Wenny: Harus Buat Lapas Khusus Napiter

In Politika
FOTO: Anggota Komisi VIII DPR RI, Wenny Haryanto

DEPOK – Menghindari insiden seperti kericuhan di Mako Brimob beberapa waktu lalu. Anggota Komisi VIII DPR RI, Wenny Haryanto meminta pemerintah pusat menyiapkan lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus untuk narapidana teroris (Napiter).

Menurut mantan Anggota Komisi III bidang Hukum dmn HAM DPR RI ini, penyediaan lapas khusus Napiter harus dibuat pemerintah, Sehingga, tidak lagi ada titipan napi teroris di tempat tempat yanh tidak seharusnya, seperti titipan Rutan Salemba di Mako Brimob, dimana petugas Brimob setempat malahan tidak bertanggung jawab terhadap keberadaan Napiter tersebut.

“Karena pengamanannya dipegang oleh Densus 88. Belum lagi kondisi Mako Brimob yang kurang memenuhi syarat untuk dijadikan Lapas sementara,” kata Wenny kepada Radar Depok, Selasa (15/5).

Politikus Golkar ini mengungkapkan, beberapa waktu lalu pernah terjadi hal serupa di BNN di Cawang, dimana ada Napi Narkoba titipan sebanyak 10 orang kabur, yang pengawasannya juga di luar tugas Petugas BNN setempat. “Inti permasalahannya, jangan lagi ada titipan titipan napi, harus ada Lapas Khusus baik bagi Napiter maupun Narkoba,” terangnya.

Mengingat kondisi lapas yang sudah over kapasitas, sambung Wenny, kebutuhan Lapas Khusus ini menjadi sangat mendesak. Ia pun mengaku miris dengan kondisi riil di dalamnya. “Over kapasitas, di rata-rata lapas, contohnya di Lapas Bulak Kapal di Kota Bekasi, dijejali ratusan orang, mau tidur saja harus gantian, ada yang tidur, berdiri atau jongkok,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut dia, napier lama dan baru dicampur, yang sudah bertobat dicampur dengan yan baru berjihad. Akibatnya berkelahi atau malahan terkontaminasi lagi. Contoh lainnya, untuk Napi narkoba produsen, pengedar dan pemakai semua dicampur dalam satu sel. Sehingga, yang baru mencoba jadi nambah ilmunya, bahkan jadi pengedar, dan sebagainya.

“Miris sekali melihatnya. Artinya sistem yg harus dibenahi, jangan mencampur adukan Napi Teroris dengan Napi biasa, dan harus dibuatkan lapas khusus Napiter, juga dari segi keamanannya. Kemudian penambahan lapas juga untuk mengatasi over kapasitas tadi,” paparnya.

Dari pembenahan sistem ini, Wenny berharap agar Lapas benar-benar memaksimalkan fungsinya untuk membina Napi untuk kembali ke masyarakat. “Juga saya berharap agar kejadian di Mako Brimob kemarin dan juga aksi teror tidak terulang lagi di Indonesia,” harap Wenny. (cky)

 

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu