Mahasiswa Diminta Lampirkan Akun Medsos

In Pendidikan
AHMAD FACHRY / RADAR DEPOK
Ilustrasi Gedung Universitas Indonesia (UI).

DEPOK – Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia berencana akan merapihkan data mahasiswa dengan meminta calon mahasiswa melampirkan akun media sosial saat mengisi formulir pendaftaran pada perguruan tinggi.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala Humas dan KIP Universitas Indonesia (UI), Rifelly Dewi Astuti mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan teknis terkait peraturan baru yang akan diberlakukan oleh Menristekdikti tersebut.

“Kami masih menunggu arahan teknis dari menristekdikti setelah pertemuan dengan rektor-rektor kampus yang akan dilaksanakan akhir bulan ini,” kata Rifelly kepada Radar Depok.

Rifelly melihat adanya peraturan baru dengan melampirkan akun media sosial setiap calon mahasiswa, dianggap mampu menangkal penyebaran paham radikalisme di kampus. “Mungkin ya, karena penyebaran paham radikalisme terbanyak melalui medsos,” ujarnya.

Lebih jauh Rifelly mengatakan, pihaknya belum mengetahui teknis mengenai jenis media sosial yang wajib di laporkan dan didata oleh pihak kampus. “Kita belum tau teknisnya bagaimana. Kita tunggu arahan pak menteri,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Bambang Wibawarta mengatakan akan mempelajari imbauan Menristekdikti tersebut. Walaupun menurutnya, hal ini tidak terlalu efektif untuk menangkal penyebaran radikalisme.

“Namun, bukankah akun media sosial bisa saja yang bersangkutan buat lain lagi selain yang dilaporkan,“ ujar Bambang.

UI, lanjut Bambang, telah menerapkan upaya penangkalan paham radikal dengan sistem yang telah diterapkan. Paling penting kurikulum telah mengarah untuk menangkal radikalisme dan intoleransi. “Juga dengan kegiatan-kegiatan yang bermuatan kebangsaan,” lanjutnya.

Sebanyak 3.013 alumnus UI juga membuat pernyataan sikap penolakan radikalisme dan intoleransi.

“Kami akan mencari bentuk konkret dukungan alumnus dengan menerapkan ke dalam beberapa program sudah berjalan,“ kata Bambang.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohammad Nasir meminta para mahasiswa baru mencatatkan akun media sosialnya pada perguruan tinggi masing-masing. Perintah ini disampaikan Menteri untuk memantau indikasi adanya radikalisme di kampus-kampus. (san)

You may also read!

Kejari Depok Irit Bicara

DEPOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok masih belum buka-bukaan, terkait pengembalian berkas rasuah Jalan Nangka, Tapos ke Polresta Depok.

Read More...

Zoss Ada 51 Titik di Depok

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, terus menambah keberadaan Zona Selamat Sekolah (Zoss). Hal itu dilakukan untuk memberikan

Read More...

RS Harapan Depok Tantang YLCC di Pengadilan

DEPOK – Sengketa sewa menyewa gedung antara YLCC dengan RS Harapan Depok, akhirnya akan berujung dimejahijaukan. Kemarin, RS Harapan

Read More...

Mobile Sliding Menu