Baratu TE Dor Kepala Sendiri

In Utama
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
SEPI: Kondisi rumah yang ditempati Baratu TE, usai mengakhiri hidupnya tampak sepi dari aktivitas.

DEPOK – Seorang anggota polisi berinisial TE (27) berpangkat Baratu ditemukan tak bernyawa dengan luka tembak di kepala, di rumah warga Jalan Belimbing RT05/RW09 Kelurahan Tugu, Cimanggis, Selasa (17/7).

Pemilik rumah, Tuti Hidayati menuturkan, TE diduga bunuh diri menggunakan pistol miliknya sendiri. Tuti mengaku, tidak mempunyai kekerabatan apapun dengan korban, hanya saja sudah kenal lama dan sama-sama orang rantauan seperti suaminya. Bahkan mereka sudah menganggap korban seperti keluarga sendiri.

“Kami sudah menganggap korban seperti saudara sendiri. Dia kerap datang ke sini untuk istirahat selepas dinas, bahkan menginap,” ungkap Tuti kepada Radar Depok.

Tuti mengaku keluarganya sudah tiga tahun belakangan mengenal korban lantaran korban merupakan pelanggan bengkel motor milik suaminya. Sesaat sebelum TE mengakhiri hidupnya, korban datang dengan pakaian dinas lengkap ke rumah Tuti untuk istirahat.

“Dia datang masih pakai seragam lengkap warna biru tua, duduk di sofa ini. Katanya mau tidur, saya lihat dia lelah dan kurang tidur. Ya saya izinkan,” terang Tuti.

Biasanya TE tidur di sofa ruang tamu bila berkunjung. Namun, pada hari naas itu Tuti menyuruh TE agar pindah tidur di kamar milik anaknya, karena khawatir tamunya datang dan mengganggu istirahat TE.

“Saya bilang, sana tidur di kamar adekmu, adekmu sedang pergi dinas, lalu dia pindah ke kamar anak saya,” sambungnya.

Setelah TE pindah ke kamar di lantai dua, Tuti beranjak melaksanakan salat Ashar. Keheningan di rumah megah berlantai dua yang jauh dari hiruk pikuk lalu lintas tersebut seketika pecah. Tuti mendengar suara letusan yang cukup kencang, dan memaksa Tuti menunda salatnya untuk memeriksa apa yang terjadi.

“Baru saya mengucap Allahu Akbar, tiba-tiba ada suara letusan. Saya buru–buru cek kompor karena saya pikir meledak tapi tidak apa–apa. Kemudian saya mengecek asbes lantai atas karena asbes juga sering bersuara keras seperti ledakan bila ada angin kencang menerpa, tetapi juga tidak ada masalah,” tuturnya.

Akhirnya Tuti tersadar dan menaruh curiga ke dalam kamar anaknya yang sedang dipakai oleh TE beristirahat. Benar saja, Tuti kaget bukan kepalang, setelah membuka sedikit pintu kamar yang tertutup namun tak dikunci tersebut, tuti mendapati TE sudah tergeletak bersimbah darah.

“Saya baru ngeh, di kamar anak saya ada yang lagi tidur, pas saya lihat dari celah pintu posisi TE sudah tengkurap dengan kepala miring menghadap kanan dan pistol masih di tangan. Saya gak lihat kepalanya berlubang karena jauh, yang saya lihat darah sudah banyak berceceran,” kata Tuti.

Melihat pemandangan tersebut, Tuti lari sekuat tenaga sambil berteriak minta tolong ke arah luar rumahnya. Seketika warga datang berbondong–bondong memenuhi sekitar rumahnya.

“Saya gak ingat apa–apa, pas udah ramai tiba–tiba ada polisi, dan korban langsung di bawa,” sambungnya lagi.

Dia mengaku, kamar anaknya sempat dipasangi garis polisi, namun sudah diperbolehkan di lepas untuk dibersihkan.

Tuti mengatakan, korban sudah dipulangkan ke kampung halamanya di Palembang, Rabu (18/7) siang untuk dimakamkan di sana. “Suami saya juga ikut antar jenazah ke bandara,” tutur Tuti.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab TE nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menembakkan senjata api ke kepala.

“Belum dapat saya. Sudah kontak Brimob belum jawab,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Kompleks Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (18/7).

Setyo meyebut tak mau berspekulasi mengenai informasi tewasnnya TE. Menurut Setyo, dengan jumlah anggota Polri yang mencapai 440 ribu anggota tentunya ada yang memang mengalami stress atau tak mampu mengendalikan diri dalam pelaksanaan tugasnya.

“Walaupun kami di Polri ada psikolog. Kemudian kami juga ada bintal (pembinaan mental). Tapi dari sekian ratus ribu anggota tentunya kami juga tidak, mungkin terlewat satu atau dua (anggota),” ujar Setyo.

Setyo menyebut Polri memiliki pendekatan kemanusiaan kepada setiap anggota untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi di setiap anggota. Agar mereka bisa menjalankan tugas di institusi Polri dapat berjalan dengan baik. (dra/dna/JPC)

You may also read!

Jalan Santai Isi HUT RI di Depok

DEPOK – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia, warga RT08/10, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, menggelar kegiatan

Read More...

Brigif 17 Upacara Bareng Warga depok

DEPOK – Brigif Para Raider 17/1 Kostrad menggelar upacara kemerdekaan bersama ratusan masyarakat dan Muspika Kecamatan Cimanggis dan Polri.

Read More...

Junjung Nilai Perjuangan dengan Lomba

DEPOK – Menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan para pahlawan dapat dilakukan dengan bermacam cara. Warga RT05/01, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, melakukannya

Read More...

Mobile Sliding Menu