Barbuk First Travel Harus Dihadirkan

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ASET MOBIL FT : Salah satu mobil milik First Travel yang berada di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Depok, Jumat (20/7).

DEPOK – Humas Pengadilan Negeri Kota Depok, Teguh Arifiano membenarkan, lima mobil mewah barang bukti (Barbuk) kasus First Travel sudah dimiliki vendor. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Depok Sufari, tentang kepemilikan mobil mewah yang dibeli dari uang jemaah First Travel.

Perihal pinjam pakai yang disetujui Kejari Depok, Teguh menjelaskan barang bukti itu harus dihadirkan bila dibutuhkan saat proses penyidikan. “Pinjam pakai barang bukti diperbolehkan saja. Tetapi apabila nanti barang bukti tersebut dibutuhkan untuk penyidikan, barang bukti tersebut harus dihadirkan,” kata Teguh kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, mengenai waktu pinjam pakai yang dilakukan Kejari Depok sejak tahap dua atau pelimpahan barang bukti dan tersangka. Teguh menegaskan Pengadilan Negeri Depok, tidak pernah mengeluarkan penetapan mobil seharga miliaran itu dikeluarkan. “Kami tidak pernah mengeluarkan penetapan, agar barang bukti itu segera dikeluarkan,” terangnya.

Sebagai informasi, mobil mewah barang bukti kasus penipuan dan pencucian perkara First Travel menyita perhatian publik sejak beberapa waktu lalu. Pasalnya, sejumlah mobil mewah itu tidak berada di parkiran Kejari Depok sehingga diduga hilang.

Kajari Depok, Sufari menyebut ada lima dari 11 mobil mewah barang bukti First Travel yang dipinjam pakai oleh sosok yang enggan disebutkan. “Ada 11, dipinjam pakai itu lima. Enggak hafal saya secara rincinya, Di antaranya ada Hummer, Fortuner, di antaranya itu. Volks Wagen diantaranya itu,” ujar Sufari.

Yakni Hummer putih berpelat F 1051 GT, Fortuner berpelat B 22 KHS, dan Pajero Sport berpelat F 797 FT. Terkait dasar hukum, Sufari mengatakan proses pinjam pakai itu sudah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Hingga sekarang, kasus yang membuat tiga bos First Travel mendekam dalam jeruji besi Rutan Kelas II B Cilodong, belum berkekuatan hukum tetap. Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan sepakat mengajukan banding atas vonis yang diberikan ketua majelis hakim PN Depok Sobandi, belum lama ini.

Andika selaku Dirut First Travel divonis 20 tahun penjara, sedangkan Anniesa selaku Direktur divonis 18 tahun penjara. Selain hukuman penjara, mereka didenda Rp10 miliar. Sementara Kiki divonis hukuman penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp5 miliar. (rub)

You may also read!

pembangunan gedung UIII

Terkait Lahan UIII, Kemenag : Belum Ada Putusan Baru PTUN Bandung

BEKERJA : Pekerja beraktifitas di proyek pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Kelurahan Cisalak, Kecamatan

Read More...

Pencuri di Pancoranmas Tertangkap Karena Macet

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Macet di Kota Depok ternyata ada faedahnya untuk hentikan tindak kriminal. Hal

Read More...
radar depok tv sambel setan

Sensasi Pedas Nikmat Sambel Setan Margonda

Mau coba makanan sensasi pedas nikmat dengan harga bersahabat??? Langsung aja datang ke Samset Margonda Jalan Margonda NO 527E

Read More...

Mobile Sliding Menu