Cinere Parkview Kadali Pemkot Depok

In Metropolis
FAHMI/RADARDEPOK
DITUTUP : Plang segel di perumahan elite Cinere Parkview di RW 12, Kelurahan/Kecamatan Limo, sempat ditutup spanduk iklan TV kabel dan spanduk iklan pemasaran perumahan tersebut.

DEPOK – Tingkah laku pengembang perumahan elite Cinere Parkview di RW12 Kelurahan/Kecamatan Limo, ada-ada saja. Sudah dua kali pengembang berupaya menutup plang segel di perumahan tersebut. Plang segel dipasang Satpol PP Depok awal Mei 2018 lalu, karena perumahan elite bentukan PT Megapolitan Developments tersebut, tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Ketua RW12 Limo, Yakob Saragih menegaskan, Pemkot Depok atau Satpol PP tegas dengan mempidanakan pengembang. Sebab sudah dua kali pengembang menutup plang segel yang dipasang. “Jika didiamkan bukan tidak mungkin pengembang mengulangi perbuatannya,” kata Yakob kepada Harian Radar Depok, Selasa (19/6).

Menurut Yakob, warga mengaku kecewa atas sikap Satpol PP Depok yang diam saja, meski pengembang sudah dua kali jelas-jelas mengakali plang segel yang dipasang di sana. “Warga berharap Satpol PP berani mempidanakan pengembang sesuai hukum dan aturan berlaku,” tegas Yakob.

Pengembang yang dua kali menutup plang segel, bisa dijerat Pasal 219 KUHP tentang merusak maklumat atau membuatnya tidak dapat terbaca dengan ancaman hukuman penjara satu bulan dua minggu atau denda maksimal Rp450 juta.

“Memang ancaman hukumannya ringan. Tapi yang diharapkan bukan menghukumnya, namun agar pengembang jera dan tak lagi mengulangi perbuatannya. Itu tujuannya,” kata Yakob.

Jika ingin dengan ancaman yang lebih berat, bisa juga dijuntokan Pasal 232 KUHP tentang merusak materei yang dipasang pihak berwenang dengan ancaman penjara 2 tahun.

“Kami sebagai warga tidak punya legal standing untuk mempidanakan pengembang. Sebeb segel dipasang Pemkot Depok atau Satpol PP Depok. Jadi mereka yang berhal dan berwenang, sementara warga mendukungnya,” kata Yakob.

Sementara, Kasatpol PP Depok, Yayan Arianto mengaku, masih mempertimbangkan apakah akan mempidanakan pengembang atau tidak.

Namun, yang pasti kata Yayan pihaknya sudah memberi peringatan keras ke pihak pengembang, agar tidak lagi melakukan penutupan plang selgel. “Ke depan, kami akan monitor terus plang segel yang kami pasang di sana,” kata Yayan.

Selain itu, Yayan meminta pengembang segera melakukan pengurusan perizinan perumahan jika ingin plang segel dicabut.

“Setelah IMB terbit plang segal akan kami cabut dan pengerjaan pembangunan perumahan bisa dilanjutkan,” kata Yayan.

Menimpali hal ini, PR Manager PT Megapolitan Developments Tbk, Marcel Candra mengaku, tidak mengetahui hal tersebut. Saya belum tahu. Nanti kami cari tahu dahulu. Kami masih masa libur, singkatnya.(hmi)

You may also read!

Brawijaya Hospital Bojongsari Hadirkan Trauma Centre Sekaligus Launching Special Card

DILUNCURKAN : Brawijaya Hospital Bojongsari menghadirkan Trauma Centre dan meluncurkan Special Card. FOTO : FEBRINA/RADAR

Read More...

Cucu Ketiga Jokowi Perempuan dan Agak Mirip Jan Ethes

AKRAB : Presiden Jokowi didampingi keluarga. Yakni, sang istri Iriana, Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, Kaesang

Read More...

SMKN 2 Buka Program Magang ke Taiwan

INTERNASIONAL : SMKN 2 Depok sedang mengadakan sosialisasi ke siswanya tentang Program Kuliah dan Magang

Read More...

Mobile Sliding Menu