Bina Auladi Mandiri Depok Santuni Yatim

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
PEDULI : Ketua Yayasan Bina Auladi Mandiri, Isal didampingi pengurus saat santunan di Rumah Yatim Yayasan Bina Auladi Mandiri, Kampung Cimpaeun Nomor 20 RT02/03 Kelurahan Cimpaeun, Tapos, Minggu (10/6).

DEPOK –  Yayasan Bina Auladi Mandiri kembali mengadakan santunan kepada anak yatim di Rumah Yatim Yayasan Bina Auladi Mandiri, Kampung Cimpaeun Nomor 20 RT02/03 Kelurahan Cimpaeun, Tapos, Minggu (10/6). santunan tersebut juga dibarengi dengan buka puasa bersama seluruh pengurus Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Bina Auladi Mandiri dan pengurus yayasan.

Ketua Yayasan Bina Auladi Mandiri, Salahudin Yuswa mengungkapkan, santunan di yayasannya pada Ramadan 1439 Hijriah dilaksanakan tiap Sabtu-Minggu. Di mana pada pekan sebelumnya lebih banyak kedatangan tamu dan berbuka puasa bersama perusahaan, komunitas, DKM Masjid dan individu yang menjadi donatur pada kegiatan di yayasan tersebut.

“Kami dari internal yayasan dan koperasi sendiri belum dan ingin mengadakan buka puasa bersama anak yatim yang menjadi anak asuh kami,” tutur pria yang akrab disapa Isal ini kepada Radar Depok.

Ia menjelaskan, saat ini menyantuni sebanyak 30 anak yatim dari total sekitar 50 anak yatim piatu yang  dibina Yayasan Bina Auladi Mandiri, di mana rata-rata anak yatim tersebut merupakan anak dari anggota KSPPS Bina Auladi Mandiri.

“Sejak awal kami memang berkomitmen, anak yatim dari anggota KSPPS Bina Auladi Mandiri menjadi tanggungjawab kami. Tapi ada juga anak yatim dari Nusa Tenggara Timur yang kami bina,” jelas Isal.

Terkait santunan, sambung Isal, pihaknya memberikan uang saku, alat tulis dan bingkisan kepada anak yatim, kemudian paket sembako, berupa daging, sirup, beras, gula dan lainnya langsung di kirim ke rumah masing-masing anak yatim tersebut. Selain itu, santunan yang diberikan, memang murni untuk mereka yang secara ekonomi dan kondisi sosialnya dibawah standar.

“Ini 100 persen mereka yang membutuhkan, dan benar-benar yatim yang orangtuanya meninggal, buka ditinggal pergi. Kalau sembako kan berat, kasihan mereka membawa dari sini. Lebih baik kami antar ke rumah mereka langsung,” terangnya. (cky)

You may also read!

Mobil Guru Ngaji Ditembak OTK

DEPOK – Mobil avanza hitam bernopol B 1394 ERA yang ditumpangi guru ngaji, Rokoyah ditembak orang tidak dikenal (OTK)

Read More...

Atasi Banjir dan Macet

DEPOK – Banjir dan jalan rusak menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi oleh kota yang sedang berkembang seperti

Read More...

22 CPNS Tidak MCU di Depok

DEPOK–Rangkaian Tes Kesehatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Depok, resmi selesai kemarin. Dari 237 CPNS yang lolos tes

Read More...

Mobile Sliding Menu