Korban Pelecehan di Depok Takut Lapor

In Metropolis
Ilustrasi

DEPOK – Korban pelecehan seksual di Gang Datuk, Jala Kuningan, Kelurahan Kemirimuka, Beji, AF (22) menyayangkan stigma negatif yang diberikan kepada korban kekerasan seksual.

Sehingga korban tidak langsung melaporkan kejadian yang dialami karena takut mendapat stigma negatif dari masyarakat. Ia mengatakan masyarakat tidak mempertimbangkan beban psikologis sebagai korban dan bagaimana harus berhadapan dengan penegak hukum yang bias gender.

“Terkadang polisi saja masih anggap pelecehan itu hal biasa,” katanya.

Stigma dari masyarakat akhirnya membuat korban kekerasan seksual merasa takut dan ragu untuk melapor ke polisi. Terlebih bila korban mengenakan pakaian yang dianggap masyarakat terbuka atau berada di tempat umum pada malam hari.

Dia mengatakan korban kekerasan seksual justru disalahkan karena tidak bisa menjaga penampilan dan dirinya. “Yang bikin korbannya takut untuk langsung melapor, korban juga takut malah disalahkan banyak pihak,” paparnya.

Selain merasa takut untuk melapor, stigma bisa gender yang dibebankan kepada korban perkosaan dapat memperburuk beban psikologis.

“Bukan merasa aman, akhirnya korban malah ikut nyalahin dirinya sendiri karena orang nyalahin dia. Padahal disitu posisinya dia yang dirugikan segala-galanya,” tandasnya. (rub)

You may also read!

Wakil Walikota Depok Rayakan HUT Republik Indonesia ke-73 di Tanah Suci

DEPOK –  Ada yang berbeda dari perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI) bagi Pradi Supriatna. Biasanya saat merayakan HUT

Read More...

Pelaku Penculikan Bayi di Depok Terancam 15 Tahun Penjara

DEPOK – Jumiyanti pelaku penculikan bayi Aditya Hamizan Purnomo, di Jalan Flamboyan RT6/2, Sukmajaya, Jumat (27/4) lalu, seperti bakal

Read More...

Sumbang Lombok-Beri Penghargaan di HUT RI

DEPOK – Sang saka Merah Putih berkibar lapang di Balaikota, saat perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI), Jumat (17/8).

Read More...

Mobile Sliding Menu