20 Macam Hati Manusia di Dalam Alquran

In Utama
Ust. Zaimul Haq, M.Ag, Anggota JQH NU Depok

Oleh: Ust. Zaimul Haq, M.Ag

(Anggota JQH NU Depok) 

Secara umum Allah telah menganugerahkan organ inti berupa jantung dalam diri manusia untuk menunaikan tugasnya dalam menopang fungsi kehidupan, karena tanpa jantung, manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Sedang dalamAl-Qur’an, kata jantung di istilahkan dengan kata hati (qolb) yang mempunyai arti bolak-balik/tidak stabil.

Selain diperuntukkan untuk penopang hidup, hati manusia juga bisa digunakan untuk membedakan antara yang baik dan buruk, antara yang benar dan salah, antara yang dibolehkan dan dilarang dan sebagainya. Intinya Allah memberikan hati kepada manusia sebagai media ruhani agar ia bisa bebas mengatur dan menentukan jalan hidupnya sendiri.

Karena sifat dasarnya yang berubah-ubah, maka seperti itu pula ia akan mengikuti jejak perjalanan hidup manusia dari lahir hingga wafatnya. Oleh karenanya, jauh-jauh hari Al-Qur’an telah mengklasifikasikan beragam jenis hati, agar manusia bisa memantau dalam posisi manakah hatinya kini berada, untuk kemudian bisa merubahnya menjadi bagian dari hati yang baik. Adapun klasifikasi Al-Qur’an dengan varian maknanya masing-masing. Setidaknya terdapat dalam dua puluh jenis, yang dari dua puluh tersebut, delapan di antaranya menunjukkan potensi hati yang baik, sisanya menunjukkan potensi hati yang buruk.

Melihat perbandingan di atas setidaknya Allah mengajarkan kepada kita betapa dalam diri manusia lebih banyak mengandung potensi buruk dengan hatinya masing-masing. Maka untuk mengontrol kondisi tersebut, kita harus mengeceknya satu-persatu.

Adapun ke dua puluh jenis hati yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

Hati yang SALIM yang suci. “Yaitu hati yang ikhlas dan kosong dari sifat kufur, munafik, dan kotoran,” (Asy-syuara:89). Hati yang MUNIB yang selalu inabah. “Yaitu hati yang selalu kembali dan tazkiyah taubat kepada Allah dengan selalu mengerjakan perintahNya,” (Qaff:33). Hati yang MUKHBIT yang tunduk. “Yaitu hati yang selalu patuh merendah yang tenang dan lapang Sakinah,” (Al-hajj:54).

Hati yang WAJAL yang bergetar. “Yaitu hati yang selalu takut kalau tidak mengerjakan perintah dan tidak selamat dari azab,” (Al-Mukminun:60). Hati yang TAQIY yang bertakwa. “Yaitu hati yang selalu mengagungkan syiar Allah,” (Al-hajj:32). Hati yang MAHDIY yang diberi hidayah. “Yaitu hati yang selalu ridho dengan takdir Allah dan berserah atas perkara nya,” (At-taghabun:11). Hati yang MUTHMAINNAH yang tenang. “Yaitu hati yang selalu mantap dengan ke Esaan allah dan terus berdzikir,” (Ar-ra’ad:28).

Hati yang HAYYU yang hidup. “Yaitu hati yang kasyaf dari seluruh kejadian yang dialami oleh manusia,” (Qaaff:37). Hati yang MARIDH yang sakit. “Yaitu hati yang kena penyakit seperti ragu, munafik, yang didalamnya ada ilham fujur mendorong kepada syahwat haram,” (Al-ahzab:32). Hati yang A’MAA yang buta. “Yaitu hati yang tidak bisa melihat kebenaran dan ibrah dari bashirahnya,”

(Al-hajj:4). Hati yang LAHIY yang lalai. “Yaitu hati yg selalu lena dari alquran. Selalu sibuk dgn kebatilan dunia dan syahwatnya,” (Al-anbiya:3). Hati yang ATSIM yang berdosa.

“Yaitu hati yang menyembunyikan kesaksian terhadap kebenaran,”

(Albaqarah:283).

Hati yang MUTAKABBIR yang sombong. “Yaitu hati yang tidak mau mentauhidkan Allah dan ketaatanNya. Banyak melakukan kezaliman dan permusuhan,” (Ghafir:35). Hati yang GHALIDH yang kasar. “Yaitu hati yang dicabut rasa empati dan kasihan kepada sesama,” (Ali Imran:159). Hati yang MAKHTUM yang terkunci. “Yaitu hati yang mendengar nasehat tapi tidak melaksanakan nasehat,” (Aljatsiyah:23).

Hati yang QAASIY yakni hati yang keras. “Yaitu hati ugal tidak memiliki kelembutan untuk iman dan tidak pernah berbekas ancaman dan berpaling dari zikir kepada Allah,” (Almaidah:13). Hati yang GHAAFIL yang Lalai. “Yaitu hati yang tidak dzikir memilih Hawanya dari pada taat nya,” (Al Kahfi:28). Hati yang AGHLAF  yang terhijab. “Yaitu hati yang tertutup tidak mau menerima nasehat dari Hadits Rasulullah,” (Albaqarah:88). Hati yang ZAA-IGH yang miring. “Yaitu hati yang selalu condong kepada selain kebenaran,” (Ali imran : 7). Hati yang MURIIB yang selalu ragu. “Yaitu hati yang tidak ada kepastian selalu goyang,” (Attaubah:45).

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya Aamiin Allahuma Aamiin. Termasuk di manakah hati kita? (*)

You may also read!

SMPN 13 Depok Dicuekin Desari-Cijago

DEPOK – Ini harus jadi perhatian Tim Pembebasan Tanah (TPT), Tol Depok-Antasari (Desari) dan Cinere-Jagorawi (Cijago). Keladinya, sampai kemarin,

Read More...

Korban Begal Payudara di Depok Divisum

DEPOK – Polresta Depok serius menangani kasus pelecehan seksual terhadap korban, SN. Terbaru, SN sudah melakukan visum dan empat

Read More...

Dishub Depok dan Ojol Buat Tiga Kesepakatan

DEPOK–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, menggelar pertemuan dengan aplikator dan komunitas ojek online (Ojol) di Jalan Merdeka Raua, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu