Aset First Travel Tidak Dilampirkan

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ASET FIRST TRAVEL : Sejumlah barang bukti aset First Travel saat ditunjukkan oleh tim JPU di Pengadilan Negeri Kota Depok.

DEPOK – Rangkaian panjang sidang penipuan dan pencucian uang jamaah umrah First Travel sudah berakhir. Ketiga terdakwa juga sudah di vonis majelis hakim. Namun, Humas Pengadilan Negeri Kota Depok, Teguh Arifianto mengaku, tidak hafal aset First Travel yang akan dirampas oleh Negara. Karena daftar aset perkara tersebut tidak dilampirkan di dalam berkas perkara yang dilimpah dari Kejaksaan ke PN Depok.

“Kami baru menerima aset perkara pidana First Travel itu saat Kejaksaan membaca Surat Tuntutan,” kata Teguh kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia juga mengungkapkan, hal tersebut juga kerap ditanyakan Ketua PN di ruang sidang saat sidang digelar. “Di dalam Surat Tuntutan yang dibacakan Jaksa itulah daftar aset yang dimaksud baru dilampirkan,” kata Teguh.

Teguh menjelaskan, aset First Travel dirampas untuk Negara adalah untuk kepastian hukum. Sebab, dalam tuntutan Jaksa dinyatakan, aset tersebut akan dikembalikan kepada pengelola dan korban First Travel.

“Intinya, karena pengelola aset Jamaah menolak kalau aset First Travel dikembalikan ke Jamaah, mereka bikin surat ke Majelis. Sedangkan Jaksa menuntut aset dikembalikan ke Jamaah melalui pengelola,” terangnya.

Ternyata, setelah dipelajari pihak pengelola dalam surat itu aset yang disita tak seimbang dengan kerugian yang diterima jamaah. Sehingga pengelola tak mau ambil resiko dan takut dikejar Jamaah yang tidak kebagian ganti rugi. Untuk kepastian hukum maka Majelis Hakim memutuskan, aset First Travel dirampas untuk negara.

“Jika ada Jamaah yang merasa punya hak, silakan ajukan gugatan perlawanan ke PN Depok seperti perkara Pandawa,” tuturnya.

Saat ini, sambungnya, PN Depok tidak menunggu putusan di Pengadilan Tata Niaga, karena perkara yang digelar di PN Depok merupakan perkara pidana. “Di kami kan perkara pidana jadi perkaranya berbeda. Kalau nanti di Pengadilan Tata Niaga, First Travel dinyatakan pailit, semuanya akan dikembalikan ke Kurator. Inilah yang kita gak ngerti sudah sejauh apa, agar aman maka aset First Travel dikembalikan ke negara,” ungkapnya.

Selain itu, dalam pertimbangan Majelis Hakim terhadap putusan, unsur tindak pidana penipuan dan pencucian uang telah terbukti sedangkan penggelapannya tidak terbukti. “Sebenarnya terdakwa tahu dari awal kalau uang Rp14,3 juta tidak bisa berangkat umrah. Dikarenakan ongkos pesawat aja sudah sebesar sebelas jutaan, belum termasuk biaya penginapan, catering, visa dan pasport. Makanya terdakwa promosi pake alat berbentuk facebook, artis, keagenan sehingga orang tertarik,” kata Humas.

Sementara, soal vonis Andika maksimal karena otak utama, Anisa karena sebagai Dirut sedangkan Kiki, bukan aktor utama. “Hukuman terdakwa Anisa dan Kiki dikurangi dalam pertimbangan Majelis Hakim dengan alasan kemanusiaan. Apalagi terdakwa Anisa yang memiliki seorang bayi yang masih perlu bimbingan dari ibunya,” tandasnya. (rub)

You may also read!

Serunya Ayu Tingting Rayakan HUT RI di Rumah Juanah Sarmili

LOMBA : Ayu Tingting dan Anggota DPRD Kota Depok, Juanah Sarmili melihat Ayah Rojak yang

Read More...

Upacara HUT ke-74 Republik Indonesia di Balaikota Depok

KHIDMAT : Pemerintah Kota Depok melaksanakan Upacara HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Balaikota Depok, Sabtu (17/8). Acara

Read More...

Keseruan Anak-anak Mengikuti Perlombaan HUT ke-74 Republik Indonesia

SERU : Sejumlah anak mengikuti di Lapangan RT01/06, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Sabtu (17/8). Warga di kawasan tersebut

Read More...

Mobile Sliding Menu