Cerita Adrian Mariadi Jadi Mualaf

In Satelit Depok
SYAHADAT: Momentum yang merubah hidup Adrian, ketika membaca 2 kalimat syahadat di Masjid Ukuwah Islamiyah, Universitas Indonesia pada 2015.

“…janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” satu kalimat dalam Surat Az-Zumar ayat 53 tersebut, berhasil meneguhkan hati Adrianus Mariadi untuk memeluk Agama Islam dan mengubah hidupnya 180 derajat.

Laporan: IMMAWAN ZULKARNAIN 

Adrian tidak pernah menyangka akan kembali ke Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia (UI), tempatnya mengucap dua kelimat syahadat, untuk menceritakan pengalaman bersejarah dalam hidupnya. Yakni memeluk Agama Islam.

Putra pertama dari dua bersaudara tersebut mengaku sempat bercita-cita menjadi pemuka agama dari agama yang dianutnya sebelumnya. Namun, lantaran gejolak batin yang dirasakannya atas agama yang dianutnya tersebut, Dia memilih untuk meninggalkan agamanya sejak kelas XII SMA.

“Banyak pertanyaan di agama sebelumnya yang tidak terjawab. Bahkan oleh para pemuka agama,” kenang Adrian.

Adrian mencontohkan, agama yang dia anut sebelumnya selalu mengklaim ajarannya menjunjung tinggi cinta dan kasih sayang, tapi selalu mengancam umatnya yang ingkar akan siksaan neraka.

“Masa Tuhan yang ngajarin kasih sayang, tega membakar umatnya?” tanya Adrian.

Setelah memutuskan untuk tidak beragama selama hampir 2 tahun, Adrian mengaku kembali merasakan gejolak dalam dirinya. Bedanya, kali ini disebabkan oleh persaan kehilangan arah dalam hidup yang dialaminya. Sampai seorang dosen menyarankannya untuk mempelajari Agama Islam dengan memberinya Al-Quran.

Adrian mengaku sempat hampir menyerah mempelajari Agama Islam, namun semua berubah setelah Dia menemukan ayat 53 dari Surat Az-Zumar yang menyadarkannya akan kekuasaan Allah SWT dan memberinya ketengan batin.

“ketenangan ini yang selama ini saya cari,” seru Adrian.

Meskipun sempat menerima tekanan dari keluarganya, Adrian mengaku menemukan ketenangan yang dia cari dalam Agama Islam. Sampai akhirnya keluarganya pun maklum dan menerima keputusannya.(*)

You may also read!

Wakil Walikota Depok Rayakan HUT Republik Indonesia ke-73 di Tanah Suci

DEPOK –  Ada yang berbeda dari perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI) bagi Pradi Supriatna. Biasanya saat merayakan HUT

Read More...

Pelaku Penculikan Bayi di Depok Terancam 15 Tahun Penjara

DEPOK – Jumiyanti pelaku penculikan bayi Aditya Hamizan Purnomo, di Jalan Flamboyan RT6/2, Sukmajaya, Jumat (27/4) lalu, seperti bakal

Read More...

Sumbang Lombok-Beri Penghargaan di HUT RI

DEPOK – Sang saka Merah Putih berkibar lapang di Balaikota, saat perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI), Jumat (17/8).

Read More...

Mobile Sliding Menu