Banyak Calo SIM di Satpas Depok

In Metropolis
DICKY/RADARDEPOK
MUDAH: Pelayanan SIM Keliling Satlantas Polresta Depok.

DEPOK – Para pembuat surat izin mengendara (SIM) Kota Depok mulai resah. Pasalnya, mereka dihantui keberadaan calo yang mematok harga tinggi untuk mendapatkan SIM yang dikeluarkan Polresta Depok. Apalagi patokan harga itu terjadi lantaran adanya pungutan liar dari oknum anggota Satlantas yang diajak bekerja sama.
Salah satu warga pengaju SIM C, Kota Depok, Donna Mawarti, 36, mengaku, keberadaan calo SIM di Satpras Pasar Sehar milik Polresta Depok mulai beredar. Hal itu dia dapatkan saat hendak mengurus pembuatan SIM C baru kembali. Dirinya pun langsung dikejar calo dan ditawari pengurusan SIM yang cepat dan praktis.

“Harganya Rp550 ribu untuk buat SIM C dan langsung jadi tanpa tes. Ditawari langsung sama calo itu. Ya tidak mau saya harganya diluar batas, dan saya langsung pulang saja,” ungkapnya saat ditemui diparkir Pasar Segar, Depok, Selasa (12/06).

Donna melanjutkan, saat perbincangan dengan calo itu dirinya baru mengetahui tingginya harga SIM tersebut dikarenakan calo itu harus menyetorkan sogokan kepada anggota Satlantas yang bertugas di dalam. Sebab, kata dia pungutan liar itu dipatok oknum tersebut kepada calo untuk menutupi kekurangan biaya administrasi.
“Calonya bilang sudah kenal sekali sama anggota di dalam. Bukan saya saja ada dua orang lagi yang ditawari. Kata calonya sih memang oknum anggotanya mematok harga SIM dari calo,” jelas warga Pasar Pucung, Kecamatan Cilodong itu.

Hal senada juga diungkapkan, Eko Hadi, 43, yang datang ke Pasar Segar untuk membuat SIM A baru. Di tempat itu pun dia bertemu calo SIM yang mematok harga tinggi yakni Rp875 ribu. Harga itu menurutnya, diberikan calo lantaran harus menyetor kepada oknum polisi yang mengurusi administrasi. Apalagi nanti para pengurus itu akan dilakukan tes mengendarai mobil dan motor sebagai syarat uji praktes usai uji teori.
“Calonya bilang biaya ini untuk diberikan ke anggota di dalam. Alasannya biar lolos tes praktek dan teori, bisa dibilang nanti formalitas agar lulus,” katanya.

Lantaran besarnya patokan harga itu, Eko pun tidak jadi mengajukan pengurusan SIM tersebut. Bapak tiga anak ini yakin jika mengurus sendiri maka hal itu akan sia-sia belaka. Sebab, dirinya pernah mencoba mengurus tanpa perantara calo SIM A baru yang diajukannya itu gagal.

Sepengetahuan Eko, harga pengurusan baru SIM yang diberlakukan sangat terjangkau. Namun untuk bisa mendapatkan itu dalam praktek ya sangat sulit didapatkan. Bahkan, jika gagal pengurus tidak mendapatkan uangnya kembali. Akan tetapi jika melalui perantara calo dengan harga selangit hal itu dengan mudah di dapatkan.
“Tetangga saya buktinya pakai calo bisa dapat SIM, saya dua kali ikut tes tak pakai calo gagal terus. Setahu saya harga SIM A hanya Rp120 ribu,” jelasnya.

Semetara, saat dikonfirmasi akan hal itu Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo membenarkan hal tersebut. Namun kata dia, pemberantasan calo SIM ini sangat sulit dilakukan jajarannya. Karena, para calo tersebut menyusup seperti pemohon.
“Sudah beberapa calo pernah kami tangkap, tetapi mereka masih ada. Kami sudah siapkan anggota brimob untuk berjaga agar mereka tidak dapat bermain lagi,” tuturnya.

Ditanya soal adanya kerja sama anggota polisi dengan para calo tersebut, orang nomor satu di Satlantas Polresta Depok ini bungkam. Dia pun tak mau memaparkan hal tersebut secara gamblang. Dia hanya meminta pemohon melaporkan para calo itu ke petugas yang berjaga.

Seperti diketahui Mabes Polri mengeluarkan tarif baru pengurusan SIM kepada seluruh masyarakt ditanah air. Tarif resmi pembuatan SIM seperti yang disampaikan NTMC Polri berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penerbitan SIM A baru Rp120.000, untuk perpanjangan Per Penerbitan Rp80.000. Sedangkan penerbitan SIM B baru Per Penerbitan Rp120.000, dan perpanjangan Per Penerbitan Rp80.000.

Sementara, penerbitan SIM B II baru Per Penerbitan Rp120.000, dan Perpanjangan Per Penerbitan Rp80.000. Untuk Penerbitan SIM C baru Per Penerbitan Rp100.000, perpanjangan Per Penerbitan Rp75.000. Pada Penerbitan SIM D (khusus penyandang cacat) baru Per Penerbitan Rp50.000 dan Perpanjangan Per Penerbitan Rp30.000. Diikuti Pembuatan SIM Internasional baru Per Penerbitan Rp250.000 dan perpanjangan Per Penerbitan Rp225.000.(rub)

You may also read!

Senin, Penentuan Nasib 500 CPNS Depok

DEPOK – Nasib 500 calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari Kota Depok akan ditentukan pada Senin, 10 Desember 2018.

Read More...

Lokasi Longsor di Depok akan Dipasangi Bronjong

DEPOK – Kali Tanah Baru di RT05/03, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, yang mengalami longsor pada  Kamis (6/12) silam,

Read More...

Chicking Depok Rasa Dubai

DEPOK – Rasanya hampir kebanyakan orang suka menyantap makanan berbahan dasar ayam. Baik ayam goreng tradisional, ayam goreng tepung

Read More...

Mobile Sliding Menu