Korban First Travel Gugat Penguasaan Aset

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ASET : Petugas saat menunjukkan beberapa aset milik First Travel yang telah disita.

DEPOK – Niat baik Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, memberikan pinjam pakai lima kendaraan dalam kasus Fisrt Travel berbuntut panjang. Terbaru,  Pengurus Pengelola Asset Korban First Travel disingkat PPAKFT akan melakukan gugatan aset First Travel. Gugatan tersebut ditujukkan kepada PT Kanomas Travel and Tours mendapatkan pembagian aset yang meminjam lima kendaraan tersebut.

Juru bicara PPAKFT, Dewi Gustiana mengaku, telah mempertanyakan peminjaman barang bukti sitaan ke, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Japidum) Kejaksaan Agung. Hal itu sudah disampaikan langsung perwakilan jemaah korban First Travel. “Kami sudah sampaikan pada hari Kamis” ujar Dewi.

Menurutnya, dalam putusan pengadilan kasus tindak pidana pencucian uang First Travel. Disebutkan bahwa PT Kanomas Travel and Tours mendapatkan pembagian aset. Aset First Travel didapatkan mereka, yakni rumah kantor mobil serta beberapa barang lainnya. “Hal ini sebagai pembayaran utang karena jual beli” ucap dia.

Putusan mengenai pengelolaan aset, kata Dewi tentunya merugikan bagi jemaah yang menjadi korban. Saat itu mengajukan penolakan waktu sidang putusan. “Nah penolakn ini menyebabkan hakim memutuskan aset diserahkan ke negara” paparnya.

Dia menyampaikan, para jemaah korban First Travel tetap merasa tidak puas. Justru PPAKFT menemukan bukti bahwa akta jual beli aset ke Kanomas terjadi pada tanggal 10 Agustus 2017.

“Dimana Andika dan Annisa sudah dalam tahanan Bareskrim sebagai tersangka” ungkap dia. Menurut Dewi adanya bukti itu maka langkah selanjutnya akan dilakukan gugatan tentang aset First Travel.

Senada juga diutarakan jemaah korban First Travel. Dina mengatakan, telah mendapat informasi bahwa aset First Travel yang disita telah dipinjam pakai oleh Kanomas. Padahal itu dibeli menggunakan uang jemaah. “Semua jemaah geram” katanya.

Terpisah, General Manager Kanomas Travel and Tour, Dian A Rachmat mengatakan, belum bisa konfirmasi terkait keberadaan lima mobil sitaan kasus First Travel.

Informasi itu mengenai permohonan stasus pinjam pakai barang bukti tindak pidana pencucian uang ke Kejaksaan Negeri Depok.

“Saya juga sudah berkordinasi dengan tim legal tapi dia juga belum mendapat informasi detail” ujar Dian.

Menurut dia, alasan belum bisa memberikan klarifiaksi karena tim legal tidak ikut menghadiri persidangan kasus First Travel. Jadi harus mengumpulkan informasi terlebih dahulu dari pihak pengadilan dan kejaksaan. “Kami cari tahu dulu melelalui tim lawyer sebelum menjawab” papar dia.

Sebelumnya, lima unit mobil aset First Travel yang disita oleh negara sudah tidak tampak di halaman Kejaksaan Negeri Depok.

Mobil-mobil itu merupakan barang bukti tindak pidana pencucian uang. “Barang bukti itu sudah dipinjam lama,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari kepada Harian Radar Depok, Jumat (20/7).

Menurut Sufari, kelima aset itu istilah pinjam pakai oleh pemohon yakni PT Kanomas Tours dan Travel. Prosesnya sendiri sudah berlangsung saat tahap dua. “Pas pelimpahan barang bukti dari penyidik ke kejaksaan,” ucap dia.

Permohonan itu, kata Sufari dilakukan untuk dilakukan perbaikan oleh pemohon. Pemohon meminta untuk dilakukan perbaikan. “Dibawa satu-satu sampai yang terakhir mobil Hummer,” ungkap dia.

Dari sebelas mobil yang disita sebagai barang bukti oleh penyidik. Sufari menjelaskan, lima unit telah beralih kepemilikan sebelum Andika Surachaman Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan ditetapkan sebagai tersangka kasus First Travel. “Kenapa dipinjam pakai karena barang itu disita dari pemohon bukan disita sari terdakwa,” terangnya.

Menurut Sufari, mobil yang statusnya pinjam pakai itu berdasarkan alas hak sudah milik Kanomas Travel. Kelimanya memiliki akte jual beli (AJB). “Dalam persidangan kepemilikan itu dibenarkan oleh terdakwa ahwa itu milik pemohon” ujar dia.

Penyidik dari Badan Reserse Kriminal Mabes Polri kata Sufari memang sempat melakukan penyitaan terhadap mobil-mobil First Travel itu. Penyitaan sebagai barang bukti tindak pidana pencucian uang. “Pinjam pakai ini sudah sesuai dengan pasal 46 KUHAP.”

Menurutnya, barang bukti First Travel berupa mobil yang di pinjam pakai oleh pemohon, hingga putusan incrah. Saat ini pemohon bebas menggunakan mobil barang bukti FT. Tapi, meski demikian, barang bukti yang dipinjam pakai tidak boleh pindah tangan. Apalagi, sampai mengubah bentuk kendaraan. “Kalau itu sampai terjadi, akan menjadi tanggung jawab pemohon,” tegasnya.(tmp/JPC/rub)

You may also read!

Berangkat Haji, Wakil Walikota Depok: Saya Ingin Fokus Ibadah

DEPOK – Lebih dari satu bulan, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna akan cuti dari pekerjaannya di Balaikota Depok. Karena

Read More...

Analis Sebut Ganjil-Genap Bagus

DEPOK – Ganjil-genap di Jalan Margonda Raya saat sabtu dan minggu, dianggap sangat tepat. Adanya penerapan sistem tersebut akan

Read More...

Siluet Presiden Bertebaran di Kampung Lio Depok

DEPOK – Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mungkin itu pesan yang disampaikan warga Kampung Limo, via gambar siluet. Menyambut hari

Read More...

Mobile Sliding Menu