13 Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia

In Piala Dunia
Piala Dunia 2018 Rusia.

RUSIA – Selain Brasil di Piala Dunia 1958 dan 1962, belum ada lagi negara yang sukses mempertahankan gelar juara Piala Dunia. Beberapa juara bertahan bahkan harus kalah mengenaskan di Piala Dunia berikutnya.

Menyandang gelar juara Piala Dunia 2014, Jerman menjadi tim yang tahun ini dibayangi kutukan tersebut.

Namun pelatih Joachim Loew dan anak-anak asuhnya menyatakan hal tersebut tidak lebih dari sekadar kebetulan dan faktor keberuntungan belaka.

Timnas Jerman pun yakin bisa memertahakan juara Piala Dunia. Kendati demikian,
Der Panzer tetap berpeluang meneruskan kembali ‘tradisi’ kutukan tak menyenangkan itu.

Berikut 13 kutukan juara bertahan piala dunia sejak tahun 1966:

1. Piala Dunia 1966
Menjadi juara di dua perhelatan Piala Dunia sebelumnya Brasil gagal mempertahankan gelar mereka di tahun ini. Mereka kalah di fase grup setelah dipermalukan Hungaria dan Portugal.

2. Piala Dunia 1970
Giliran Inggris yang menjadi juara Piala Dunia empat tahun sebelumnya tertimpa kutukan ini. Bertanding melawan Jerman Barat di babak perempat final, Inggris yang sudah menang 2-0 harus gigit jari setelah tim lawan membalikkan kedudukan menjadi 2-3.

3. Piala Dunia 1974
Pele sukses membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1970. Namun, Tim Samba lagi-lagi gagal mempersembahkan gelar juara. Mereka tersingkir di babak kedua setelah kalah dari Belanda 0-2. Jerman Barat menjadi jawara di tahun ini.

4. Piala Dunia 1978
Jerman Barat pun tak luput dari kutukan. Austria mempermalukan mereka dengan skor 2-3 di babak kedua.

5. Piala Dunia 1982
Kutukan juara bertahan kini menghinggapi Argentina. Diperkuat legenda Diego Armando Maradona, Tim Tango tak kuasa melawan suratan takdir. Mereka keok di babak kedua.

6. Piala Dunia 1986
Italia memperpanjang daftar negara yang terkena tulah tersebut. Mereka harus angkat kaki setelah dipermalukan Prancis di babak 16 besar.

7. Piala Dunia 1990
Maradona dan Argentina hampir saja memutus kutukan juara bertahan di tahun ini. Melenggang ke partai final, Argentina toh harus tertunduk malu setelah dipermalukan Jerman 0-1.

8. Piala Dunia 1994
Tim Panzer dengan susah payah harus merangkak keluar dari fase grup untuk meraih gelar juara beruntun mereka. Sayang, mereka dihentikan Bulgaria 1-2 di perempat final. Brasil mengangkat trofi juara mereka yang keempat di tahun ini.

9. Piala Dunia 1998
Tampil meyakinkan dari babak penyisihan hingga masuk final, Brasil malah tak berdaya di hadapan tuan rumah Prancis. Mereka kalah telak 0-3.

10. Piala Dunia 2002
Prancis mungkin merupakan juara bertahan dengan nasib paling apes. Mereka tersingkir langung dari fase grup setelah kalah 0-1 dari Senegal, 0-2 dari Denmark, dan hanya bsia imbang 0-0 dengan Uruguay. Mereka pulang tanpa menyumbang sebiji gol pun. Brasil meraih gelar mereka yang kelima sekaligus makin mengukuhkan mereka sebagai penyabet gelar juara Piala Dunia terbanyak.

11. Piala Dunia 2006
Prancis lagi-lagi menjadi mimpi buruk Brasil. Bersua di babak perempat final, gol tunggal Thierry Henry sukses mengirim Selecao pulang kampung. Prancis pun melaju hingga babak final, sebelum dihentikan Italia lewat drama adu penalti. Partai final ini juga diwarnai kisruh antara Zinedine Zidane dan Marco Materazzi.

12. Piala Dunia 2010
Italia kembali merasakan pahitnya kutukan juara bertahan. Mereka tidak lolos dari fase grup setelah hanya main imbang 1-1 dengan Paraguay dan Selandia Baru, serta kalah 2-3 dari Slovakia. Piala Dunia yang diselenggarakan di Afrika Selatan ini dimenangkan Spanyol.

13. Piala Dunia 2014
La Furia Roja yang menjadi favorit juara pun harus merasakan sakitnya tersingkir di fase grup dengan status juara bertahan. Mereka hancur 1-5 dari Belanda, dan kalah 0-2 dari Chili. Meski menang 3-0 atas Australia, hal tersebut sama sekali tidak menolong mereka lolos ke babak berikut. Piala Dunia 2014 ditutup oleh kemenangan 1-0 Jerman atas Argentina.

Lantas, mungkinkah nasib sial menggelayuti Jerman di Piala Dunia 2018? Pelatih Joachim Loew sesumbar tidak akan meneruskan tradisi buruk tersebut. “Itu tidak akan terjadi pada kami,” ujar Joachim Loew yakin.

You may also read!

Kejari Depok Irit Bicara

DEPOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok masih belum buka-bukaan, terkait pengembalian berkas rasuah Jalan Nangka, Tapos ke Polresta Depok.

Read More...

Zoss Ada 51 Titik di Depok

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, terus menambah keberadaan Zona Selamat Sekolah (Zoss). Hal itu dilakukan untuk memberikan

Read More...

RS Harapan Depok Tantang YLCC di Pengadilan

DEPOK – Sengketa sewa menyewa gedung antara YLCC dengan RS Harapan Depok, akhirnya akan berujung dimejahijaukan. Kemarin, RS Harapan

Read More...

Mobile Sliding Menu