Internet Bijak Berdampak Positif

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
CERIA : Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina tengah bermain bersama siswa-siswi Sekolah Karakter Genius Islamic School beberapa waktu lalu.

DEPOK – Di zaman era digital, bukan hanya teknologi yang bergerak secara dinamis namun pendidikan pun juga mengikuti arus tersebut. Barang-barang digital dan akses internet, bukan lagi hal yang asing bagi seluruh kalangan umur, termasuk anak-anak yang sering terpapar oleh arus informasi di internet.

Menanggapi hal ini, Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina terketuk untuk membahas peran-peran penting internet, di samping dampak negatif yang sering disampaikan berbagai pihak. Menurut dia, internet bisa menjadi positif ketika kita menggunakannya dengan bijak.

“Saya dengan bangga menganggap internet justru banyak hal positifnya dibandingkan hal negatif. Karena banyak kesempatan belajar di sana, banyak situs-situs edukatif, dan lainnya yang edukatif,” kata Alya saat menjadi pembicara di Seminar Nasional di Sekolah Karakter, Genius Islamic School (GIS), Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan, misalnya mencari informasi terbaru hingga belajar bahasa asing melalui musik atau film yang platformnya banyak tersedia di internet. Namun, kata dia, tak menutup kemungkinan juga jika internet memberikan dampak negatif bagi pengguna, utamanya anak-anak.

“Di internet memang hal positif dan negatifnya datang di waktu bersamaan. Misalnya, konten 17 ke atas, pornografi, atau kekerasan yang tak patut dilihat anak-anak,” tutur Alya.

Karena itu, lanjut Alya, betapa pentingnya peran orangtua untuk mendampingi dan memberi informasi mengenai penggunaan internet dan media sosial yang bijak.

“Kita banyak kesempatan belajar di internet, makanya orangtua juga harus terinformasi, orangtua enggak boleh gagap teknologi (gaptek), orangtua harus tahu bagaimana mengakses hal-hal positif di internet ini. Jangan sampai menghindari perkembangan masa kini karena takut hal negatif,” lanjutnya.

Bagi Alya, internet dan media sosial bukan cuma dipakai sebagai hiburan saja, tetapi juga sarana edukasi yang kaya akan informasi. “Semoga dengan cara pandang seperti itu, kita tidak sia-sia menghabiskan waktu ngomong di Facebook, Twitter, tetapi membuat itu jadi alat belajar,” tutup Alya. (san)

You may also read!

Berangkat Haji, Wakil Walikota Depok: Saya Ingin Fokus Ibadah

DEPOK – Lebih dari satu bulan, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna akan cuti dari pekerjaannya di Balaikota Depok. Karena

Read More...

Analis Sebut Ganjil-Genap Bagus

DEPOK – Ganjil-genap di Jalan Margonda Raya saat sabtu dan minggu, dianggap sangat tepat. Adanya penerapan sistem tersebut akan

Read More...

Siluet Presiden Bertebaran di Kampung Lio Depok

DEPOK – Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mungkin itu pesan yang disampaikan warga Kampung Limo, via gambar siluet. Menyambut hari

Read More...

Mobile Sliding Menu