Lubang Pedetrian Jl. Margonda, Kota Depok Ngeri Banget

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MEMBAHAYAKAN : Tampak lubang besar yang tak tertutup di kawasan pedestrian Jalan Margonda Raya, Rabu (20/6). Hal tersebut tentunya sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas.

DEPOK – Dua bulan penutup gorong-gorong di pedestrian Jalan Raya Margonda hilang. Hingga kemarin, lubang menga-nga siap melukai  pengguna jalan. Terutama bagi pengguna jalan yang penyandang tunanetra.

Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DPC Kota Depok, Mohammad Faisal mengatakan, banyak anggota Pertuni yang terjatuh kala berkeliling berdagang kerupuk. Faisal mengatakan, 70 persen dari total 110 anggota Pertuni Kota Depok mencari nafkah dari berjualan kerupuk. Kebanyakan dari mereka memilih berdagang di jalan besar yang memiliki risiko besar, karena banyak dilewati pengendara.

“Umumnya berdagang dan berkeliling di jalan raya seperti Jalan Margonda Raya, jadi bukan di jalan perumahan warga. Makannya butuh akses trotoar yang bagus,” katanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Faisal pernah menyampaikan keadaan ini kepada Pemkot Depok, dan mereka mengakui kalau kondisi trotoar di Depok tidak ramah bagi penyandang disabilitas. “Saya sudah menyampaikan hal ini sejak tahun 2013 saat Nur Mahmudi Ismail masih menjabat Walikota Depok,” terangnya.

Namun, hingga kini Faisal menilai tetap belum ada upaya nyata yang dilakukan Pemkot Depok bagi warganya. “Belum ada ruas jalan yang bisa dijadikan contoh, karena masih banyak teman-teman yang jatuh ketika berjalan. Tunanetra kan kalau jalan berpatok pada trotoar,” ujar Faisal.

Terpisah, salah satu juru parkir di tempat makan yang tak jauh dari lokasi, Atin Sunarya (52) menyebutkan, penutup saluran air itu hilang.

“Kira-kira sudah ada dua bulan penutupnya enggak ada. Kayanya sih diambil orang untuk dijual, soalnya penutupnyakan dari besi tebal. Ada bautnya juga dibesinya, jadi kalau menurut saya sih memang ada yang mengambil,” kata Atin.

Namun, dia tidak mengetahui pasti siapa yang mengambil. Karena dia hanya bertugas sebagai juru parkir dari pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Atin menyebut tidak adanya penutup saluran air di trotoar jalan Raya Margonda dapat membahayakan pejalan kaki.

“Bahaya lah, ini kan buat orang jalan, masa ada lubang sebesar itu. Pernah ada beberapa orang yang terperosok, kan kasihan,” tandas Atin.(rub)

You may also read!

Berpikir Cerdas Sebelum Berujar

Pengamat Pendidikan nasional dan Sosial Oleh Drs. Supartono, M.Pd. Kendati Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah memakan

Read More...

BPJS Kesehatan Gencar Sosialisasi

  Terjun Langsung ke Masyarakat DEPOK – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat

Read More...

Sukma Food Launching Lima Gerai

  DEPOK – Sukma Food yang berada di wilayah Kecamatan Sukmajaya kemarin (14/2) secara serentak meresmikan lima gerai. Adapun

Read More...

Mobile Sliding Menu