Lalin ke Green Lake View Depok Belum Dikaji

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SEMPIT: Apartemen Green Lake View di Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, yang merupakan kawasan permukiman elit yang sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan.

DEPOK – Akses menuju Apartemen Green Lake View melalui Jalan Nangka sangat sempit, sehingga sedikit menyulitkan bagi mobil pemadam kebakaran untuk masuk jika terjadi musibah kebakaran.

Sempitnya akses masuk untuk menuju Apartemen Green Lake View tentu sangat mengganggu permukiman padat yang ada di Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis. Bahkan ternyata jalan tersebut belum dikaji oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok.

“Kami belum melakukan kajian,” kata Kepala Dishub Kota Depok, Dadang Wihana kepada Radar Depok.

Padahal sebelum beroperasinya apartemen yang berada di kawasan padat penduduk itu, kondisi Jalan Nangka dan Jalan Pekapuran yang menjadi akses masuk menuju Apartemen Green Lake View sangat padat.

Bahkan setiap pagi kondisi di kedua jalan itu sudah padat oleh kendaraan yang berlalu lalang. “Nanti kita akan cek lagi terkait bangkitan lalu lintas yang akan terjadi,” kata Dadang.

Diberitakan sebelumnya, Keberadaan Apartemen Green Like View dipermasalahkan. Terutama akses jalan masuk yang sempit, ketika terjadi bencana kebakaran. Saat masuk ke apartemen itu hanya bisa masuk satu mobil.

Komandan Regu (Danru) di UPT Pemadam Kebakaran Cimanggis, Raden Muhammad Choir menegaskan, Kecamatan Cimanggis merupakan kawasan padat di Kota Depok.

Terlebih di Kelurahan Curug, tempat Apartemen Green Like View berada.

Jika tidak memperhatikan keselamatan, khusunya bagi bahaya kebakaran tentu dapat membahayakan calon penghuni Green Like View.

Uu–sapaan akrab Raden Muhammad Choir-menyatakan, untuk mencapai Apartemen Green Like View, armada pemadam kebakaran bisa menempuh waktu selama 15 menit.

Namun, pertimbangan lain juga harus dipikirkan, mengingat akses jalan menuju Apartemen Green Like View yang sangat sempit, jika masuk melalui Jalan Nangka.

“Itu kan akses masuknya sempit, tidak mudah mobil pemadam masuk ke lokasi tersebut,” kata Uu.

Belum lagi, kata dia, kondisi Jalan Nangka yang kerap macet, juga mengkhawatirkan mobil pemadam tidak dapat datang lebih cepat akibat kondisi jalan yang tersendat.

“Macet kan juga menjadi pertimbangan. Kalau macet waktu tempuh juga bisa bertambah,” tegasnya.

Selain itu, pengembang juga sebaiknya mengkonsultasikan sistem pengamanan kebakaran kepada Pemadam Kebakaran. Karena menurutnya, apartemen dengan ketinggian 24 lantai memerlukan peralatan pemadam yang lengkap.

“Apartemen juga harus memiliki perlengkapan yang lengkap seperti hydrant. Belum lagi dengan ketinggian yang mencapai 24 lantai, apartemen perlu memiliki selang yang dapat mencapai ketinggian tersebut,” tegas Uu.

Selain itu, apartemen wajib melengkapi fasilitas gedung dengan tangga darurat.

Sementara itu, Bagian Promosi Green Like View, Ichsan mengaku sudah melakukan perijinan terkait fasilitas pemadam, yang ada di Green Like View.

Kata dia saat ini apartemen Green Like View sedang dalam proses finishing. “Kami sudah melakukan perijinan terkait ijin pemadam, tapi terkait pembangunan itu menjadi kewenangan bagian project,” singkatnya. (rub)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu