689 Bacaleg Depok Berebut 50 Kursi

In Utama

DEPOK – Penerimaan pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPRD Kota Depok Pemilihan Umum 2019 di Kantor KPU Kota Depok, Jalan Raya Kartini Kelurahan Depok, Pancoranmas yang digelar pada 4-17 Juli sebanyak 689 Bacaleg dari 16 Parpol.

Diketahui, alokasi kursi DPRD Kota Depok hanya 50 anggota dewan, sehingga akan ada 639 orang yang akan tersisih pada Pileg yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019 mendatang.

“Seluruhnya ada 689 Bacaleg untuk DPRD Kota Depok,” kata Titik kepada Radar Depok, Kamis (19/7).

Titik menguraikan, jumlah tersebut terdiri dari 227 Bacaleg perempuan dan 412 Bacaleg laki-laki. Dengan demikian, keterwakilan perempuan mencapai 40,20 persen, melebihi persyaratan minimum, yakni 30 persen.

“Persyaratan keterwakilan perempuan sudah terlampaui dan memenuhi persyaratan tersebut. Kalau ada perbaikan dan kekurangan persyaratan akan kami informasikan ke setiap Parpol,” terangnya.

Titik melanjutkan, untuk Kota Depok terdapat enam daerah pemilihan (dapil), yakni dapil satu Kecamatan Pancoranmas, dapil dua Beji, Limo, Cinere, dapil tiga Cimanggis, dapil empat Sukmajaya, dapil lima Tapos, Cilodong, dapil enam Sawangan, Bojongsari, Cipayung.

“Tiap Dapil berbeda-beda jumlah kursi yang diperebutkan, ada yang enam sampai 11 kursi,” ucap Titik.

Bawaslu Minta KPU Serius Verifikasi Caleg

Terpisah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat membeberkan hasil pengawasan terhadap pengajuan Bacaleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar, Abdullah mengatakan, seluruh partai politik mematuhi jadwal pendaftran calon mulai dari 4-17 Juli 2018. Kendati demikian, meski 16 parpol mematuhi pendaftaran bacaleg, hanya delapan partai yang mencalonkan 100 persen anggotanya atau 120 alokasi kursi di DPRD Jabar.

Delapan parpol itu meliputi PKB, Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, Perindo dan Demokrat. Sedangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mendaftarkan bacaleg mereka masing-masing berjumlah 61, 32 dan 27 orang.

Selain itu, seluruh parpol sudah menyertakan pakta integritas terhadap Bacaleg yang didaftarkan. Hanya saja pihak KPU harus memverifikasi pakta tersebut sebelum dinyatakan lolos.

“Tanggal 19-21 Juli teman-teman di KPU akan mengecek apakah seluruh persyaratan memenuhi unsur syarat pencalonan,” ujar Abdullah, beberapa waktu lalu.

Bawaslu menemukan ada Bacaleg yang juga mantan pidana korupsi di tingkat pemilihan DPRD kabupaten/kota.

“Yang penting dalam catatan kita, di tingkat kabupaten/kota ada calon yang pernah terpidana kasus korupsi. Melihat fenomena tersebut kami akan lihat verifikasi nanti apakah partai konsisten pada pakta integritas atau tidak, kemudian apakah partai mengganti calon lain,” lanjut dia.

Pihaknya juga menemukan tiga partai tidak mencalonkan calonnya ke DPRD Kabupaten/Kota untuk mengikuti kontestasi Pileg 2019, yaitu PKPI yang tidak mencalonkan kadernya di 11 kabupaten/kota. Diikuti Partai Garuda di 3 kabupaten kota dan Partai Berkarya di 2 kabupaten/kota.

“Sangat disayangkan parpol yang terdaftar tadi tidak mendaftarkan calon. Ini juga menunjukkan kesiapan parpol di dalam mengikuti kontestasi pileg,” katanya. (cky/kmp)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu