KPPPA : Pengaruhi Nilai KLA

In Metropolis
FOTO: Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu

DEPOK – Meledaknya kasus kekerasan 13 siswa sekolah dasar yang dilakukan gurunya di Kota Depok, ternyata mempengaruhi nilai Kota Layak Anak (KLA). Kemarin, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), sedang menilai 400 kota dan kabupaten.

Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menjelaskan,  KLA ini merupakan program untuk mengurangi kekerasan terhadap anak di Indonesia termasuk Kota Depok, dari segi apa pun. Jadi, kota dan kabupaten saat dalam penilaian KLA terdapat kasus kekerasan pada anak sangat berpengaruh.

Sebab, variabel penilaian ini ada beberapa antara lain hak atas identitas, hak pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, hak kesehatan, dan hak perlindungan khusus termasuk hak terlindungi dari tindakan kekerasan.

“Karena itu program perlindungan anak (PA) lebih besar diupayakan pencegahan, agar keluarga dan anak mampu menghindari kekerasan,” kata Pribudiarta, hanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Meski begitu, proses kota dan kabupaten meraih penghargaan KLA ada tingkatanya. Tapi, bagi kota dan kabupaten yang sudah mendapatkan penghargaan tahun lalu tidak serta merta bisa dicabut status tingkatan KLA-nya. Itu dikarenakan yang memberikan penghargaan KLA adalah Presiden Indonesia, maka kata dia, tidak mudah mencabut. “Tapi lebih mungkin tidak mendapatkan penghargaan atau turun, pada tahun berikutnya jika ada temuan kasus,” tegasnya.

Sementara, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N. Rosalin mengungkapkan, KLA di 400 kota dan kabupaten sedang dalam tahapan penilain oleh KPPPA. Termasuk Kota Depok yang memiliki program andalan masuk dalam tahapan penilaian KLA.  “Penilaian sedang dalam proses,” ucap Lenny, hanya kepada Harian Radar Depok, Rabu (20/6).

Dalam mencapai Kota Layak Anak, Lenny juga memaparkan terdapat 24 indikator yang dijabarkan dari konvensi hak anak yang harus dipenuhi untuk menjadi kota layak anak.

“Kami telah melakukan beberapa sosialisasi dan pengembangan di setiap daerah, seperti tersedianya layanan Call Center Telepon Sahabat Anak (TeSa) 129, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) yang telah kami luncurkan tahun 2017 ini,” ujarnya.

Indikator lainnya yang telah diimplementasikan sepanjang tahun 2017 adalah implementasi program Pembentukan Forum Anak sampai tingkat desa dan kelurahan.

“Kini jumlah forum anak yang terbentuk pada tahun 2017 telah mencapai 416, meningkat kurang lebih setengah persen dari tahun 2016 yang berjumlah 267 forum anak,” tambah Lenny.

Perlu diketahui WA sendiri ditangkap pada Rabu (6/6) sekitar pukul 14.00 WIB di sekitar Kota Depok. Sementara kasus pencabulan ini baru terungkap pada Jumat (1/6) lalu, ketika salah satu orang tua korban, LY melaporkan kejadian itu ke Polresta Depok.

Setelah diperiksa, diketahui WA,telah melakukan aksi kekerasan seksual tersebut sejak 2017. Para murid diancam akan diberikan nilai jelek di mata pelajaran Bahasa Inggris, bila mengadukan aksi tersebut pada orang tua mereka.(irw)

 

You may also read!

Setengah Bulan Tanpa Ilmu, Disdik Depok: Aspirasi Akan Disampaikan ke Pusat

DEPOK – Jika ini benar, anak didik di Kota Depok akan ketinggalan pelajaran. Kemarin, puluhan guru honorer, yang tergabung

Read More...

Pasar Kemirimuka Depok Tidak Bisa Diesekusi

DEPOK – PT Petamburan Jaya Raya (PJR) semakin terpojok saja. Kemarin, dalam sidang lanjutan Derden Verzet, sengketa lahan Pedagang

Read More...

Sebulan TMMD Garap Cipayung, Kota Depok

DEPOK – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 pada Tahun 2018 resmi dibuka, di Lapangan Serong, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu