Mahasiswa FKM UI PBL di Bogor

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
PENELITIAN: Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia melakukan Praktek Belajar Lapangan (PBL) di Kecamatan Babakan Madang, Bogor.

DEPOK – 223 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyrakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) angkatan 2015 melaksanakan kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL) di Kecamatan Babakan Madang, Bogor, selama satu bulan ke depan, terhitung sejak kemarin (13/7).

Wakil Dekan 1 FKM UI, Sabarinah Prasetyo mengatakan, PBL merupakan salah satu wadah sebagai pengaplikasian atau praktek berbagai ilmu kependidikan yang didapat selama di bangku kuliah.

“Ini adalah saatnya mereka belajar mempraktekkan ilmunya sebelum lulus dari UI dan terjun ke dunia kerja yang sebenarnya,” kata Sabarina kepada Radar Depok.

Sejak dua tahun lalu, FKM UI selalu memilih Kecamatan Babakan Madang untuk tempat mahasiswanya PBL. Hal itu dikarenakan, lanjut Sabarinah, masih ditemukannya beberapa permasalahan kesehatan terhadap warga sekitar dan harus dilakukan evaluasi pemecahan masalah.

“FKM UI akan terus menjadikan Babakan Madang sebagai tempat PBL, selain untuk penelitian kami juga sekaligus menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni salah satunya pengabdian kepada masyarakat,” ujar Sabarinah.

Sementara itu, Penanggung Jawab PBL, Tris Eryando menjelaskan, selama satu bulan ke depan mahasiswanya akan disebar ke sembilan desa dan 10 RW di Kecamatan Babakan Madang. Disana mereka akan mengamati (observasi), menganalisa, dan mengintervensi (tindakan) tentang permasalahan yang ditemukan.

“Setelah menemukan masalahnya mereka harus segera melakukan tindakan bisa penyuluhan kepada warga sekitar dengan dibantu oleh stake holder di Desa masing-masing. Nantinya di akhir kegiatan mereka harus memberikan laporan kepada Pemda Bogor untuk dijadikan bahan acuan Dinas Kesehatan Bogor tentang temuan tersebut,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Camat Babakan Madang, Yudi Santosa mengatakan, dengan hadirnya mahasiswa PBL FKM UI membantu tugas pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat khususnya kesehatan. Karena, hasil observasi yang dilakukan mahasiswa bersifat rutinitas dan langsung berinteraksi dengan warga.

“Dari hasil observasi dan usulan mereka juga menghadirkan inovasi baru untuk kemajuan desa, dengan begitu kami sangat terbantu sekali dan memperbolehkan kampus mana saja untuk menjadikan desa-desa sebagai laboratoriumnya,” pungkas Yudi. (san)

You may also read!

SMPN 13 Depok Dicuekin Desari-Cijago

DEPOK – Ini harus jadi perhatian Tim Pembebasan Tanah (TPT), Tol Depok-Antasari (Desari) dan Cinere-Jagorawi (Cijago). Keladinya, sampai kemarin,

Read More...

Korban Begal Payudara di Depok Divisum

DEPOK – Polresta Depok serius menangani kasus pelecehan seksual terhadap korban, SN. Terbaru, SN sudah melakukan visum dan empat

Read More...

Dishub Depok dan Ojol Buat Tiga Kesepakatan

DEPOK–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, menggelar pertemuan dengan aplikator dan komunitas ojek online (Ojol) di Jalan Merdeka Raua, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu