Dua CCTV Nihil, Polisi Sebar Sketsa Pelaku Pelemparan Batu di Depok

In Metropolis
IST FOR RADAR DEPOK
MASIH TERBARING : Raffa (9) bocah yang menjadi korban pelemparan batu di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji masih terbaring lemas di RS Polri Kramat Jati, kemarin.

DEPOK – Upaya polisi untuk mendeteksi wajah dan perawakan pelaku pelempar Raffa (9) melalui CCTV di Jalan Juanda bakal pupus. Keladinya kemarin, kedua CCTV yang berada di Ruko Zen Family Spa dan Ras Actuaries tidak berfungsi.

Setelah di cek ke lokasi Ras Actuaries, ternyata CCTV di kolasi tersebut tidak dapat merekam peristiwa yang terjadi di depan Ras Actuaries. Menurut pegawai Ras Actuaries, Pirdana mengatakan, CCTV yang terpasang berfungsi tapi tidak terekam.

“CCTV-nya berfungsi, tapi enggak bisa merekam. Kita juga sudah minta perbaiki ke penjualnya, tapi sampai sekarang nggak datang-datang,” kata Pirdana kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, pihak kepolisian, ketua RT3/11 Kemirimuka Syahroni, dan pihak Kelurahan Kemiri Muka telah mendatangi tempat kerjanya untuk mengecek CCTV. “Ini CCTV bisa nyorot sampai ke seberang jalan. Jadi pelaku pasti terlihat, tapi sayangnya nggak bisa merekam jadi nggak terlihat pelakunya,” terangnya.

Begitupula CCTV yang terpasang di Ras Actuaries juga tidak berfungsi dengan baik. Kalau di Ras Actuaries, tidak dapat merekam lantaran hardisk-nya tidak berfungsi. Sementara, CCTV yang berada di Zen Spa Family eror, sehingga tidak dapat menemukan hasil rekaman Jumat (15/6) malam.

Menurut salah satu anggota Tim Jaguar Polres Depok, Adit yang kemarin juga sempat menyaksikan remakan CCTV di Zen Spa Family mengatakan, CCTV yang berada di Zen Spa Family tidak berfungsi dengan baik. “Tidak terekam pelakunya,” ujar anggota Jaguar Polresta Depok, Adit.

Sementara, aparat kepolisian masih terus berupaya meringkus pelaku pelemparan konblok yang melukai Raffa Ismail Fahrezi (9). Bahkan, kasus pelemparan konblok yang membuat Raffa harus menjalani operasi bedah plastik ini, juga sudah melibatkan Mabes Polri.

Kerja sama antara penyidik Sat Reskrim Polresta Depok dengan tim Inafis Mabes Polri ini diharapkan dapat meringkus pelaku. “Penyidik berkoordinasi dengan Inafis Mabes Polri untuk membuat sketsa wajah pelaku berdasarkan keterangan yang diberikan korban dan saksi-saksi,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro.

Namun, Polresta Depok sudah memeriksa empat saksi, dua saksi dari pihak orang tua korban dan dua orang, tapi dirahasiakan.

Terkait CCTV di tempat kejadian kata dia, ada lima titik. Satu CCTV  mengarah kepada ciri-ciri pelaku pelemparan.

“Dua CCTV masih diupayakan oleh kami, satu CCTV sudah kelihatan ciri-cirinya laki-laki kisaran umur 40 tahun. Kami pastikan pelaku tunggal,” kata Bintoro, kepada Radar Depok, kemarin.

Dari keterangan orang tua korban sambung dia, waktu kejadian pelemparan batu ke korban sempat ditangkis. Namun, batu komblok mengenai wajah putranya yang menjadi korban.

“Kejadiannya malam sekitar jam 22.00 WIB. Kondisi di TKP penerangannya minim sehingga pelaku dengan mudah bisa menjalankan aksinya,” kata dia.

Tambah dia, Polresta Depok masih mendalami pelaku dan berkoordinasi dengan Mabes Polri. “Kita coba buat sketsa dari keterangan orang tua korban,” tuturnya.

Kondisi korban sekarang ini sambung Bintoro sudah membaik dan sudah bisa berbicara. “Untuk biaya ditangung oleh RS Polri gratis. Kami melihat dari sisi kemanusiaan,” tandasnya.(rub/irw)

You may also read!

Kejari Depok Irit Bicara

DEPOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok masih belum buka-bukaan, terkait pengembalian berkas rasuah Jalan Nangka, Tapos ke Polresta Depok.

Read More...

Zoss Ada 51 Titik di Depok

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, terus menambah keberadaan Zona Selamat Sekolah (Zoss). Hal itu dilakukan untuk memberikan

Read More...

RS Harapan Depok Tantang YLCC di Pengadilan

DEPOK – Sengketa sewa menyewa gedung antara YLCC dengan RS Harapan Depok, akhirnya akan berujung dimejahijaukan. Kemarin, RS Harapan

Read More...

Mobile Sliding Menu