Aset First Travel Kemana?

In Utama
DOK.AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ASET : Petugas saat membawa dan menunjukkan sejumlah aset First Travel, beberapa waktu lalu.

DEPOK – Pengadilan Negeri (PN) Depok sudah manjatuhkan vonis terdakwa tiga bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Devitasari Hasibuan dan Siti Nuraidah alias Kiki dengan hukuman penjara. Selain itu, seluruh aset yang dimiliki agen perjalan umroh yang menjadi barang bukti tersebut juga disita untuk negara.

Akan tetapi, dari sejumlah aset milik First Travel yang disita, 9 dari 11 barang bukti mobil mewah yang terparkir di halaman parkir Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok raib entah kemana.

Saat ditanya terkait hal ini ke Pengadilan Negeri Depok, mereka hanya mengarahkan agar mengonfirmasi ke pihak kejaksaan.
“Aset Firts Travel Kejaksaan sebaiknya konfirmasi ke Kejaksaan, kalau di pengadilan sudah ada putusan, dan PN Depok tidak punya kewenangan lagi,” ungkap Kepala PN Depok Subandi kepada Radar Depok.

Di lapangan parkir Kejari, Depok, kendaraan yang hilang itu yakni HRV B233 STY, Ford type ranger double B 9002 EWM, Nisan B 2264 RFP, Fortuner B 22 KHS, Hammer putih Nopol F 1051 GT, Toyota Vellfire putih Nopol F 777 NA, Pajero Sport F 797 FT, Volkwagen (VW) caravell F1861LP, Honda B19 EL.

Sementara mobil yang tersisa di dalam parkiran kejari hanya Toyota Hiace putih nopol DK 9282 AH dan Daihatsu Siron B 282 UAN. Diduga, hilangnya kendaraan First Travel tersebut sejak pertengahan bulan juni 2018 tepat sebelum lebaran Idul Fitri.

Perlu diketahui, kendaraan mewah itu diletakan di halaman parkir Kejari Depok masih berstatus titipan karena belum memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrach.

Terkait hilangnya mobil mewah milik First Travel di Halaman Kejari Depok, Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Depok Teguh Arifiano mengatakan, pihak kejaksaan sudah menyalahi prosedur.

“Barang bukti perkara yang belum berkekuatan tetap (inkrach) tidak diperbolehkan untuk dikeluarkan walau sifatnya pinjam pakai. Karena dalam putusan majelis hakim PN Depok barang bukti tersebut disita untuk negara. Jika barang bukti itu tidak kembali bagaimana ?,” kata Teguh selaku Hakim Anggota Perkara First Travel, di PN Depok, Selasa (17/7).

Dia menjelaskan, meski pun dalam perkara kasus ini pihak kejaksaan sebagai eksekutor putusan, namun harus ada aturan prosedur yang harus dijalani untuk melaksanakan eksekusi putusan pengadilan.

“Semua harus ada aturan yang dijalani dan pihak kejaksaan harus menunggu status perkara First Travel berkekuatan hukum tetap terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara, ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) First Travel Heri Jerman dan Kepala Kejari Depok Sufari ketika dikonfirmasi melalui sambungan selular dan chat melalui aplikasi Whats Up terkait persoalan itu pun tidak menanggapi.

Majlis hakim Pengadilan Negeri Depok memutuskan seluruh aset First Travel disita oleh negara, keputusan ketua hakim yang di pimpin oleh Sobandi itu membuat polemik dan kerasahan calon jemaah umrah.

Atas putusan tersebut banyak korban calon jemaah umrah menangis di ruang sidang, mereka awalnya para korban berharap, hasil putusan hakim sesuai tuntutan JPU yang akan mengembalikan seluruh aset First Travel ke kerban melalui kuasa hukum. Namun kenyataan itu berbanding terbalik dengan hasil putusan majelis hakim, Rabu (30/5).   (rub/okz/net)

You may also read!

Berangkat Haji, Wakil Walikota Depok: Saya Ingin Fokus Ibadah

DEPOK – Lebih dari satu bulan, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna akan cuti dari pekerjaannya di Balaikota Depok. Karena

Read More...

Analis Sebut Ganjil-Genap Bagus

DEPOK – Ganjil-genap di Jalan Margonda Raya saat sabtu dan minggu, dianggap sangat tepat. Adanya penerapan sistem tersebut akan

Read More...

Siluet Presiden Bertebaran di Kampung Lio Depok

DEPOK – Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mungkin itu pesan yang disampaikan warga Kampung Limo, via gambar siluet. Menyambut hari

Read More...

Mobile Sliding Menu