Ayo Tutup Aurat

In Utama
K.H.A.Mahfudz Anwar

Oleh: K.H. A. Mahfudz Anwar

(Ketua Komisi Pengembangan Dakwah, MUI Kota Depok)

Persoalan aurat dari dulu hingga sekarang masih menjadi perdebatan yang sangat menguras energi. Kontroversi masih saja terjadi di antara sesama penganut agama Islam ini. Pada hal Ayat dan Hadits nya sudah jelas, bahwa baik orang laki-laki maupun perempuan punya batasan aurat yang kongkrit. Wal hasil sebenarnya tidak perlu lagi diperdebatkan. Kalau saja umat Islam sudah samina wa athana, maka bereslah persoalan. Sehingga banyak tafsir yang hanya persoalan kulit, bukan substansi.

Agama Islam pada hakikadnya sudah selaras dengan fitrah manusia. Selama fitrah tersebut masih suci, tidak dinodai dengan maksiat, maka menjaga aurat bagian dari pembawaan manusia sejak lahir, sebagaimana Nabi Adam  dan istrinya Ibu Hawwa, ketika nampak aurat mereka yang sebelumnya tertutup akibat memakan buah yang terlarang. Dengan fitrahnya, Nabi Adam dan istrinya menutup auratnya dengan daun-daun surga.

            Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” Q.S.Al-Araf, 22.

Ini kan sudah jelas termaktub dalam Kitab Suci umat Islam. Bahwa sejak Nabi Adam pun masalah aurat menjadi sesuatu yang penting. Tapi anehnya di masyarakat kita, terutama di negeri kita ini seakan persoalan aurat bukan sesuatu yang esensi. Sehingga tidak sedikit orang laki yang hanya memakai celana di atas lutut. Wanita pakai rok mini. Atau baju rok panjang tapi dibelah sampingnya dari paha sampai ujung kaki, juga pemakai rok mini bisa dijumpai di mana-mana, di wilayah publik. Pemandangan ini merata hampir di setiap komunitas kehidupan. Dan tidak dianggap maksiat. Tetapi enjoy aja.

Pada hal Allah swt. memerintahkan manusia agar berpakaian (menutup aurat) baik laki-laki maupun perempuan. Namun sebaliknya, terkadang orang yang menutup auratnya di anggap aneh, lucu dan asing. Inilah fakta yang aneh pada zaman sekarang. Kenapa ? Karena mereka memahami Islam hanya dari kulitnya saja, tanpa disertai dengan pemahaman hati. Tanpa menjiwai ajaran agama. Dan inilah tugas para pendakwah yang paling utama.

Allah swt telah memperingatkan kita dengan kalimat yang jelas dan tegas. Coba perhatikan firman-Nya sebagai berikut :

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Disuruh memejamkan mata atau menundukkan pandangan. Maksudnya adalah menahan pandangan dari sesuatu yang tidak halal dengan menundukkan pandangan ke tanah. Atau memalingkan pandangan  ke arah yang lain dan tidak melihat dengan sepenuh mata.

Dahulu pada zaman Nabi saw. ada peristiwa yang berkenaan dengan ayat tersebut. Dan salah satunya adalah Hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mardawaih dari Ali bin Abi Thalib r a.  berkata : “Ada seorang laiki-laki di zaman Nabi saw telah melewati salah satu jalan di Madinah, kemudian melihat ada seorang perempaun dan perempuan itu juga melihat dia. Kemudian keduanya digoda oleh setan, sehingga sesungguhnya mereka tidak saling melihat kecuali saling mengaguminya. Maka ketika orang laki-laki itu berjalan ke arah suatu dinding tiba-tiba dia melihat perempuan, kemudian terbentur dinding sampai hidungnya pecah (luka).”

Maka dia berkata : demi Allah saya tidak akan membersihkan darah ini, sampai saya datang mengadu kepada Rasulullah saw.  dan memberitahu kepada beliau tentang urusanku ini. Kemudian dia datang ke rumah Rasulullah saw dan menceritakan kejadiannya. Kemudian Nabi saw. bersabda (yang artinya) : “Ini adalah akibat dari dosamu”.

Sasaran perintah ini pada dasarnya ditujukan kepada umat Islam secara kesel;uruhan-termasuk kita yang hidup di zaman sekarang ini- agar memejamkan pandangannya dan menahan untuk tidak melihat perempuan lain yang bukan mahram yang terbuka auratnya. Dan tidak melihat segala sesuatu kecuali yang dihalalkan untuk dilihat. Dan agar menjaga kemaluannya dari perbuatan zina. Dan agar supaya menutup auratnya jangan sampai dilihat oleh orang lain. Maka sesungguhnya yang demikian itu lebih bisa mmembersihkan hati dari noda dosa dan lebih menjaga dari tergelincir pada perbuatan dosa.

Karena Pandangan

Jika melihat tanpa sengaja pada sesuatu yang diharamkan oleh Allah swt, maka hendaknya segera membelokkan pandangan dan mengarahkannya kepada sesuatu yang lain. Dan tidak berlama-lama memandangi perempuan tersebut. Karena Allah swt mengetahui perbuatan manusia, termasuk mata yang curi-curi pandang.

Jadi, larangan melihat aurat pada dasarnya adalah menjaga hati agar bersih dari noda maksiat. Sebab hati yang kotor sangat dimunghkinkan untuk berbuat negatif yang lebih jauh. Jadi menutup aurat bisa dikatakan sebagai menjaga hati atau membersihkan jiwa. Maka dari itu dari sekarang marilah kita sedikit demi sedikit melindungi keluarga kita dari kotornya jiwa yang disebabkan oleh urat. (*)

You may also read!

Jalan Santai Isi HUT RI di Depok

DEPOK – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia, warga RT08/10, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, menggelar kegiatan

Read More...

Brigif 17 Upacara Bareng Warga depok

DEPOK – Brigif Para Raider 17/1 Kostrad menggelar upacara kemerdekaan bersama ratusan masyarakat dan Muspika Kecamatan Cimanggis dan Polri.

Read More...

Junjung Nilai Perjuangan dengan Lomba

DEPOK – Menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan para pahlawan dapat dilakukan dengan bermacam cara. Warga RT05/01, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, melakukannya

Read More...

Mobile Sliding Menu