Tiga Tes jadi Syarat Wajib Masuk IISIP

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
PENERUS BANGSA: Mahasiswa IISIP Jakarta tengah menunggu bergantian untuk melakukan proses bimbingan skripsi di ruang sekretariat.

DEPOK – Penerimaan mahasiswa baru di Insitut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta sudah memasuki gelombang ke 4, tepatnya 4 Juli 2018 mendatang. Calon mahasiswa baru harus melewati beberapa rangkaian tes dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019.

Pembantu Rektor (Purek) III Bidang Kemahasiswaan, Omar Abidin Gilang mengatakan, sejak awal berdirinya kampus yang terkenal dengan sebutan kampus tercinta terdapat tiga syarat penting yang diajukan kepada calon mahasiswa baru. Mulai dari tes potensi akademik, kesehatan, dan psikotes.

“Ketiga tes itu adalah syarat wajib. Kalau salah satu ada yang tidak lulus maka dipastikan tidak akan lulus menjadi mahasiswa IISIP,” kata Omar kepada Radar Depok, saat ditemui di kampus yang terletak di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Omar menjelaskan, tes potensi akademik meliputi mata pelajaran umum yang sudah dipelajari calon mahasiswa selama di bangku SMA, meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika dasar, pengetahuan umum, dan ilmu pengetahuan alam.

“Kalau tes kesehatan mereka (calon mahasiswa, red) harus bebas dari narkotika, buta warna, dan cacat fisik. Tes psikotes untuk melihat minat dan bakat,” jelasnya.

Dari gelombang 1 sampai 3, IISIP sudah menerima hampir setengah dari total kuota yang disediakan yaitu 2000 mahasiswa. “Setiap gelombang kami terima 30-35 persen calon mahasiswa, mereka yang ngga lulus biasanya dari salah satu tes ga lolos,” ungkap Omar.

Tahun akademik 2018/2019, IISIP Jakarta hanya menerima 2.000 mahasiswa untuk tiga Fakultas yang disediakan. Yakni, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), dan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA).

“Karena keterbatasan ruangan jadi kami hanya terima sedikit mahasiswa, biasanya bisa lebih dari segitu. Karena kondisinya begini masa mau dipaksakan. Jadi kami lakukan penyesuaian dengan kelas yang ada,” kata Omar. (san)

You may also read!

Pedagang dan Pemkot Depok Lawan Petamburan

DEPOK – Akhirnya pedagang dan Pemkot Depok bersatu melawan PT Petamburan Jaya Raya (PJR). Selasa (18/9), sejumlah pedagang Pasar

Read More...

Satu ASN Depok Akan Dipecat

DEPOK – Menindaklanjuti kesepakatan bersama menteri, yang tertuang dalam surat Nomor 182/6597/SJ, Nomor 15 Tahun 2018, dan Nomor 153/KEP/2018.

Read More...

PLN TJBB Depok Diontrog Karyawan Kontrak

DEPOK – Ratusan pegawai kontrak tiba-tiba ingin merangsek masuk kantor PT PLN (persero) Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB), Kelurahan

Read More...

Mobile Sliding Menu