Fasilitas Pasar Agung Depok Minim

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SUDAK TAK BERFUNGSI : Sejumlah anak bermain di dekat eskalator yang sudah tak berfungsi di Pasar Agung, Jalan Proklamasi, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (17/6).

DEPOK – Pasar Agung yang terletak di Jalan Proklamasi Raya, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya semakin tidak nyaman. Pasar yang sempat menjadi kebanggan Kota Depok sejak tahun 90-an, kini sejumlah fasilitasnya rusak. Salah satunya parkir yang sempit dan eskalator rusak.

Salah satu pedagang pakaian di Pasar Agung, Zahra mengatakan, eskalator di Pasar Agung memang sudah tidak berfungsi sejak awal, Pasar Agung diresmikan. “Memang sudah tidak berfungsi eskalatornya sejak awal diresmikan,” kata Zahra kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia mengatakan, saat ini eskalator dibiarkan begitu saja, paling hanya digunakan anak-anak untuk bermain. Karena pedagang lebih memilih menggunakan tangga yang berada tepat disebelah eskalator. “Ya dibiarkan begitu saja, memang tidak ada yang menggunakan, karena mati,” ujar Zahra.

Sementara, Magenta salah satu pengunjung mengaku, fasilitas pasar masih minim. Parkiran masih terlalu sempit, begitu juga toilet yang sulit dijumpai. Di lantai dua juga eskalatornya tidak berfungsi. Padahal, kalau mau dirawat pasar ini sangat bagus. Seperti dahulu tahun 90-an. “Bagus sebenarnya kalau dirawat dan ada perbaikan,” tutur singkat warga Baktijaya RT3/4 ini.

Masih dilokasi yang sama, Kepala UPT Pasar Agung, Biher Purba mengungkapkan, sejak di pindah tugaskan ke Pasar Agung. Eskalator memang sudah tidak berfungsi. Karena menurutnya di lantai dua Pasar Agung memang tidak ada yang berjualan.

“Memang dibiarkan mati, karena kami memikirkan efisiensi. Karena dilantai dua Pasar Agung tidak ada yang berjualan. Kami ingin memperbaiki, tapi memang kebutuhannya tidak ada. Karena  mayoritas pedagang hanya ada di bawah,” kata Biher Purba.

Menurutnya, di Pasar Agung memang memiliki tiga lantai, lantai dasar untuk pasar basah, dilantai satu sebagai pasar kering atau pedagang pakaian, dan lantai dua dibiarkan kosong, karena memang tidak ada yang berdagang.

Dia menceritakan, sebelumnya di lantai dua Pasar Agung akan dibuka Pasar Swalayan Ramayana. Tapi, karena managemen Ramayana mempertimbangkan berbagai hal, keputusan tersebut dibatalkan. “Dulu katanya mau dibangun Ramayana, tapi karena fasilitas parkir yang sempit, dan ada alasan lain sehingga keputusan tersebut dibatalkan,” pungkasnya.(rub)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu