperhatikan. Karena itu menjadi faktor pendukung pembentukan karakter anak ketika berada di luar jangkauan orangtua.

“Karakter itu bukan hanya keteladanan, tapi juga kejujuran, moral, motivasi, dan kinerja. Semua unsur itu harus dimiliki anak dan orangtuanya,” tandas Hanif.

Senada, Ketua Yayasan Genius Islamic School, Susanto mengatakan, orangtua patut diberikan edukasi dalam mendidik anak melalui seminar. Ini sebagai upaya mengikat komitmen untuk bersinergi bersama sekolah dalam mencetak generasi unggul dan kompetitif.

“Pendidikan karakter bukan hanya tugas sekolah, tetapi orang tua. Karena itu, kita sama-sama duduk berdiskusi tentang hal ini. Dengan demikian, baik orang tua dan guru berperan aktif dalam memberikan penanaman yang kuat terhadap perilaku positif di keseharian mereka,” kata Susanto yang juga menjabat Ketua KPAI tersebut.

Sementara itu, Walikota Depok Mohammad Idris mengapresiasi kegiatan Seminar Nasional yang digelar SD Karakter Genius Islamic School (GIS) Kecamatan Cilodong, terkait Penguatan Karakter Anak di Era Digital. Idris menilai, penanaman karakter pada siswa sesuai dengan fokus Pemkot Depok selama ini agar ke depan bangsa Indonesia mampu melahirkan generasi yang unggul.

“100 tahun negara Indonesia merdeka, merupakan tahun keemasan negara kita. Karenanya, untuk menunjang itu, kita butuh pemimpin-pemimpin bangsa yang berkualitas,” ujar Idris.

Selain itu lanjut Idris, dari sisi Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok merupakan daerah yang fokus mendukung terhadap pendidikan karakter. Di antaranya, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan juga di visi Kota Depok sebagai Kota Pendidikan.

“Sementara itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Kota Depok ditetapkan sebagai kota niaga dan berwawasan lingkungan. Kedua hal ini, bisa terwujud ketika Sumber Daya Manusia (SDM) Depok memiliki karakter yang baik,” beber Idris.

Dilokasi yang sama, Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar menuturkan, hal-hal yang bersifat aplikatif (penerapan) sangat berdampak besar pada pembentukan karakter anak.

“Suatu pengalaman adalah pengetahuan yang bisa diserap secara langsung oleh anak, untuk itu perbanyak menceritakan hal-hal (pengalaman) kepada anak, karena pembentukan keluarga dimulai dari keluarga sendiri,” tandasnya. (san)

You may also read!

Berangkat Haji, Wakil Walikota Depok: Saya Ingin Fokus Ibadah

DEPOK – Lebih dari satu bulan, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna akan cuti dari pekerjaannya di Balaikota Depok. Karena

Read More...

Analis Sebut Ganjil-Genap Bagus

DEPOK – Ganjil-genap di Jalan Margonda Raya saat sabtu dan minggu, dianggap sangat tepat. Adanya penerapan sistem tersebut akan

Read More...

Siluet Presiden Bertebaran di Kampung Lio Depok

DEPOK – Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mungkin itu pesan yang disampaikan warga Kampung Limo, via gambar siluet. Menyambut hari

Read More...

Mobile Sliding Menu