Al Khansa Shaliha Perancang Busana Depok Berkiprah di Italia (1) Tampilkan Alkhansas, Gunakan Metode Alunan Musik John Cage

In Metropolis
IST FOR RADAR DEPOK
TERSENYUM : Al Khansa Shalihah adalah satu-satunya peserta dari Indonesia yang tinggal di Kecamatan Beji terpilih untuk ikut dalam ajang fashion show, di Milan Nuova Accademia di Belle Art (NABA) Milano.

Perempuan berusia 26 tahun yang tinggal di Perumahan Depok Mulya I, Kecamatan Beji ini, terwujud juga bisa ke Milan, Italia. Al Khansa Shaliha memang sudah berkiprah di tingkat dunia dalam perancang busana. 

Laporan : MUHAMMAD IRWAN SUPRIYADI 

BERAWAL dari hobi sejak kecil merancang busana dan didukung orang tua. Al Khansa kini mengembangkan ilmu merancang busana di Kota Milan, Italia. Ia sekolah mode di Milan Nuova Accademia daerah Belle Art (NABA), Milano.

Singkat cerita, ketertarikan di dunia disigener sejak kecil perempuan yang akrab disapa Ocha ini mengaku, sering melihat bundanya menjahit pakaian.

“Jadi kesemsem deh, terus serius di desain mulai lulus kuliah sarjana stara 1 (S1). Sekarang jadi bisnis dan lanjut kuliah di desain fashion di Milan, Italia,” kata Ocha.

Di negeri Pizza tempat Ocha menuntut ilmu desain pakaian. Ia terpilih menjadi peserta dari Indonesia mengikuti ajang fashion show sekolah mode di Milan Nuova Accademia daerah Belle Art, Milano.

Ajang itu, kata Ocha perhelatan fashion show kelas dunia bagi para desainer muda berbakat yang diadakan pada 22 Juni 2018 lalu.

“Desainer yang terlibat berasal dari berbagai negara seperti, Turki, China, Italia, India, Iran, Brazil, dan Indonesia. Saya di sana bersaing,” tutur Ocha saat dihubungi Radar Depok yang berada di Italia.

Terpilihnya sebagai perwakilan dari Indonesia, tutur dia, berdasarkan penilaian para profesor fashion di NABA Institute. “Alasanya karena bakat dan kemampuannya dalam bidang desain, sehingga sangat pantas mendapat tempat diajang pentas dunia tersebut,” tutur Ocha.

Perempuan lulusan SI Ilmu Ekonomi ini melanjutkan, diajang itu menampilkan brand Alkhansas yang  merupakan koleksi terbaru. Spring Summer Collection, yang mengangkat tema besar keindahan Batik Nusantara.

Desain kain-kain tradisional batik ditampilkan Alkhansas dengan berbagai ragam dan variasi desain. Mengkombinasikan antara siluet tradisional pakaian Indonesia dengan gaya kontemporer.

Warna cerah dan meriah menjadi pilihan Alkhansas. Namun, dengan tetap menomorsatukan kenyamanan dalam pilihan bahannya. “Hal tersebut ditunjukkan dengan perpaduan kain batik, dan kain bertekstur elegan seperti satin silk dengan jenis kain tech,” katanya.

Gaun rancangan Ocha ini, jelas dia, terlihat penuh permainan pola. Namun, mampu menghasilkan cita rasa yang indah. “Metode yang saya gunakan dalam membuat pola pakaian menyerupai teori membuat alunan musik yang pernah diusung oleh musisi Amerika, John Cage sejak tahun 1951. Cage menyusun musiknya dengan menggunakan proses ‘kebetulan’ (by chance). Saya pun melakukan teknik serupa. Namun, saya mengombinasikannya dengan teknik pola klasik fashion Italia,” ujarnya.

Selain penggunaan kain batik yang menjadi ciri khas desainnya, sebagian besar model yang mengenakan baju Alkhansas pun menggunakan hijab. “Model yang mengunakan hijab sebagai salah satu hal yang menurut saya juga menarik, untuk diperkenalkan kepada masyarakat Eropa,” terangnya.(*) 

You may also read!

Dorong Raperda LGBT

DEPOK – Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Depok mendukung pembuatan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender

Read More...

Mural Obat Jenuh Macet Juanda Depok

DEPOK – Dengan diadakannya perhelatan Depok Mural Competition (DMC) yang diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kota

Read More...

Ikadi Depok Bekali Kader DKM di UI

DEPOK – Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Depok menggelar pelatihan khatib Jumat untuk membekali 102 kader Dewan Kemakmuran Masjid

Read More...

Mobile Sliding Menu