Berkas Pelimpahan Guru Cabul di Depok Mandek

In Metropolis
Ilustrasi

DEPOK – Polresta Depok terus melengkapi berkas guru WA yang melakukan kekerasan seksual terhadap belasan siswanya. Kemarin, tercatat pemeriksaan dokter maupun psikolog dan dinas yang dibutuhkan, belum terpenuhi untuk melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksanaan Negeri (Kejari) Depok.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Depok, IPDA Nurul Kamilawati Polresta Depok mengatakan, kemarin orang tua korban mendatangi Unit PPA untuk melengkapi berkas. Menurutnya, masih ada berkas yang belum lengkap, sebelum akhirnya akan dilimpahkan ke Kejaksanaan Negeri Kota Depok.

“Tapi ada berkas yang belum selesai, seperti pemeriksaan dokter maupun psikolog dan dinas terkait yang kami butuhkan. Tentunya pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu,” kata Ipda Nurul kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, untuk melakukan pemeriksaan psikologi harus mempertimbangkan kondisi anak. Jika sang anak tidak siap untuk menjalani pemeriksaan, pihaknya tidak mungkin memaksakan. “Kalau anak belum siap tidak mungkin dipaksakan, yang penting pelaku sudah diamankan, dan proses tetap berjalan tanpa membuat trauma bagi anak,” terangnya.

Dia mengatakan, jika seluruh berkas telah lengkap, dan pemeriksaan telah selesai dilaksanakan. Secepatnya pihaknya akan segera melimpah ke Kejaksanaan Negeri Kota Depok.

Seperti diketahui, belasan siswa SD telah menjadi saksi bejatnya gurunya WA, melakukan kekerasan seksual.

“Saya melapor ke Polres, agar bisa diusut tuntas siapa saja korbannya. Kami minta dipenjarakan guru yang lecehan anak saya,” ujar wali murid, AK kepada Harian Radar Depok.

AK bersama tiga wali murid lainnya, meminta kepada kepolisian untuk menangkap guru tersebut yang sudah melakukan pelakuan pelecehan kepada anaknya. Menurut AK, para korban mengatakan, pelaku biasanya melakukan aksinya di kelas dengan iming-iming kenaikan nilai atau kenaikan tingkat Pramuka.

Jika para korban tidak mau melakukan permintaan guru Bahasa Inggris tersebut, mereka diancam akan dikurangi nilainya. AK juga menyampaikan bahwa dugaan pelecehan ini terjadi sejak 2 tahun lalu berdasarkan pengakuan beberapa alumnus sekolah tersebut.

“Ada yang diperlakukan dari kelas 5, mulai tengah semester dengan waktu yang berbeda-beda, situasi yang berbeda-beda. Namun hampir selalu terjadi di sekolah tanpa sepengetahuan guru lainnya dan orang tua,” beber AK.

Modusnya, kata dia, beragam. Ada juga yang dilakukan di luar sekolah. Jika dilakukan di luar sekolah, menurut AK, guru tersebut biasanya mengajak jalan-jalan para korban terlebih dahulu. Misalnya, jalan-jalan ke wisata Kota Tua, berenang, dan membelikan makanan.

AK juga menyampaikan, kasus ini terungkap saat MF, salah satu korban yang merupakan anaknya. Menceritakan kejadian pelecehan tersebut kepadanya.

AK lalu menanyakan kebenaran kasus tersebut kepada orang tua murid lainnya, dan menemukan anak-anak lain juga mengalaminya. Sampai saat ini, kata dia, hanya empat wali murid yang berani melapor ke Polres Depok.(rub)

You may also read!

SMPN 13 Depok Dicuekin Desari-Cijago

DEPOK – Ini harus jadi perhatian Tim Pembebasan Tanah (TPT), Tol Depok-Antasari (Desari) dan Cinere-Jagorawi (Cijago). Keladinya, sampai kemarin,

Read More...

Korban Begal Payudara di Depok Divisum

DEPOK – Polresta Depok serius menangani kasus pelecehan seksual terhadap korban, SN. Terbaru, SN sudah melakukan visum dan empat

Read More...

Dishub Depok dan Ojol Buat Tiga Kesepakatan

DEPOK–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, menggelar pertemuan dengan aplikator dan komunitas ojek online (Ojol) di Jalan Merdeka Raua, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu