Puasa dan Pendidikan Kemanusiaan

In Ruang Publik
FOTO: Muqorobin, Guru SMA Avicenna

Oleh : Muqorobin*)

Salah satu esensi ajaran Islam adalah mebangun rasa kemanusiaan bagi umatnya. Penekanan ajaran kemanusiaan dalam Islam mengambarkan bahwa setiap umat manusia asalnya dari satu jenis, semua bersaudara dan tidak ada perbedaan satu dengan lainnya, kecuali iman dan taqwa. Dalam makna lebih luas kemanusiaan diartikan sebagai bentuk kepeduliaan, gerakan sosial yang saling membantu dan bekerjasama dalam kebaikan.

Arti kemanusiaan dalam salah satu hadist nabi disabdakan: “Wahai manusia, ingatlah, sesungguhnya Tuhanmu adalah satu, dan nenek moyangmu juga satu. Tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa lain. Tidak ada kelebihan bangsa lain terhadap bangsa Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah terhadap orang yang berkulit hitam, tidak ada kelebihan orang yang berkulit hitam terhadap yang berkulit merah, kecuali dengan taqwanya..” (HR. Ahmad, al-Baihaqi, dan al-Haitsami).

      Makna kemanusiaan dalam Islam begitu mulia, semua manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama. Ibadah puasa yang kita jalankan mendidik kepada kita agar senantiasa mengasah dan menguatkan rasa kemanusian di dalam diri dengan sesama. Dasar bahwa ibadah puasa mengajarkan rasa kemanusiaan itu dijelaskan dalam surah al-Baqarah (2): 184. Puasa dan hubungannya dalam membentuk insan yang memiliki rasa kemanusiaan sebagai berikut.

      Pertama, puasa mengasah kepekaan dan kepedulian sosial, karena manusia sebagai makhluk individual dan sosial. Saat berpuasa, orang muslim menahan haus dan lapar. Rangkaian proses fisik dalam kondisi haus dan lapar tersebut mendidik orang muslim agar selalu peka dalam membangun rasa empati dan peduli terhadap kaum fakir-miskin, yang terkadang mereka berada dalam kondisi serba kekurangan dan merasakan kelaparan karena keterbatasannya.

      Kedua, puasa mendidik orang untuk menahan diri dari perbuatan menyakiti dan mengganggu orang lain. Dalam surah al-Baqarah (2):183, ditekankan tujuan orang berpuasa adalah pencapaian derajat ketakwaan. Dengan dasar ketakwaan orang muslim akan mampu mencegah dan menahan perbuatan munkar kepada orang lain serta selalu menebar kebaikan untuk sesame umat manusia.

      Ketiga, puasa momentum merajut tali persaudaraan dengan sesama orang lain. Demi pencapaian kesempurnaan ibadah puasa di hadapan Allah SWT, setiap orang muslim yang akan menjalankan ibadah puasa melakukan tradisi saling memaafkan dan kunjungan ke sanak saudara. Dengan puasa, seorang muslim akan menjadi orang yang pemaaf dan membuka pintu-pintu silaturahmi persaudaraan dengan orang lain.

      Keempat, puasa memperkuat sikap menghargai dan toleransi. Dalam implementasi, orang yang berpuasa dianjurkan untuk selalu sabar dan tidak reaktif atas permasalahan yang ada di sekitarnya. Untuk menghadapi berbagai persoalan dan perbuatan merugikan yang dilakukan oleh orang lain, orang yang berpuasa dianjurkan membalasnya dengan mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa”.

Dengan demikian, orang berpuasa tidak sepantasnya melakukan pemaksanaan kehendak pada orang lain, misalnya dengan melakukan sweeping dan memaksa semua warung makan tutup di siang hari. Sikap saling menghargai dan toleransi harus ditunjukkan orang muslim dengan landasran sikap sabar karena mulianya bulan puasa.

Semoga ibadah puasa kita dapat dilaksanakan dengan maksimal dan menggapai kesempurnaan dihadapan Allah SWT, sehingga mampu membentuk pribadi yang bertakwa, meraih ampunan dan memperkuat rasa kemanusiaan yang tinggi dalam diri setiap orang-orang yang beriman. Wallahu Alam Bisshawab.

*)Guru SMA Avicenna

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu