Bovenlicht Rumah Cimanggis Depok Diserahkan

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DISERAHKAN : Perwakilan dari Komunitas Sejarah Depok (KSD) menyerahkan angin-angin (bovenlich) situs Rumah Cimanggis kepada perwakilan dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten di YLCC, Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoranmas, Selasa (17/6).

DEPOK – Komunitas Sejarah Depok (KSD) menyerahkan temuan angin-angin atau Bovenlicht, yang sempat dicuri dari Rumah Cimanggis kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten. Penyerahan dilakukan di Kantor Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) di Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoranmas, kemarin.

Anggota KSD, Ferdy Jonathan mengatakan mengikuti, petunjuk UU Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 pasal 62, angin-angin harus diserahkan kepada BPCB Banten. Rumah Cimanggis sendiri telah terdaftar dalam BPCB Banten sejak tahun 2011 dan telah teregistrasi dengan nomor 007.02.24.04.11. Namun Fredy mengaku menyesalkan sikap Pemkot Depok, terlebih paska polemik ramai terkait nasib Rumah Cimanggis.

Bahkan, peletakan batu pertama untuk proyek strategis nasional Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang dilakukan oleh presiden Jokowi yang dalam nawacita-nya pada butir 8 menyebut pentingnya sejarah, tidak cukup untuk menggerakkan Pemkot Depok untuk serius menyelamatkan Rumah Cimangis.  “Tidak ada keseriusan Pemkot Depok untuk segera mengesahkan Rumah Cimanggis Sebagai Cagar Budaya,” kata Fredy kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, Sejarawan Universitas Indonesia, JJ Rizal menilai elit di Kementerian Agama dan Walikota Depok tidak memiliki wawasan sejarah. Padahal nantinya di lokasi tersebut akan dibangun Universtas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional.

“Rumah Cimanggis ini bisa menjadi medium pendidikan. Ini kesempatan untuk membuktikan, harusnya saling menjaga. Ini kenapa dipertentangkan? Kami dukung UIII dan tidak menolak. Kami inginkan karena keduanya menjadi medium pendidikan harusnya saling mendukung,” ujar JJ Rizal.

Sementara, Kepala BPCB Banten, Saiful Mujahid mengatakan, angin-angin ini akan dititipkan untuk sementara di kantor YLCC. Nantinya diberikam surat penitipan barang.  “Kalau sekarang ini kami belum siap karena kami tidak membawa kendaraan bak terbuka dan sebagainya. Kami juga menilai di kantor YLCC ini terbilang cukup aman karena juga ada penjagaan. Jika nanti keadaannya sudah memungkinkan maka akan kami bawa ke BPCB Banten,” kata Saiful.

Dia juga mengatakan, negara juga memiliki wewenang untuk menyatakan bahwa Rumah Cimanggis adalah cagar budaya. Berdasarkan UU Cagar Budaya ketika pemilik cagar budaya tidak dapat merawatnya maka bisa dihibahkan kepada negara. “Mungkin Pemkot Depok belum memahami hal ini dengan baik dan masih memerlukan sosialisasi yang lebih banyak. Kami juga tak mau serta merta menyalahkan. Jadi kami akan lakukan secara persuasif. Karena pelestarian budaya harus dimulai dari tingkatr bawah, bottom up, bukan top down,” tutur Saiful.

Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan, budaya dan sejarah perkembangan bangsa tidak bisa diabaikan begitu saja. Dia juga mengaku sempat mendatangi rumah cimanggis. “Ternyata ketika kita masuk di Depok terdapat bangunan yang megah dengan usia ratusan tahun,” kata Hendrik.

Dengan demikian dia mengatakan bangunan sejarah tersebut harus dijaga. Dia mengaku kecewa dengan Pemkot Depok yang belum juga menandatangani Rumah Cimanggis sebagai Benda Cagar Budaya (BCB). “Kami berharap walikota mau menandatangani, untuk menyelamatkan BCB Rumah Cimanggis,” kata HTA.

Dia meminta setelah ada pengembalian angin-angin Rumah Cimanggis, Pemkot depok bisa mengambil sikap. “Karena ini kewenangannya ada di Eksekutif, kalau legislatif bisa mengesahkan, sudah saya tanda tangani,” pungkas HTA. (rub)

You may also read!

Polresta, Kejari, Mandek… Kejari Menunggu Pengembalian Berkas Korupsi

DEPOK – Sepertinya Polresta Depok bisa leluasa melengkapi berkas perkara korupsi Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari)

Read More...

Gara-gara Naavagreen Nyamuk Saja Jatuh, Grand Opening Hari Ini

DEPOK – Kebutuhan perawatan kulit wajah dan tubuh, sudah menjadi perhatian penting bagi perempuan maupun laki-laki. Apalagi di zaman

Read More...

Soal Limbah Situ Rawa Kalong, Pemkot Depok Tunggu Hasil BBWSCC

DEPOK – Tercemarnya Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug,  Cimanggis sudah tak terbendung. Saat ini, Pemkot Depok tengah menunggu

Read More...

Mobile Sliding Menu