Nganggung Dulang, Wujud Tradisi Semangat Gotong-royong Masyarakat Bangka Belitung

In Satelit Depok
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
KEBERSAMAAN: Jamaah Musala Al-Badar, Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, melaksanakan tradisi nganggung dulang usai Salat Idul Fitri.

PANGKALPINANG – Tradisi nganggung dulang masih dijaga masyarakat Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Usai melaksanakan Salat Idul Fitri tadi pagi, puluhan jamaah Musala Al-Badar RW01, Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, berbondong-bondong membawa makanan dari rumah.

Tua, muda, dan laki-laki duduk bersama di lantai musala sambil menyantap berbagai menu makanan yang dihidangkan.

“Bukan hanya habis Salat Idul Fitri, tradisi ini (nganggung dulang, red) dilakukam setiap hari besar Islam seperti Maulid Nabi atau Isra Mikraj,” kata Bagas Prayoga, salah seorang jamaah.

Nganggung adalah tradisi membawa makanan lengkap di atas dulang yang ditutup dengan tudung saji berwarna merah dan bermotif.

Di dalamnya biasanya berisi nasi, lauk-pauk, buah-buahan, dan juga aneka kue. Sedangkan dulang adalah talam atau nampan yang biasanya terbuat dari kuningan dan bentuknya bulat.

“Tradisi nganggung merupakan wujud semangat gotong-royong antarwarga. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sesama warga, supaya tercipta kerukunan dan kedamaian,” katanya. (ram

You may also read!

Wakil Walikota Depok: Empat Program P2WKSS Diprioritaskan

DEPOK – Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mendorong Perangkat Daerah (PD) yang terlibat dalam program Peningkatan Peranan Wanita menuju

Read More...

Fasilitas RSUD Depok Kian Lengkap, Gedung B-D Diresmikan

DEPOK – Janji Pemerintah Kota Depok memberikan layanan kesehatan maksimal untuk masyarakat perlahan terpenuhi. Minggu (22/7) pagi, Walikota Depok,

Read More...

Polresta Depok Usut Mobil Artis Neno Warisman yang Terbakar

DEPOK – Mobil Daihatsu Xenia milik artis tahun 1990-an, Neno Warisman, terbakar pada Rabu (19/7) sekitar pukul 23.00 di

Read More...

Mobile Sliding Menu