Bursa Capres-Cawapres Memanas

In Utama

 

JAKARTA – Penggodokan nama-nama calon presiden dan cawapres masih terus berlangsung hingga saat ini. Salah satunya dilakukan Joko Widodo (Jokowi). Ia menyebutkan, dari sepuluh nama yang digodok, saat ini sudah mengerucut setengahnya.

Namun, terkait siapa lima nama yang tersisa dan lima nama yang tersingkir, Jokowi enggan membeberkan. Dia hanya menyebut bisa dari partai maupun non partai, ataupun militer maupun sipil.

“Namanya digodok ya sudah mengerucut. Sepuluh mengerucut ke lima. Mbok sabar dulu, kan paling tinggal seminggu, dua minggu, tiga minggu lagi,” kata Jokowi, usai peresmian Pembukaan MTQ Internasional di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mantan Walikota Solo itu menambahkan, saat ini, pihaknya masih melakukan penggodokan. Prosesnya sendiri, lanjutnya, tidak sederhana. Sebab, harus dibicarakan dengan partai koalisi pendukung. Dia juga mengaku tidak ingin terburu-buru mengingat masih ada cukup waktu untuk mematangkannya hingga pendaftaran bulan depan.

“Kalau digodok belum matang terus dikeluarkan, itu menjadi setengah matang. Biar matang dulu, nanti akan kami sampaikan pada saat yang tepat,” tuturnya. Jokowi Juga membantah jika pihaknya menunggu pilihan calon dari oposisi.

Dari sekian banyak nama, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD cukup santer disebut sebagai calon wakil presiden (Cawapres) Joko Widodo. Guru besar hukum tata negara Universitas Islam Indonesia (UII) itu angkat bicara. Dia pun siap bicara dengan Jokowi terkait namanya yang masuk bursa calon pendamping pada Pemilu 2019. Mahfud menuturkan, dirinya secara langsung belum tahu bila namanya masuk bursa cawapres Jokowi. “Saya nggak tahu. Kan bukan saya yang memasukkan,” ujar Mahfud.

Dia mengaku belum mau berandai-andai bila akhirnya dirinya yang dipilih Jokowi. Anggota Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) itu akan bicara langsung dengan presiden. Tapi, hingga kemarin dia belum bicara Pilpres dengan Jokowi. “Nanti saya jawab. Saya jawabnya ke Pak Jokowi,” kata pejabat berdarah Madura itu sambil tersenyum.

Mahfud masuk daftar 10 nama yang menjadi cawapres Jokowi. Selama ini, mantan Menteri Pertahanan itu tidak aktif melakukan lobi-lobi politik dengan parpol. Dia juga tidak turun ke beberapa daerah untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat atau memasang baliho cawapres. Berbeda dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang sangat aktif menggalang opini masyarakat. Mereka juga sangat masif memasang baliho, dan gencar promosi lewat media sosial.

Terkait menguatnya nama Mahfud MD, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, saat ini Mahfud merupakan bagian dari pemerintahan Jokowi. Semuanya tahu bagaimana track record Mahfud. Namun, kata dia, apakah Mahfud akan menjadi cawapres Jokowi, politikus kelahiran Jogjakarta itu masih enggan membocorkan.

Menurut dia, semua nama tokoh yang sekarang muncul, baik Mahfud, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Moeldoko, Ma’ruf Amin, dan nama lainnya selalu dicermati. Dia mempersilakan semua pihak untuk memunculkan nama-nama cawapres. Walaupun, lanjut dia, nama kandidat sudah berada di kantong Jokowi, tapi sosok yang ditunggu-tunggu itu belum diputuskan.

Sementara itu, Partai Demokrat (PD) tidak menginginkan adanya calon presiden (capres) tunggal di pemilihan presiden (Pilpres 2019). Sekretaris Jenderal (Sekjen) PD Hinca Panjaitan mengatakan, pertandingan hanya ada bila lawannya juga ada. “Kalau main sepak bola, ya yang satu bisa menendang bola juga. Tetapi, kalau kotak kosong (calon tunggal) ya tidak bisa menendang bola,” kata Hinca di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).

Dia menjelaskan, sebenarnya ada pelajaran yang harus dipetik dari kemenangan kotak kosong di pemilihan Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) saat pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 beberapa waktu lalu. “Itu bisa menjadi pesan moral buat anak bangsa untuk hati-hati dengan kotak kosong. Mungkin orang tak percaya dengan kotak kosong menang di Makassar, tetapi faktanya menang,” jelasnya.

Dia mengatakan, masing-masing partai punya cara dan mekanisme dalam menentukan capres dan cawapres. Hinca menjelaskan, di internal PD semua ditentukan oleh Majelis Tinggi. Tiga hari lalu, kata Hinca, Majelis Tinggi menggelar rapat pertama. Dua hari kemudian, mengundang seluruh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PD se-Indonesia untuk membicarakan pilpres. Hinca melanjutkan, 23 Juli nanti akan meminta semua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seluruh Indonesia mengambil posisi dan mendapatkan gambaran. “Jadi, kira-kira seperti survei internal dari bawah baru kami akan umumkan. Sehingga kemungkinan pasangan calon yang kami diskusikan baru akan muncul saat-saat injury time,” katanya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Riza Patria mengatakan, pihaknya masih menggodok nama-nama yang bakal menjadi pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Nama-nama itu dari berbagai kalangan, mulai partai politik (parpol) hingga pengusaha. Riza menjelaskan, dari sembilan tokoh yang diusulkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini hanya mengerucut dua nama.

Mereka adalah mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan alias Aher dan Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri. Sementara itu, figur dari Partai Amanat Nasional (PAN) hanya tinggal satu, yakni Zulkifli Hasan selaku ketua umum. Hal yang sama juga terjadi di Partai Demokrat. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Madji hampir pasti tidak akan dipilih. “Saya kira tinggal satu, yaitu AHY (Agus Harimurti Yudhoyono),” kata Riza, Kamis (12/7).

Sementara itu, figur dari luar parpol adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung (CT).  “Namun, yang saya ketahui yang bersangkutan (CT) tidak mau maju di Pilpres 2019 karena pengin fokus usaha. Nanti kami akan lihat dan kami tanyakan,” kata Riza. (ind/boy/jpnn)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu