Meiyadi Lolos dan Syafril Dicopot

In Depok Sport, Satelit Depok, Wilayah Depok
Dedy Juansyah, Ketua KBP KLB Askot PSSI Kota Depok

DEPOK – Akhirnya, Komite Adhoc Normalisasi (KAN) Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Depok mengizinkan Komite Banding Pemilihan Kongres Luar Biasa (KBP-KLB) Askot PSSI Kota Depok mensosialisasikan keputusan rapat yang mereka tetapkan di Kota Bandung, pada Senin (9/7).

Ketua KBP KLB Askot PSSI Kota Depok, Dedy Juansyah menerangkan, keputusan pertama yang ditetapkan pada rapat tersebut adalah penunjukan dirinya sebagai ketua baru KBP, menggantikan ketua KBP hasil Kongres Tahunan Askot PSSI Kota Depok, Syafril Arsyad.

“KAN menetapkan ulang Ketua KBP, karena Ketua Sebelumnya (Syafril Arsyad) tidak hadir di rapat KBP,” ujar Dedy kepada Radar Depok.

Dia menjelaskan, rapat yang dibuka langsung oleh Ketua KAN PSSI Kota Depok, Tommy Apriantono tersebut hanya dihadiri oleh tiga orang anggota KBP. Yakni, Dedy Juansyah, Dedi, dan Fathoni Munawar.

”Agar rapat bisa dilanjutkan, ketua KAN yang bertindak sebagai presidium sementara, menetapkan saya sebagai Ketua KBP setelah anggota yang lain mengaku tidak bersedia,” ucap Dedy.

Setelah terpilih, Dedy pun mengambil alih forum dan melanjutkan sidang ulang KBP untuk membahas pengajuan banding Meiyadi Rakasiwi.

Kemudian, lanjut Dedy, melalui Surat Keputusan KBP PSSI Kota Depok Nomor: S.KEP-02/DPK/KBP/VII-2018, pihaknya menerima permohonan banding Meiyadi Rakasiwi dan menetapkannya sebagai calon Ketua Askot PSSI Kota Depok untuk dipilih dalam KLB PSSI Kota Depok tahun 2018. Namun, Dedy enggan menceritakan alasan pihaknya meloloskan Meiyadi Rakasiwi.

“Setelah sidang ini, tahapan selanjutnya tinggal pelaksanaan KLB di tanggal 21 Juli 2018,” katanya.

Dedy berharap, semua pihak dapat menerima keputusan ini, sehingga tahapan KLB dapat berlangsung dengan kondusif. Demi membangun persepakbolaan di Kota Depok.

“Kesampingkan dulu kepentingan politik dan golongan,” katanya.

Sementara, Ketua KBP hasil Kongres Tahunan Askot PSSI Kota Depok, Syafril Arsyad menilai, keputusan yang dilakukan oleh Asprov ini telah menyimpang dari statuta yang berlaku di PSSI.

“Sekali lagi, mereka itu memaksakan kehendak. Entah statuta mana yang mereka pakai sebagai dasar pengambilan keputusan itu,” imbuhnya.

Menurut Syafril, kalau mau intervensi, seharusnya Asprov bisa memilih cara yang lebih elegan. Yaitu, dengan melaksanakan kongres sebagai forum tertinggi di tubuh PSSI.

”Mulai dari awal dengan agenda penyelesaian secara cepat. Ada calon lagi dan tahapan KLB bisa dilakukan dalam waktu yang lebih singkat,” tandasnya. (mg2)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu